
"Mereka sedang menuju ke ruangan ini,"kata penjaga pertama pelindung kedua
"Sebaiknya kita keluar. Menjaga pintu depan,"kata penjaga kedua pelindung kedua.
Kedua penjaga menjaga pintu di sebelah ruangan tempat bibi Sellen dan Darknist berada.
"Minggir,"kata penjaga pelindung kelima
"Kalau kami tidak akan memberikan jalan jadi bagaimana,"kata penjaga kedua.
"Kalian akan merasakan akibatnya,"kata penjaga pelindung kelima
"Kalian benar - benar hina,"kata penjaga pertama
"Kalian sudah tau bahwa tidak akan ada satupun yang sanggup menghadapi dia. Buktinya .. langit tertinggi saja pernah kalah dari dia,"kata penjaga pelindung kelima sambil tertawa.
Kedua penjaga pelindung kedua geram dan membalas ucapannya dengan serangan.
Mereka kewalahan karena menghadapi tiga orang.
"Awas..,"kata penjaga pertama
Terlambat.
Penjaga kedua, tangannya mendapatkan sayatan dari petir yang berbentuk pedang.
Penjaga kedua merintih kesakitan dan ditarik oleh penjaga pertama untuk menyingkir.
"Rasakan akibatnya menentang kami,"kata penjaga pelindung kelima sinis.
Penjaga pertama memberikan balasan dengan membuat cambuk dari listrik dan mengikat pinggang salah satu penjaga pelindung kelima.
Namun temannya penjaga pelindung pertama menusuknya dengan pisau yang diberikan aliran listrik ke arah bahunya.
Membuat cambuk listrik tadi kehilangan kekuatannya dan terlepas dari penjaga pelindung kelima.
Penjaga lainnya masuk ke dalam ruangan dan melihat isi ruangan kosong menjadi sangat marah.
"Katakan dimana mereka. Kalau kau tidak mengatakannya bukan hanya satu tanganmu saja yang hilang tapi kedua - duanya hilang,"kata penjaga pelindung kelima.
"Silahkan kau cari sendiri,"kata penjaga kedua.
"Sesuai permintaanmu,"kata penjaga pelindung kelima
Penjaga pelindung kelima menyerangnya dengan menggunakan petir berbentuk anak panah dalam jumlah yang banyak.
Salah satu betis dari penjaga pertama kena dan terjatuh.
Penjaga pelindung kelima yang lainnya mencari dengan membuka masing - masing pintu ruangan di sekitar pintu yang dijaga tadi dan menemukan bibi Sellen dan Darknist.
"Dimana Luxi ?"kata penjaga pelindung kelima.
Bibi Sellen hanya diam
"Kau tidak mau mengatakannya. Kami pasti akan menemukannya,"kata penjaga tersebut
"Beraninya kau mengatakan hal ini,"kata Darknist
"Dia yang berlindung dibalik badan kami selama ini. Dia juga tidak sanggung menghadapinya... Lalu kenapa kami harus menghormatinya,"kata penjaga itu mengejek
Darknist memyerangnya dengan melilitkan tubuhnya dengan akar pohon yang ada di luar samping ruangan tersebut.
__ADS_1
Tetapi penjaga itu berhasil melepaskan lilitan dengan mengeluarkan petir di sekitar tubuhnya.
Penjaga itu membuat cambuk listrik dan mengikat kaki Darknist.
Penjaga itu melemparkannya keluar dari jendela.
Akhirnya bisa diputuskan dengan pisau tanah liat yang dibuat oleh Darknist.
Penjaga itu menyerang bibi Sellen dengan jarum - jarum kecil petir dalam jumlah yang banyak.
Bibi Sellen membuat perisai dari tanah liat.
"Kau bahkan hanya bisa menggunakan kemampuan awalmu. Jangan -jangan Luxi hanya mewarisi kemampuanmu. Itu artinya dia tidak layak disini,"kata penjaga itu.
Penjaga yang lainnya masuk. Jadi bibi Sellen harus menghadapi dua orang sekaligus.
Penjaga itu mengajak pertarungan jarak dekat dengan membuat pedang dari petir dan hampir mengenai bibi Sellen.
Bibi Sellen menangkisnya dengan membuat cambuk dari akar pohon dan melilitkan ke tangan penjaga itu.
Bibi Sellen kembali menyerang dengan melemparkan batu - batuan besar ke arah mereka.
Mereka berhasil menghindarinya.
"Hanya itu saja kemampuanmu. Dimana Luxi,"kata penjaga itu
"Bagaimana kalau dia tidak memiliki kemampuan kalian ?"kata Darknist yang datang masuk kembali ke dalam ruangan.
"Kami akan membawanya ke Eldester. Apapun hasilnya. Itu terserah padanya,"kata penjaga itu.
"Terserah padanya,"kata bibi Sellen geram
"Mau hidup atau mati. Bukan urusanku,"kata penjaga itu tertawa terkekeh - kekeh.
****
"Kita harus masuk,"kata pimpinan penjaga taman warmer.
"Aku tau. Sebelum mereka menemukan Luxi,"kata penjaga taman warmer yang lainnya berusaha menggerakkan dinding petir namun gagal.
"Bukan... bukann ituuu...,"kata pimpinan taman warmer.
"Apa maksudmu ?"kata paman Teeran.
****
"Ayo, kawan.Kau harus bangkit,"kata penjaga kedua
Penjaga pertama berusaha menggerakkan kakinya dan dibopong oleh penjaga kedua.
Mereka melarikan diri dari kastil menuju ke bawah tanah.
"Kemana kalian. Dasar pengecut,"kata penjaga pelindung kelima.
Mereka mencari ruangan yang lembab dan terbuat dari tanah liat
"Kita sudah berusaha semampu kita. Siapa sangka mereka menemukan Sellen lebih dulu,"kata penjaga kedua menyakinkan penjaga pertama
"Kau yakin,"kata penjaga pertama
"Sangat yakin. Kami hadir sangat kelahiran Luxi. Paman itu pasti masih ingat,"kata penjaga kedua.
__ADS_1
****
"Kurasa kita harus kebawa,"kata pemimpin taman warmer berteriak.
"Apa maksudmu ?"kata penjaga pelindung pertama.
"Lihat langit,"kata pemimpin taman warmer.
"Apakah ini mungkin terjadi?" kata penjaga pelindung pertama
"Sudah terjadi,"kata pemimpin taman warmer.
****
Langit berwarna sangat gelap dan awan berwarna biru gelap.
Suara gemuruh dari langit tambah lama tambah keras.
Petir menyambar sampai ke tanah dalam jumlah yang banyak dan tidak berhenti di seluruh wilayah kastil Langit.
Petir menyambar pepohonan dan membuatnya terbakar.
"Kau bilang apa tadi. Bahwa NYAWA ANAKKU TIDAK ADA HARGANYA. Dari tadi mulutku diam saja melihat pengkhianatan yang telah kalian lakukan. Kalian diletakkan sangat dekat dengan keluargaku. Ayahku percaya bahwa kalian bisa menjaga keturunannya. Bukan menghabisinya,"kata bibi Sellen marah besar
Amarah bibi Sellen meluap.
Seluruh tubuhnya mengeluarkan petir dan warna matanya berubah menjadi abu - abu.
Tiba - tiba tubuhnya terangkat dan mengeluarkan petir dari seluruh tubuhnya.
Penjaga pelindung kelima terkejut.
Hujan petir masuk ke dalam kastil utama.
Terlambat bagi penjaga pelindung kelima untuk bersembunyi atau melarikan diri.
Darknist masuk ke dalam ruangan yang sama dengan Luxi disembunyikan.
Darknist sudah tau mustahil mengajak adiknya untuk berbicara.
****
Paman Teeran dan empat penjaga kastil bumi, pemimpin penjaga taman warmer, anggota penjaga taman warmer, dan penjaga pelindung pertama melarikan diri menuju ke bawah.
Paman Teeran dan empat penjaga kastil bumi membuat perisai di atas kepala mereka dari tanah liat.
Mereka akhirnya sampai ke bawah. Di sana sudah terdapat penghuni kastil Langit dan kastil Darkforest.
Salah satu penghuni kastil Darkforest bertanya,"Sebenarnya apa yang terjadi ? Kami hanya disuruh menuju ke sini"
Tetua dari penghuni kastil Langit mengetahui siapa yang menyebabkan kejadian ini. Namun tidak tau kenapa.
Pemimpin penjaga taman warmer menjelaskan,"Langit tertinggi sedang marah sekarang karena ada penjaga dari kastil kita sendiri berusaha membunuh anaknya dengan cara mengambil kekuatannya."
Semua yang berada di situ terkejut dan tidak ada satu pun yang bisa mengatakan apapun.
Lalu ada satu anak kecil penghuni kastil Langit bertanya,"Sampai kapan bibi berhenti marah ?"
"Kita akan berusaha membujuknya. Supaya kemarahannya cepat hilang,"kata paman Teeran berusaha untuk menyembunyikan kecemasannya.
Paman Teeran membuka pikirannnya ke paman Elder.
__ADS_1
"Bisakah kau berbicara dengan Coeli sekarang. Kau pasti tau jika melihat langit sekarang supaya dia membujuk istrinya,"kata paman Teeran
"Akan kuusahakan,"kata paman Elder