Pasak Bumi

Pasak Bumi
Kerjasama Penjaga Kastil Bumi dan Langit


__ADS_3

Matahari terlihat sangat terik.


Sosok bertopeng yang membuat kabut tadi dan temannya membuat kubah yang sama dan menggesernya secara perlahan - lahan ke arah pinggir kabut.


Paman Teeran berusaha membuat kubahnya berjalan ke arah Tatra dan Suyira.


Paman Teeran akhirnya menyadari jika kekuatan musuh tidak mempan kepada orang yang memiliki hubungan darah.


Dua sosok bertopeng lainnya sudah keluar duluan dari kabut. Sosok bertopeng itu membuat tanah itu dibanjiri dengan air.


Hal ini membuat kubangan petir tadi ketika menyentuh tanah berair bisa menghasilkan aliran listrik yang dahsyat.


Penjaga kastil Bumi juga melakukan hal yang sama.


Mereka mencari tepi dari kabut dengan memperhatikan tumbuhan sekitar.


Tumbuhan yang paling lama hidupnya.


Paman Teeran hampir mendekat kubah Tatra dan Suyira saat air mulai mengalir ke arahnya.


Paman Teeran membuat aliran air tidak mengarah ke kubahnya dengan membuat got.


Tatra merasakan jika ada air yang datang ke arah mereka.


Namun Tatra membuat gelombang air tersebut menjauhinya.


Hanya dengan menyentuh tanah di bawahnya.


Tatra membuat air tanah itu kembali ke tanah.


Sosok bertopeng itu merasakan jika air tanah tadi kembali ke tanah dan terkejut.


"Benar - benar keturunan Ariel,"kata sosok itu di dalam hatinya.


****


Penjaga pelindung pertama kastil Langit sudah sampai ditempat.


Saat melihat kubangan petir seperti bola -bola listrik itu, mereka sangat terkejut.


Mereka memutari wilayah kabut itu dan melihat dua sosok bertopeng itu.


Mereka langsung mengeluarkan petir dari langit.


Sosok bertopeng itu langsung menghindar. Salah satu sosok bertopeng itu berusaha menghentikan langkah mereka dengan kekuatan pikiran.


Sosok bertopeng itu hanya bisa menghentikan satu orang saja.


Penjaga pertama menyadari hal tersebut. Ketika temannya tidak mampu bergerak.


Mereka membuat cambuk dari petir dan mengikat tubuh sang pembuat pikiran itu sangat erat.


Sosok bertopeng itu merasakan aliran listrik di sekujur tubuhnya.


Sosok bertopeng yang satunya lagi membuat panah - panah dari es sehingga membuat penjaga pelindung pertama menghindar sekaligus menggotong tubuh temannya.


Aliran listrik itu pun terlepas.


Penjaga kastil Bumi keluar dari kabut dan ikut bergabung dalam pertempuran.


Mereka menyerang sosok bertopeng yang membuat kabut.


Salah satu penjaga menciptakan gelombang api yang disemburkan ke arah sosok bertopeng.


Penjaga lainnya membuat batu - batu dari tanah dan melemparkan ke arah mereka secara bersamaan.


Hal ini membuat batu berapi.


Sosok itu berusaha menghindar dari batu berapi dengan membuat perisai. Namun tangan mereka yang memegang perisai itu kepanasan.


Penjaga yang lainnya menghentakkan kakinya ke tanah membuat pasir isap.


Sosok bertopeng tadi tidak bisa bergerak dan terkena batu berapi tadi.


Sosok bertopeng itu tidak selamat. Kematiannya membuat kabut tadi menghilang.


Melihat kematian temannya membuat sosok bertopeng yang lainnya melarikan diri.


Namun, tidak berhasil karena paman Coeli langsung menghabisinya.


Melihat teman - temannya sudah meregang nyawa.


Dua sosok bertopeng lainnya melarikan diri.


Paman Coeli membiarkan karena masih ada urusan yang lebih mendesak.

__ADS_1


Paman Coeli menuju ke arah dua kubah yang tersisa.


****


"Ayah.. Suyira ... bibirnya ungu dan tubuhnya gemetar,"kata Tatra.


"Buka kubahmu sekarang,"kata paman Teeran


"Tapi ayahh... petirnya,"kata Tatra


"Tatra percayalah. Dengar kita sama-sama menghitung pada hitungan ketiga buka kubahnya dan berlututnya di dekat Suyira,"kata paman Teeran.


Tatra membuka kubahnya dan paman Teeran langsung menelungkup tubuhnya di atas Tatra dan Suyira.


Hal ini tentu saja dapat dilihat oleh penjaga kastil Langit, Bumi dan paman Coeli.


Petir langsung menyambar ke tubuh paman Teeran.


Paman Teeran berteriak.


Para penjaga kastil Bumi langsung menyusul ke arah paman Teeran sambil menghindari petir dari langit.


Begitu pula penjaga pelindung pertama kastil Langit.


Mereka sangat cepat dibandingkan rombongan paman Coeli yang mendahului mereka.


"Aku akan mengambil Teeran bersamamu,"kata pimpinan penjaga kastil Bumi menunjuk penjaga yang bertubuh besar.


"Kau ambil Tatra dan kau ambil Suyira,"kata pimpinan penjaga kepada kedua penjaga lainnya.


Mereka datang pas tepat petir kedua mau menyambar.


Mereka lebih cepat dibandingkan petir itu.


"Tolong, teman kami di tanah beserta serigala putih,"teriak pimpinan penjaga kepada rombongan paman Coeli yang sudah hampir mendekati mereka.


Mereka sudah ada di tepi lautan petir. Saat paman Teeran berkata,"Bawa Suyira ke taman warmer sekarang."


Pimpinan penjaga itu langsung berlari dan menggendong Suyira bersama salah satu penjaganya.


****


Paman Coeli sudah berada di tepi lautan petir dan langsung memegang tubuh paman Teeran.


"Apa yang kau lakukan ? Kau bisa saja mati,"kata paman Coeli


"Bawa mereka semua ke taman warmer segera dan siapkan pengobatan,"kata paman Coeli.


"Kalian jaga tempat ini,"kata paman Coeli ke penjaga pelindung pertama


Paman Coeli dan penjaga pelindung kelima membopong tubuh paman Teeran.


Penjaga paman Coeli membopong tubuh penjaga kastil Bumi, Tatra dan serigala putih.


****


Saat memasuki pelindung kedua.


Mereka dikawal oleh penjaga pelindung kedua.


"Bagaimana kondisinya ?"kata penjaga pelindung kedua.


"Tidak tau. Aku benar - benar tidak tau,"kata pimpinan penjaga terlihat panik


"Kau harus percaya. Dia pasti sembuh,"kata penjaga pelindung kedua.


Pimpinan penjaga menganggukkan kepala.


Saat masuk ke pelindung ketiga mereka dikawal oleh yang salah satunya penjaga biara .


"Terima kasih atas peringatanmu,"kata pimpinan penjaga.


"Terima kasih atas batunya. Aku benar -benar bodoh tadi, tidak menyadarinya lebih cepat,"kata penjaga kastil bumi


"Tidak semua orang yang bisa memiliki kecepatan yang sama dalam mengatasi masalah,"kata penjaga kastil biara


Pimpinan penjaga hanya mendengarkannya.


Saat memasuki pelindung keempat.


"Kami tidak tau arah ke taman warmer. Bisakah kalian menunjukkannya ?"kata pimpinan penjaga


"Tentu saja,"kata penjaga pelindung keempat.


Saat sudah menuju ke batas pelindung keempat sudah menunggu penjaga pelindung kelima.

__ADS_1


Penjaga pelindung kelima menuntut mereka ke taman warmer.


"Biarkan kami masuk,"kata penjaga pelindung kelima kepada penjaga luar taman warmer


"Tidak bisa sembarang orang bisa masuk ke sini,"kata penjaga luar taman warmer


"Suyira meminta pertolongan kalian. Bisakah kami masuk ?"kata pimpinan penjaga kastil Bumi


Penjaga luar taman warmer terkejut.


"Hanya Suyira yang boleh masuk,"kata penjaga luar.


"Tidak ada waktu. Tubuhnya sangat kedinginan. Biarkan aku masuk dan jika memang niatku jahat maka api nyala biru yang memutuskannya,"kata pimpinan penjaga.


Yang lainnya menunggu di luar.


Sementara pimpinan penjaga kastil Bumi berlari dengan kekuatan penuh seolah - olah tau keberadaan api nyala biru.


Saat sudah sampai di dalam. Pimpinan disambut oleh penjaga bagian dalam taman warmer.


"Siapakah kamu ? Apa tujuanmu ?"kata pimpinan penjaga taman warmer


"Aku adalah kakek bagi Firye dan adik dari orang yang memberikan api nyala biru ke kastil ini. Aku ingin menyembuhkan Suyira. Jika kau tidak percaya biarkan api nyala biru yang memutuskannya,"kata pimpinan penjaga kastil Bumi


Pimpinan penjaga membiarkan pimpinan penjaga kastil Bumi dan Suyira mendekat.


Saat Suyira mendekat suhu tubuhnya kembali normal. Suyira akhirnya membuka matanya dan melihat pimpinan penjaga itu. Kemudian menyentuh wajahnya.


"Paman tidak mati. Jangan mati. Ibuku sudah mati,"kata Suyira sambil menangis.


"Paman tidak mati. Lihat paman baik - baik saja,"kata pimpinan penjaga memahami siapa yang dimaksudnya.


"Rombongan yang lain akan masuk dan harus masuk,"kata pimpinan penjaga taman warmer kepada pimpinan penjaga kastil Bumi


****


Pimpinan penjaga berkomunikasi dengan penjaganya yang diluar.


"Suyira tidak boleh melihat paman Teeran, penjaga, Tatra dan serigala putih dalam kondisi sekarang. Kau harus bisa menghubungi seseorang yang bisa membuat Suyira tidak bisa melihat mereka saat mereka masuk,"kata pimpinan penjaga kastil Bumi


"Baiklah,"kata penjaga kastil Bumi yang diluar.


****


"Adakah cara agar Suyira tidak melihat mereka saat mereka masuk ?"kata penjaga diluar dengan paman Coeli


"Edsel, adakah cara membuat Suyira tertidur sekarang?"kata paman Coeli menggunakan pikirannya.


"Aku tidak bisa langsung datang ke sana. Tapi ada satu orang yang selalu didengarkan oleh Suyira. Aku akan memintanya,"kata paman Edsel


"Cepatlah. Dia tidak akan sanggup melihat ini,"kata paman Coeli


"Baiklah,"kata paman Edsel


****


"Kita harus masuk. Kalau tidak ini berbahaya bagi Teeran, Tatra, penjaga dan serigala putih,"kata penjaga pelindung kelima


"Baiklah. Kita masuk,"kata paman Coeli berharap supaya Edsel menjalankan perannya


Suyira akhirnya dibopong keluar taman warmer dan ditutupi dengan jubah. Walaupun begitu pandangan Suyira keluar masih bisa terlihat.


Rombongan sudah mendekat ke arah mereka.


****


"Suyira, bagaimana kondisimu?"kata Eldast


"Baik,"kata Suyira


"Bohong. Katanya kau sulit tidur,"kata Eldast


"Aku mudah tidur,"kata Suyira


"Kalau begitu seharusnya matamu sudah terpejam,"kata Eldast


"Mataku sudah terpejam sekarang,"kata Suyira


"Benarkah ?"kata Eldast


"Iya,"kata Suyira


"Kalau memang matamu terpejam. Akan kunyanyikan lagu nina bobo,"kata Eldast


"Bernyanyilah untukku,"kata Suyira

__ADS_1


Eldast sedang menyanyikan lagu nina bobo untuk Suyira saat rombongan paman Teeran, Tatra, penjaga dan rubah putih melewati mereka.


Suyira akhirnya tertidur.


__ADS_2