Pasak Bumi

Pasak Bumi
Menjemput Rory


__ADS_3

Saat sampai di kota Bath


Tiba - tiba Flay melepaskan penutup kepalanya.


"Ayoo kapan lagi kita bersenang - senang mumpung ga da yang lihat,"kata Flay sambil memperhatikan keliling.


Mereka melepaskan tudungnya.


"Ayooo kita ke sana. Aku sudah lapar,"kata Rerast


Mereka menuju ke restoran dan Flay memesan makanan yang terenak di restoran itu


"Kak, jadi disini kita tinggal berbicara dan penghuni itu akan membuatnya untuk kita,"kata Aretra takjub


Mereka tertawa kencang membuat Aretra jadi bingung.


"Suyira cepat jelaskan. Lihat dia masih bingung,"kata Flay masih setengah tertawa


"Tidak. Kita memang makan di tempat orang banyak makan tetapi kita akan membayar dengan uang,"kata Suyira


"Uang itu apa, kak ?"kata Aretra tambah bingung


"Ini namanya uang. Setiap kertas ini ada nilai atau angkanya,"kata Rerast menunjukkan uang yang dia dapatkan dari sopir papanya.


Aretra akhirnya mengerti


****


Tiba - tiba teman Flay datang dan mengenali Flay.


"Flay.. ,"teriaknya dari depan pintu


Flay terkejut dan langsung menemuinya untuk menutup mulutnya.


"Ada apa denganmu ? Aku hanya memanggilmu, cantik,"kata teman laki - lakinya itu


"Diam. Jika ada yang tau aku sudah pulang gara-gara mulutmu yang delapan oktaf itu. Awas kau,"kata Flay


"Oiii Flay sudah pulang,"teriak temannya sekencang - kencangnya


Flay langsung menyikut kakinya


"Wadoww sakit tau. Bukannya dikasih ciuman selamat datang malah disiksa kayak ini,"kata temannya itu menggoda dan berusaha untuk menciumnya.

__ADS_1


Flay langsung menjitak kepalanya. Sementara itu, Rerast dan Aretra tertawa melihat tingkah temannya Flay.


****


Di kejauhan, Eltader dan teman-temannya melihat hal itu.


"Kita pergi,"kata Eltader


"Kau tidak ingin menemuinya,"kata Ruyi


"Tidak,"kata Eltader langsung berbalik.


****


Di depan pintu rumah


"Sepertinya mereka tidak dirumah,"kata Suyira


"Apa kita kelamaan makan yaa ?"kata Aretra


"Ini semua salah kakak,"kata Rerast


"Lohh kok salahku. Siapa sangka aku bertemu mahluk jadi - jadian itu,"kata Flay kesal


"Mereka pasti di pantai. Kita ke sana saja,"kata Suyira


"Kau tambah tinggi,"kata Suyira


Rory hanya menganggukkan kepala


"Masih yakin ingin ikut kakak ?"kata Suyira


"Iya kak,"kata Rory


"Bibi tidak apa - apa sendirian ?"kata Suyira sedih


"Tidak masalah. Lagipula bibi punya banyak teman yang sering berkunjung,"kata bibi Robben menatap bibi Ruuyist, mamanya Tommy dan mamanya Flay.


Flay langsung menghampiri ibunya dan memeluknya.


"Kami tidak bisa berlama - lama,"kata Suyira


Akhirnya mereka pergi dan melanjutkan perjalanan.

__ADS_1


****


"Bagaimana ? Apakah sudah terpasang ?"kata Eltader


"Sudah. Apa sihh yang tidak kulakukan untuk kakakku yang ganteng,"kata temannya Flay tersenyum manja.


"Iss jauh- jauh yaa,"kata Tommy


"Ihh siapa juga mau dekat-dekat sama kamu. Iya khan kak,"kata Roby memeluk lengan Eltader


"Ini uangnya. Jangan kasih tau dengan yang lain,"kata Eltader.


Kemudian Roby pergi begitu saja.


"Iss dahhh kenapa kita harus berurusan dengan perempuan jadi-jadian itu,"kata Tommy


"Apa boleh buat. Cuma dia kandidat yang cocok. Ga mungkin khan tiba - tiba kau atau aku tiba - tiba jadi akrab dengan Flay,"kata Ruyi


"Iya juga sihh,"kata Tommy


****


"Kak, kita mau kemana ?"kata Rory


"Ke kastil Langit,"kata Suyira


"Menemui adikku yang lain,"kata Flay senang


"Ngomong - ngomong bawaanmu banyak sekali ,"kata Rerast


"Tentu saja dong. Kata ibu disana pasti gelap karena itu kubawa lilin, tempatnya dingin karena itu kubawa selimut, snack dan banyak yang lainnya,"kata Rory


"Memangnya kita mau kamping,"kata Flay


"Nanti semuanya akan ditinggal di luar,"kata Suyira


"Sini.. sini .. kubisikkan.. kata ibu semua barang kita bisa masuk asal kita kasih ini ke penjaganya,"kata Rory


"Benarkah ?"kata Suyira


"Iya. Ibu juga seperti itu dulu bahkan dia bisa pergi keluar kastil,"kata Rory


"Bibi.. Kenapa tidak kasih tau dengan kita.. Ga adil,"kata Rerast

__ADS_1


"Ibu bilang ga nyangka kalau kita benar - benar mau pergi. Dia kira masih bisa dihalangi,"kata Rory menjelaskan


Mereka bertiga hanya bisa tertunduk lesu


__ADS_2