
"Ada apa kita dikumpulkan disini ?"kata Luxi
"Arel diganggu oleh orang yang tau masa lalunya,"kata Eltader
"Dia tau jika aku punya teman seekor gurita raksasa,"kata Arel
"Berarti dia penghuni kastil Ariel,"kata Tatra
"Tapi anehnya... perbuatannya hanya berupa gangguan...,"kata Arel
"Maksudmu ?"kata Eldast
"Siapapun orangnya ... kelihatannya dia tidak bermaksud jahat.. dia tidak memberikan peringatan apapun atau memancingku.. dia sepertinya hanya ingin mengerjaiku..tidak tau kedekatan kita dan hanya ditujukan kepadaku,"kata Arel berpikir keras
"Yaa ... dia hanya memancingnya ke pesta Gicella dan menunjukkan menu utama gurita utuh,"kata Tatra
"Berarti dia ada di rombongan chief,"kata Eldast
"Tuan rumah biasanya hanya memberitahukan menu apa yang mereka inginkan. Tapi cara mengolah itu keputusan dari chiefnya,"kata Luxi
"Sial. Kami memang tidak memperhatikan rombongan juru masaknya,"kata Eltader
"Cepat selesaikan masalah ini. Kita tidak menginginkan tambahan masalah baru lagi. Mereka sedang bergerak dan penjaga pelindung pertama dalam bahaya,"kata Eldast
"Baiklah,"kata Arel merasa bersalah
"Coba kau pikirkan ini. Selain adikku, apakah ada lagi orang lain yang membenci guritamu ?"kata Tatra
Arel terkejut.
"Entah adikku punya kekuasaan apa sampai membuatnya keluar dari kastil atau memang orang lain yang melakukannya,"kata Tatra
****
Seperti biasa, hari ini adalah waktu bagi Suyira, Flay, Aretra, Rory, Celli dan Rerast untuk menjaga pelindung pertama.
"Bagaimana kondisinya ?"kata Aretra
Suyira menyentuh tanah dengan kedua tangannya dan memejamkan mata.
"Aman,"kata Suyira
"Tunggu sebentar. Sepertinya ada dua orang yang menuju ke sini,"kata Flay menggunakan telepatinya untuk berbicara
Di batas pelindung mereka,
"Izinkan kami masuk,"kata seorang ibu membawa anaknya
"Kalian berasal dari kastil mana ?"kata Rory
"Kami dari kastil Darkforest,"kata sang Ibu
"Tunjukkan kepada kami,"kata Rory
Sang ibu membuat akar - akar pohon membelit pinggang dia dan anaknya. Kemudian melepaskan belitannya.
"Lalu kenapa kau tidak bisa masuk ?"kata Rory
"Aku pernah melakukan kejahatan yang tak termaafkan. Berkhianat terhadap penghuniku sendiri. Aku memberitahukan lokasi mereka yang terakhir,"kata Sang Ibu
Suyira terkejut
__ADS_1
"Benarkah ? Kalau begitu dimana lokasi mereka ?"kata Rory
"Lokasi mereka ada di pelindung kedua kastil Langit,"kata Sang Ibu
Mereka sangat terkejut terutama Suyira dan Celli.
"Aku harus ke sana mengingatkan mereka,"kata Sang Ibu
"Kenapa kami harus mempercayai kata - katamu ?"kata Rory
"Akibat perbuatanku. Sebagian dari beberapa orang di kastil Langit sudah terpengaruh,"kata Sang Ibu
Suyira tidak bergeming
"Mereka akan menyerang malam ini,"kata Sang Ibu mendesak
"Silahkan masuk tetapi hanya satu orang,"kata Rory
"Tetapi kami tidak bisa sendirìan. Kami harus masuk berdua,"kata Sang Ibu bersikeras
Kemudian sang anak melihat wajah ibunya. Ibunya sangat terkejut dan ketakutan.
"Hanya satu orang,"kata Rory tegas
"Baiklah,"kata Sang Ibu
Saat sang anak berusaha untuk menyeberang pelindung, tiba - tiba Sang Ibu berteriak sekuat tenaga.
"Dia bukan anakku. Dia pengkhianat. Tolong sampaikan pesanku ke anakku yang berada di kastil Langit,"kata Sang Ibu
Namun, sang anak sudah menyeberang dan membuka jubahnya. Ternyata dia seorang laki - laki yang bertubuh kecil.
Dia langsung menyerang Suyira sehingga Suyira tidak sempat merapalkan beberapa mantra untuk menutup pelindung. Musuh-musuh yang menggunakan jubah hitam sudah masuk ke dalam pelindung pertama.
Flay langsung berlari menuju ke pelindung kedua dan dia dikejar oleh dua orang musuh yang menggunakan jubah hitam.
Flay menutup penglihatan mereka dengan kabut hitam yang pekat.
Namun, mereka tetap bisa mengejarnya. Mereka membubarkan kabut tersebut.
Mereka menggunakan panah beracun dan dilontarkan dengan cepat ke arah Flay.
Flay berhasil menghindar.
Flay menutup mukanya dan membuat kabut beracun dengan menggunakan racun gurita yang pernah dibuat oleh Arel.
Satu orang terkena kabut beracun tersebut.
Temannya membalas dengan mengirimkan angin ****** beliung ke arahnya.
Namun, Flay berhasil menghindar.
Flay membalas dengan menjatuhkan rangting- ranting pohon ke arahnya.
Flay tau jika itu hanya menghambatnya saja.
Flay terus berlari.
Flay tau tubuhnya tidak boleh disentuh mereka kalau tidak seluruh rahasia teman - temannya akan ketahuan.
Flay hampir sampai ke pelindung kedua saat panah beracun kena ke bahunya dan langsung tersungkur ke tanah.
__ADS_1
Musuhnya tadi berusaha mendekatinya.
Flay membuat kabut di sekitarnya.
Flay tau tidak ada gunanya membuat kabut, pasti musuhnya akan mengetahui keberadaannya.
"Eltader... tolong..,"kata Flay berbicara dengan menggunakan telapati dengannya.
****
Rombongan Eldast berjaga di pelindung kedua.
Mereka biasanya patroli setiap satu jam sekali.
Kemudian berkumpul di satu titik yang berhadapan langsung dengan penjaga pelindung pertama.
Eltader langsung menuju ke sumber suara
"Kak ..,"teriak Eldast melihat dia pergi meninggalkan mereka menuju ke pelindung pertama
"Itu dia ..,"kata Eltader
Tatra mengikutinya.
****
Sebagus apapun Flay bersembunyi, dia tau pasti suatu saat dia akan ketahuan karena musuh memiliki kekuatan yang sama dengannya.
Flay sudah berniat menancapkan jarinya ke tanah saat Eltader datang.
Eltader melawan dengan tangan kosong.
Eltader memukulnya kuat sehingga musuh tadi terjatuh.
Musuhnya tadi membalas memukulnya.
****
Tatra yang menyusulnya dari belakang, menyaksikan hal itu langsung melontarkan batu dengan kakinya.
Musuhnya itu berusaha untuk menghindar.
Tatra mendekatinya sangat cepat dengan kekuatannya.
Tatra mengikat tubuh orang itu dengan air yang berasal dari tanah.
Kemudian melemparnya berulang-ulang hingga tubuhnya remuk.
****
"Eltader.. tolong adik-adikku. Mereka diserang oleh musuh yang sangat banyak di batas perlindungan terakhir,"kata Flay yang merasakan tubuhnya bukan saja melemah tetapi mulai menggigil
Eltader melihat hal tersebut dan mencari sumbernya.
"Kau diracuni dengan panah,"kata Eltader
Flay hanya bisa memejamkan matanya.
****
"Eldast maju ke barisan depan. Suyira dan Rory ada di pelindung pertama. Mereka semua dalam bahaya.
__ADS_1
Aku harus membawa Flay ke balai penyembuhan,"kata Eltader menggunakan telapatinya berbicara ke Eldast
"Baiklah,"jawab Eldast langsung berlari menuju ke pelindung pertama.