
"Sore nanti kita akan mengadakan tour keliling hutan hanya di sekitar sini. Kalian akan diberikan tanda untuk bertemu di api unggun. Jadiii kalian akan dibagi menjadi beberapa kelompok,"kata Flay
"Tarast, Rerast dan Santi menjadi kelompok satu, Elsist, Eldast dan Rinto menjadi kelompok dua, Tommy, Susi dan Eltader menjadi kelompok tiga, Saya, Ruby dan Ruyi menjadi kelompok empat dan ....,"kata Flay membacakan pembagian kelompok
"Apa ini disengaja ?"kata Rerast kesal
"Entahlah. Sebaiknya kita hati - hati saja ,"kata Tommy
"Kau tidak apa - apa sendirian ?"kata Eldast cemas
"Tidak apa - apa,"kata Ruby
"Aku ingin ikut kak,"kata Rory mulai merengek
"Tapi tempatnya jauh. Nanti Rory ga sanggup,"kata Ruby
"Rory sanggup kok,"kata Rory
Ruby langsung menemui Flay
"Kak Flay, adikku ingin ikut ?"kata Ruby
Flay melihat Rory mulai nangis. Rory meraung - raung di atas tanah.
"Baiklah. Ingat jangan ngeluh,"kata Flay pasrah
"Ini tidak sesuai rencana,"kata Elsist
"Tenang dia hanya gangguan kecil,"jawab temannya
"Ingat. Kau cukup buat Tommy sibuk,"kata Elsist
"Okee,"jawab Susi
****
Tour dimulai
"Kalian cukup ikutin kakak,"kata Flay bangga dengan kemampuannya melihat tanda
"Kak, tempatnya jauh ga ?"kata Rory
"Ga deket kok,"kata Ruby menenangkan
"Tadi khan kakak bilang kalau mudah cape jangan ikut,"kata Flay
"Ga kok. Rory kuat,"kata Rory
"Ruyi, kamu mau kemana ?"kata Flay
"Istirahat. Kegiatan ini tidak asyik dan sudah pernah kami lakukan. Khan kau juga sudah tau jalannya,"kata Ruyi langsung pergi beranjak
"Kau... kulaporkan nanti dengan Eltader"teriak Flay
"Kak, apa ga masalah kalau kita bertiga saja ?"kata Rory
"Tidak masalah. Kita bisa kok,"kata Flay
"Kenapa bukan kak Eltader saja yang menemani kakak ?"kata Ruby penasaran
Flay menjelit ke arahnya dan dilihatnya jika Ruby tidak ada niat apapun. Akhirnya dia cerita.
"Aku juga ingin sebenarnya. Hanya ini keputusan guru yaa.. apa boleh buat... sebagai ketua kelas khan hanya bisa menjalankan,"kata Flay menjelaskan panjang lebar
****
"Flay, bisa ke sini sebentar. Kami ada masalah sepertinya aku kehilangan anggotaku,"kata Eltader menggunakan pikirannya
"Kok bisa ?"kata Flay membalas pikiran Eltader
"Mereka bertengkar dan Susi lari entah kemana,"kata Eltader
"Aku heran kok bisa guru kita memilih anggota yang seperti ini. Oke. Aku segera ke sana,"kata Flay
****
"Kalian bisa istirahat dulu di sini sebentar. Kakak mau menemui kak Eltader sepertinya dia kehilangan anggotanya,"kata Flay
"Kok, kakak bisa tau ?"kata Rory
"Sama seperti kalian yang punya kemampuan tertentu. Kakak pun memiliki kemampuan ini,"kata Flay terus terang
"Kakak sudah tau ya ?"kata Ruby
"Saat kalian masuk, kakak sudah tau,"kata Flay
"Apa boleh digunakan disini ?"kata Rory senang
"Jika itu untuk melindungi diri sendiri. Setau kakak boleh,"kata Flay ragu
Mereka berdua menganggukkan kepala
"Yang pasti kalian tetap disini. Jangan kemana - mana. Nanti hilang kayak Susi,"kata Flay
"Baik,"jawab mereka kompak
****
"Lohh... kakak ke sini ?"kata Tommy
"Untuk membantu kalian sebelum guru tau tentang hal ini,"kata Flay
"Bagaimana Eltader sudah ketemu ?"kata Flay
"Aku sudah membaca pikiran beberapa anak yang dekat sini tapi tidak ada satupun yang melihatnya. Anehh... benar - benar anehh.. kemana Susi,"kata Eltader
"Coba kita berpencar. Nanti kupanggil temanku yang di camp untuk datang ke sini,"kata Flay
Mereka semua berpencar mencarinya.
****
"Kak, Rory haus,"kata Rory
"Katanya kalau untuk kebaikan kita boleh menggunakan kekuatan kita,"kata Ruby agak ragu
"Oh yaa... ketemuuu.. disitu ada air segar,"kata Rory langsung menarik air tersebut karena jaraknya dekat dengan tempat mereka duduk
"Segarnya,"kata Ruby sekalian mencuci mukanya
__ADS_1
"Kak, kayaknya masih lama yaa,"kata Rory mulai bosan
"Iya. Kakak juga ga tau. Apa susahnya nemuin Susi ?" kata Ruby berbicara lebih ke dirinya sendiri
****
Tiba - tiba Rinto datang ke arah mereka.
"Kak Rinto.. kok disini ?"kata Ruby
"Flay lagi sibuk mencari Susi jadi kakak disuruh ke sini menggantikannya,"kata Rinto
"Ohh... jadi kita akan melanjutkan perjalanan,"kata Ruby
"Iya. Ikutin kakak aja,"kata Rinto
Rinto mengajak mereka malah tambah masuk ke dalam hutan yang gelap.
"Kak, jalannya ga salah ya,"kata Rory mulai takut
"Ga kok. Ini jalan yang benar,"kata Rinto
Ruby melihat pohon - pohon disekitarnya dan kepalanya mulai pusing. Namun, Ruby tetap memaksa untuk berjalan. Kilasan - kilasan masa lalu yang buruk mulai terlihat.
Di depan mereka terlihat ada dinding tipis yang transparan. Tiba - tiba Rinto berhenti dan berlari meninggalkan mereka.
"Kak... kakak .. mau kemana,"teriak Ruby sejadi - jadinya karena ada perasaan takut merasukinya
"Kak.. ini dimana,"kata Rory mulai panik
"Kakak juga ga tau,"kata Ruby merasakan kepalanya tambah pusing.
"Kita istirahat saja. Kakak kelihatan kurang sehat,"kata Rory cemas.
Tiba - tiba Ruby berteriak sejadi - jadinya.
****
"Kak... ini Susinya,"kata Tommy melihatnya hanya duduk di balik pohon yang paling besar dibandingkan pohon yang lainnya.
"Susi .. apa - apaan ini.. kami mencarimu kemana - mana,"kata Flay lega
****
Kemudian teman Flay memanggilnya.
"Kami harus kembali ke camp. Ini sudah sejam lewat. Nanti guru curiga. Kami harus mempersiapkan makanan juga,"kata temannya Flay
"Oke. Trims ya,"kata Flay
****
Eltader langsung menarik lengan Susi membuatnya berdiri.
"Siapa yang menyuruhmu ?"kata Eltader
"Kak.. sakit kak,"kata Susi saat pergelangan tangannya dipegang kuat Eltader
"Sudahlah Eltader... yang penting ketemu,"kata Flay
"Tidak. Katakan siapa ? Atau perlu kulaporkan sama guru. Tidak masalah bagiku. Aku juga sudah keluar dari sekolah itu,"kata Eltader menarik Susi
"Flay dimana mereka ?"kata Eltader
"Di dekat aliran sungai terakhir kutinggalkan. Di area terbuka,"kata Flay mulai cemas
"Ruyi bersama mereka tidak ?"kata Eltader
"Tidak. Dia meninggalkan kami dari awal,"kata Flay tambah cemas
"Kubilang padamu. Jika terjadi sesuatu dengan adikku .. Jangan harap aku mau melihatmu lagi apalagi memaafkanmu,"kata Tommy.
****
"Ruyi ke sini sekarang,"kata Eltader menggunakan pikirannya
Ruyi langsung datang
"Kenapa kau tinggalkan Flay ?"kata Eltader
"Kau tau kenapa. Aku tidak cocok jika jalan dengan pacarmu,"kata Ruyi
"Kau lihat akibatnya. Bawa Susi ke camp. Kami mau mencari Ruby dan Rory. Mereka dikerjain oleh Elsist. Sekarang mereka ga tau dimana,"kata Eltader
"Aku akan menyusul,"kata Ruyi merasa bersalah
****
Mereka langsung pergi ke tempat terakhir Flay meninggalkan Ruby dan Rory. Mereka sudah tidak ada di tempatnya.
"Aku khan suruh tunggu,"kata Flay kesal
"Tidak. Mereka itu penurut. Jadi ga mungkin mereka meninggalkan tempat mereka,"kata Tommy mulai mencari jejak kaki mereka. Sama hal yang dilakukannya dengan Susi.
"Lihat .... ini jejak kaki mereka dan ini ada jejak kaki orang lain,"kata Tommy
"Eldast... Eldast.. ," kata Eltader memanggil menggunakan pikirannya
Eldast menjawab
"Eldast.. Elsist buat masalah lagi .. kami kehilangan Ruby dan Rory di hutan. Tanya dia,"kata Eltader menggunakan pikirannya
****
Waktu istirahat kelompok Elsist,
"Eldast ... ini ada makanan. Ayok makan sama - sama ,"kata Elsist
"Tidak,"kata Eldast
"Yaaa sudah kumakan sendiri saja,"kata Elsist
****
"Iya. Ada apa kak ?"kata Eldast
"Elsist.. kemana kau buat Ruby,"kata Eldast marah
"Apa maksud Eldast ? Elsist ga ngerti,"kata Elsist
__ADS_1
"Jangan berpura - pura. Kalau terjadi sesuatu dengannya. Kau akan terima akibatnya,"kata Eldast
"Kenapa selalu Ruby .. Ruby.. Ruby lagii.. Ga akan kuberitahu,"kata Elsist marah
"Baiklah. Kau sendiri yang minta,"kata Eldast.
Eldast berusaha memasuki pikiran Elsist.
Namun, Elsist melawan akibatnya kepalanya jadi sangat pusing.
"Eldast .. kepalaku pusing... Eldast..akan dihukum karena ini.. apa kau tau..,"kata Elsist mengerang kesakitan
"Kau bilang suka padaku... kau BOHONG.. kau hanya peduli dengan dirimu sendiri.... perasaanmu sendiri... dasar cewek EGOIS,"kata Eldast sangat marah
Elsist menangis kencang dan Rinto hanya diam seperti batu. Eldast menyadari hal itu kemudian dia menampar muka Rinto. Rinto akhirnya tersadar.
"Ada apa denganku ?"kata Rinto
"Kakak dihipnotis oleh dia,"kata Eldast menunjuk Elsist yang lagi menangis.
"Dia mempermainkanku. Aku sudah bilang ... jangan mempermainkanku lagii,"kata Rinto kesal
"Kak, boleh kusentuh kening kakak ? Dia membuat Ruby dan Rory kehilangan arah,"kata Eldast
"Aku yang menyebabkannya,"kata Rinto penuh penyesalan
"Boleh ?"kata Eldast penuh harap
"Silahkan,"kata Rinto
Saat Eldast memasuki pikirannya, tubuh Rinto langsung melemah dan terduduk
"Kak, Rinto yang dihipnotis Elsist untuk menjalankan rencananya. Sekarang kak Rinto melemah. Aku akan ke tempat kakak sekarang,"kata Eldast kepada Eltader
Eltader terkejut dan dia langsung menghubungi Tarast. Tarast langsung menuju ke tempat Eldast.
"Kak, tolong bawa mereka ke camp. Kak Rinto melemah setelah kumasuki pikiran dan awasi Elsist. Jangan sampai terpengaruh dengannya,"kata Eldast
"Tidak apa - apa. Aku yang minta,"kata Tommy masih gontai dan terduduk di pohon.
Tarast langsung memegang tangannya Eldast.
"Kau mau kemana ?"kata Tarast menggunakan pikirannya
"Mencarinya,"kata Eldast
"Serahkan saja dengan kami,"kata Tarast
"Tidak.. aku merasakannya.. jika dia dalam bahaya .. tidak akan kubiarkan orang kita menyakitinya lagii.. tidak ... cukup..orangtua meninggal karena menyelamatkan kita.. kita hidup nyaman.. dia selalu ketakutan.. tidak lagi.. tidak lagi .. ada yang menyakitinya.. ,"kata Eldast
"Maaf. Tidak boleh,"kata Tarast
"Terserah. Aku akan menyelamatkannya. Aku akan menyelamatkannya. Kali ini tidak ada lagi yang menghalangiku.. menyelamatkan S..,"kata Eldast
"Aku yang akan mengantarnya,"kata Ruyi.
Setelah mengantarkan Susi, Ruyi langsung menuju ke lokasi mereka.
"Oke. Kuserahkan padamu. Kalau keadaaannya memburuk, kau tau apa yang harus kau lakukan,"kata Tarast
****
Tommy sudah kebingungan. Dia terus berusaha mengikuti jejak yang membingungkan.
"Apa aku harus panggil ibu ?"kata Tommy pada Eltader
"Ibu ?"kata Flay mulai bingung
"Ibu bilang jika adikku disakiti dan aku ga bisa membantunya. Aku bisa memanggilnya soalnya musuhnya sangat berbahaya,"kata Tommy menjadi panik
"Ruby ... adikmu,"kata Eltader
"Iya. Ayah kami kakak beradik. Walaupun aku tidak akan pernah mengakui ayahku lagi. Pengkhianat... karena dia kami diusir dari kastil Bumi,"kata Tommy berbicara sesukanya.
"Sebaiknya jangan berbicara keras - keras,"kata Eltader
"Aku tidak peduli. Dia adikku. Selama ini aku berusaha keras menjaganya.. ternyata gara - gara aku sendiri .. dia jadi dalam bahaya..,"kata Tommy
****
Eldast datang bersama Ruyi,
"Bagaimana apakah kau menemukannya ?"kata Eldast
"Belum. Aku kehilangan jejaknya,"kata Tommy
"Aku harus panggil ibu. Ini sudah larut malam,"kata Eldast berpikir keras.
"Tunggu .. kita cari dulu... kita cari sekali lagi...,"kata Flay takut kena marah guru.
"Tidak. Musuhnya banyak dan tempat ini sudah dekat dengan perbatasan kota Bath dengan kita. Banyak pengkhianat di kastil kita,"kata Eldast
"Dari tadi kalian bilang musuhnya banyak... siapa dia ?"kata Eltader
"Suyira..,"jawab Eldast menggunakan pikiran pada Eltader
****
"Tungguu .... ada air yang bergerak di atas tanah... Rory.. Rory... dia menunjukkan jalan. Ikutin aku,"kata Tommy
"Tolonggg... tolong....,"teriak Rory sambil menangis.
Tommy sampai ke tempat duluan karena kecepatannya.
"Apa yang terjadi ?"kata Tommy
"Kak Ruby mengerang dari tadi... disekitar tubuhnya ada aliran listrik.. dan bibirnya memmm..biru,"kata Rory menangis.
"Bagaimana ini ? Ibu pernah bilang ... ada cara mengatasi hal seperti ini... apa.. aku lupa ... ,"batin Tommy
Akhirnya Eldast, Eltader dan Flay sampai
"Ini batas akhir pelindung kota Bath. Elsist benar - benar keterlaluan,"kata Flay geram
Eldast langsung mendekati Ruby
"Kak.. tolong.. dia sekarat...,"teriak Eldast
"Apa yang terjadi dengannya ?"kata Eltader
__ADS_1
"Tidak tau.. tiba - tiba dia berteriak histeris .. ketakutan.. gemetar...,"kata Rory masih menangis.