
"Kita hampir sampai, kak,"kata Celli terengah - engah menuju ke hutan Dark Forest
Tiba - tiba tanah di kaki mereka bergetar hebat.
"Sial,"kata Suyira berpaling ke belakang dan melihat pamannya mengejarnya
Paman Teeran menghentakkan kakinya ke tanah sekali lagi.
Tanah di sekitar Suyira bergetar hebat dan muncul tiang - tiang besar yang mengelilingi mereka.
Tiang - tiang itu sangat sulit untuk dipatahkan oleh Suyira karena dari tanah liat.
Suyira berusaha memanjat tiang tersebut
Tiba - tiba di atas kepala ada lempengan batu besar yang dilemparkan oleh paman Teeran.
Suyira berusaha menghempaskan batu itu dengan kekuatan angin namun gagal.
Paman Firye membakar lempeng batu itu dan membuatnya lengket dengan kayu tersebut.
"Ayahhhh,"teriak Suyira
"Kau benar - benar membuat aku kecewa,"jawab paman Firye
Paman Teeran akhirnya sampai ke tempat Suyira
"Terima kasih,"kata paman Teeran
"Tidak masalah. Kau saja yang menjaganya,"jawab paman Firye berlalu
Celli berusaha memotong tanah tersebut dengan pedang listrik.
"Hentikan,"teriak paman Coeli
Celli hanya terkejut dan terdiam
Paman Coeli menambah aliran listrik yang melingkari tiang yang dibuat oleh paman Teeran.
"Paman,"jawab Celli takut
"Kalian sudah keterlaluan,"kata paman Coeli
"Kalian akan tinggal di sini seharian untuk mengakui bahwa yang kalian lakukan salah,"jawab paman Teeran
"Paman... Kami minta maaf,"bujuk Suyira
"Jangan terperdaya dengannya. Dia sangat mirip dengan adikku,"jawab paman Coeli
"Paman,"teriak Celli
"Besok aku akan mengambilmu,"jawab paman Coeli langsung pergi.
__ADS_1
"Kau harus sadar dulu bahwa kau tidak bisa menyelesaikan masalah ini seorang diri,"kata paman Teeran
Paman Teeran langsung pergi meninggalkan mereka.
****
"Kak, kita gagal lagi,"kata Celli
"Celli sepertinya kita tidak bisa berbuat apa - apa sekarang,"jawab Suyira
Hari semakin gelap. Tiba - tiba ada lima sosok yang datang mendekati mereka dan membawa makanan.
"Makanlah. Jangan sampai kalian tidak makan atau nanti kami yang akan disalahkan,"kata salah satu sosok tersebut.
****
Eldast menggunakan pikirannya berbicara dengan Tatra.
"Kak Tatra, dimana mereka ?"kata Eldast
"Di hutan Dark Forest,"jawab Tatra
****
Lima sosok itu menjaga mereka di Hutan Dark Forest. Lima sosok yang menggunakan jubah dari kastil Bumi. Memiliki postur tubuh yang tinggi sangat mengintimidasi.
Tiba - tiba datang, tiga sosok mendekati mereka.
"Siapa kalian ?"kata penjaga Suyira
Mereka membuka tudung kepala mereka.
"Saya, anak pemilik kastil Elfir. Eldast,"kata Eldast
"Saya, anak pemilik kastil Bumi. Tatra,"kata Tatra
"Saya, keponakan pemilik kastil Fogyer. Tarast,"kata Tarast
"Ada apa kalian datang ke sini ?"kata penjaga Suyira
"Melihat kondisi mereka, paman,"kata Tatra
"Sebaiknya cuma itu saja,"kata penjaga Suyira mempersilahkan mereka mendekat.
****
"Kak, keluarkan kami,"bujuk Suyira
"Tidak bisa,"jawab Tatra
"Kenapa ?"kata Celli
__ADS_1
"Penjagaan kalian sangat ketat bahkan Aretra dikurung di kastil utama,"jawab Tatra
"Ohhh... bagaimana kondisinya ?"kata Suyira
"Marah... kesal.. tentunya,"jawab Tatra
"Bagaimana kondisimu ?"kata Eldast
"Baik,"jawab Suyira
"Baguslah,"kata Eldast
Menggunakan pikirannya
"Kau tidak marah denganku khan ?"kata Eldast
"Kenapa ?"jawab Suyira
"Aku membongkar penyamaranmu dan tidak mengenalimu di kampus,"kata Eldast
"Itu bukan salahmu,"jawab Suyira
"Jadi, kau tidak membenciku ?"kata Eldast
"Tentu saja tidak,"jawab Suyira
Eldast kelihatan ceria
"Kenapa kau senyum - senyum sendiri ?"kata Tarast
"Tidak. Tidak apa - apa,"jawab Eldast
"Dasar aneh,"kata Tarast menggeleng - gelengkan kepala
"Kami pergi dulu. Besok kita bertemu lagi,"kata Tatra
Suyira dan Celli hanya menganggukkan kepala
****
Suyira menggunakan kekuatan pikirannya berbicara dengan Aretra.
"Maaf,"kata Suyira
"Tidak apa - apa, kak. Aku malah kesal karena rencana kita gagal,"jawab Aretra
Aretra melihat sekelilingnya. Dinding yang lembab, ruangan yang gelap dan kecil.
"Ayahmu hebat,"lanjut Celli
"Ternyata ini lebih sulit dari kastil Langit,"kata Suyira berkeliling mencari celah untuk keluar dan namun gagal.
__ADS_1