Pasak Bumi

Pasak Bumi
Keberangkatan Terakhir Suyira


__ADS_3

Sang Tangan Kiri mengeluarkan asap racun dari mulutnya ditujukan kepada paman Flyied dan rombongannya.


Paman Flyied menghalaunya dengan tangannya.


Namun, efek dari racun itu masih terasa membuat tubuh penjaga menjadi lebih berat dari biasanya.


Sang Tangan Kiri langsung mendekat ke arah penjaganya dan menghempaskan mereka sangat jauh sedangkan paman Flyied bisa menghindar.


Sang Tangan Kiri melanjutkan perjalanan dan membiarkan salah satu sekutu mereka untuk melawan paman Flyied.


Sang Tangan Kiri hampir mendekati Suyira. Namun, perdana mentri menembakkan peluru ke arahnya. Tidak terkena.


Salah satu sekutu tumbang karena tepat menembus jantungnya.


Saat dia mau menyerang perdana mentri muncul penjaga perdana mentri.


"Lama tidak bersua,"kata penjaga itu. Tubuhnya besar, tinggi dan gelap.


"Altretes... rupanya ini yang kau kerjakan sekarang,"kata Sang Tangan Kiri menyindir


"Kau lebih menjijikkan lagi. Membunuh anakmu supaya diakui oleh orang serendah itu. Kau bahkan bisa melebih dia,"kata paman Altrestes


"Banyak ngomong,"kata Sang Tangan Kiri


"Silahkan lanjutkan perjalanan, perdana mentri,"kata Altretes


Perdana mentri hanya menganggukkan kepala dan terus berlari.


****


"Dimana mereka ?"kata Robben


"Perbatasan kastil Ligthing dan Elfir," kata bibi Ruuyist


"Kenapa sangat lama ?" kata bibi Robben


"Jalan mereka dihambat,"kata bibi Ruuyist


"Tunggulah disitu. Kita harus mempercayai mereka,"kata bibi Ariel


Bibi Sellen hanya diam.


****


Sang Tangan Kiri duluan menyerang.


Dia melemparkan batu-batu dengan sangat cepat.


Paman Altretes berusaha menghindar dan membalas.


Dia menarik batu dari belakang rombongan Sang Tangan Kiri dan dilemparkan ke arah mereka.


Satu sekutu ada yang terkena.


"Kau mengambil kekuatan anakmu. Apa kau begitu tidak percaya diri dengan kekuatanmu sendiri. Menyedihkan,"kata Altretes


Sang Tangan Kiri menjadi tidak tenang karena perkataan Altretes.


Dia membuat pasir isap bersamaan dengan melemparkan batu ke arahnya.


Paman Altretes menghindar.


Pepohonan menyerang sekutu Sang Tangan Kiri.


Sang Tangan Kiri memotong satu persatu rantingnya.


Dia menembakkan anak panah-anak panah beracun yang terbuat dari logam.

__ADS_1


Paman Altretes sibuk menghindari.


Saat menghindari itulah, Sang Tangan Kiri melaju dan tinggal dua sekutu menghadapi Altretes.


****


Mereka terus berlari.


"Dia mengikuti kita,"kata Suyira merasakan gerak kakinya


"Larilah saat kuberi kode dan ingat saat sampau ke pelindung kedua kastil Elfir pergilah ke arah Timur. Jalan lurus,"kata perdana mentri.


*****


Sang Tangan Kiri berhasil menyusul mereka.


Perdana mentri memberikan kode dan mereka berlari.


Sang Tangan Kiri langsung menghempas perdana mentri ke pohon.


Suyira berlari sekuat tenaga bersama Arey.


"Suyira, maafkan aku. Jika bukan karena aku, kau pasti bisa berlari lebih kencang,"kata Arey merasa bersalah


"Kalian mau kemana ? Siapa diantara kalian yang bernama Suyira"kata Sang Tangan Kiri


Arey tiba - tiba bergerak ke depan


"Jangan mengganggu temanku," kata Arey


" Ohh.. itu rupanya dirimu," kata Sang Tangan Kiri


"Berpencar," kata Arey


Mereka berlari berlawanan arah. Sang Tangan Kiri mengejar Arey dan berhasil menangkapnya. Sang Tangan Kiri memainkan tubuhnya di udara dan memutar - mutarnya kencang. Arey berteriak. Suyira mendengarnya dan berlari ke arahnya.


"Lepas... kan dia,"teriak Suyira gemetar sambil melepaskan tudung mukanya.


"Kubilang... jangan sakiti dia,"kata Suyira marah


"Lalu apa yang kau lakukan," kata Sang Tangan Kiri melemparkannya ke batu besar.


Suyira mengejar Arey dan menangkap tubuhnya dari depan.


Namun karena sangat kencang anginnya membuat dia sulit menghentikannya.


Saat sudah mendekati batu besar tersebut, Suyira menghancurkan batu tersebut. Saat Suyira lengah, tiba - tiba tanah yang dipijaknya berubah jadi pasir isap.


Suyira awalnya panik apalagi saat melihat tubuh Arey sudah hampir terisap semua.


Dia membuat air tanah dan hujan mengalir ke pasir isap.


Dia mengirim petir dalam jumlah yang banyak dan batu -batu beterbangan ke arahnya ke arah Sang Tangan Kiri sambil memberikan air penyembuh ke Arey.


Sang Tangan Kiri menjadi kewalahan.


Arey kembali siuman.


Suyira melilitkan akar pohon tubuh Arey dan membuat sebuah tandu.


Tandu dari akar tersebut dililitkan dengan cambuk air dan dia membawanya tubuh Arey dari atas sama seperti kejadian penculikan Tatra.


Suyira berlari sekuat tenaga menuju ke pelindung pertama kastil Elfir. Suyira sudah masuk ke dalam pelindung.


Saat Suyira mau masuk ke dalam ternyata dihalangi oleh penjaga pelindung kastil Elfir.


Mata mereka terlihat kosong dan Suyira tau mereka dipengaruhi.

__ADS_1


Suyira berusaha menghindari mereka.


Namun, mereka menggunakan kekuatan pikirannya membuat kepala Suyira dan Arey kesakitan.


Mereka berdua berteriak kencang dan berlutut.


Suyira berusaha berdiri dan menghempas tubuh mereka ke tanah.


Paman Edsel ditahan oleh penjaganya sendiri sehingga dia tidak bisa menyusul Suyira walaupun tau Suyira sudah masuk ke kastilnya.


****


Kastil Elfir


Tempat tinggal pemilik kekuatan pikiran.


Nama kotanya adalah kota grindelwald.


Terletak di kaki gunung Alps.


Kastil ini adalah induk dari semua kastil. Penduduknya jarang berbicara dan lebih banyak menggunakan kekuatan pikiran untuk berkomunikasi satu dengan yang lainnya.



Di dalam Kastil


"Ayah.. lebih cepat. Suyira dalam bahaya. Ayooo Ayahh," teriak Eldast menggunakan pikiran ke ayahnya.


"Eldast.. ayahmu lagi konsentrasi sebaiknya kau jangan mengganggu,"kata bibi Ruuyist


****


Suyira sudah kewalahan dan terus berjalan melewati perbukitan yang terjal.



Tiba - tiba Sang Tangan Kiri menyusul mereka dan menghempas Arey ke jurang.


Suyira menjadi marah dan sangat marah.


Sambil menangis dan mengusapnya dengan tangannya yang kotor.


Di menciptakan kabut hitam yang pekat turun dari langit dan kabut itu menghasilkan petir yang kecil, cepat dan mematikan.


Dia membuat jalan yang dilalui oleh Sang Tangan Kiri perlahan - lahan habis.


Dia menciptakan longsor bebatuan.


Sang Tangan Kiri berusaha melayang di udara dan menghempaskan Suyira sehingga hampir jatuh ke jurang.


Tangannya tidak kuat sehingga terlepas dari pegangan.


Suyira tiba - tiba bisa melayang di udara dan menciptakan kabut listrik ke arah Sang Tangan Kiri.


Sang Tangan Kiri kesulitan untuk bergerak dari kubangan kabut listrik.


Suyira dengan sisa tenaganya berlari menuju ke pelindung keempat, ketiga dan kedua.


Saat menuju ke kota Bath, hutan yang dilewatinya.


Suyira tidak melihat jalan lagi sehinga tersandung akar pohon dan berguling - guling ke bawah.


Kepalanya terbentur batu.


Suyira bangkit berjalan dengan kepala berdarah dan berjalan lurus ke sebuah rumah.


Rumah berpagar kayu. Ada berbagai bunga bewarna warni.

__ADS_1


Saat mau mengetok pintunya.


Suyira pun pingsan.


__ADS_2