Pasak Bumi

Pasak Bumi
Prosesi Pemakaman Langit dan Bumi


__ADS_3

Saat mataku terbuka, aku terbangun di sebuah kubah yang tertutup rapat dan gelap namun di bawah batu persegi banyak terdapat bunga anggrek dan lili.


Tiba-tiba batu itu terbuka dan cahaya menyilaukan masuk ke dalam kubah.


Empat paman datang menghampiriku, paman Teeran, paman Coeli, paman Edsel dan paman Fordd.


Aku langsung memeluk paman Fordd. Mereka mengajakku kembali ke dalam kastil Bumi.


Semua berjalan lambat di kastil Bumi.


Bibi Ariel membuat makanan yang enak untuk dimakan sore ini. Setiap harinya kastil Bumi selalu kedatangan tamu yang berbeda-beda.


Setiap paman-pemilik kastil-selalu datang berkunjung. Kadang datang bersama dengan istrinya masing-masing.


Paman Firye dan paman Eldard belum menikah sedangkan paman Fordd kehilangan istrinya karena sakit.


Semua istrinya pemilik kastil-bibi-ternyata adalah teman ibu saat mereka tinggal di biara.


****


Setiap sore, Tatra mengajakku ke pantai dan kami suka sekali menggulung ombak di tepi pantai.


Tiba-tiba bibi mengajakku ke tempat rahasianya. Saat Suyira mau pergi bersama bibi, Tatra pun akhirnya ingin ikut juga.


"Bibi, bolehkah Tatra ikut juga?"kataku.


Bibi berkata,"Tentu saja."


Suyira menarik tangan Tatra.


Bibi berkata tujuan mereka ada di dasar laut.


Oleh karena itu, kami harus menggerakkan air laut ke kiri dan ke kanan secara bergantian dan terus menerus.


Kemudian kami membelah air laut secara bersama-sama dan dapat melihat keberadaan tanah dan penghuni lautan.


Kemudian bibi Ariel mengajak kami ke sebuah terowongan di bawah laut begitu lembab dan tanpa cahaya.


"Suyira, obornya,"kata bibi Ariel.


"Oh ...",kata Suyira sambil memberikan obor ke bibi Ariel.


Bibi Ariel berkata,"Ini adalah tempat rahasia ibumu dan bibi."


Semakin kami berjalan melewati terowongan, cuacanya semakin dingin sehingga membuat tubuh kami menggigil.


Kemudian bibi berhenti di sebuah batu yang menghalangi langkah kami dan mengucapkan kalimat," Walaupun Langit penopang bumi,tanah pijakannya namun..,"


Tiba-tiba Suyira mengucapkan,"air hidupnya."


Bibi Ariel menoleh ke arahnya. Suyira meminta maaf karena memotong ucapan bibi.


Pintu itu akhirnya bergeser dan di dalamnya terdapat ruangan kecil yang atapnya berbentuk gubah besar.


Pencahayaan dari ruangan itu berasal dari cacing bom yang dimasukkan ke dalam sebuah tabung raksasa yang langsung terhubung ke luar gubah.

__ADS_1


Sementara Suyira dan Tatra takjub dengan hal tersebut, bibi menjelaskan jika di dalam tabung hanya ada cacing bom karena di dasar tabung terdapat algae-makanan cacing tabung- dan di atasnya di pasang sekat sehingga yang bisa masuk hanya cacing.


Sementara tabung yang lainnya terdapat ubur-ubur jengger yang juga bisa menghasilkan cahaya.


Di tengah gua terdapat tempat tidur yang terbuat dari lapisan tanah liat yang ditumpuk dengan kain linen.


Di dinding gua terdapat ceruk yang berfungsi untuk menampung air dari lubang kecil. Bibi ariel mengatakan bahwa airnya berasal dari danau di dasar lautan sehingga rasanya tidak asin.


Kemudian Tatra pun mencicipinya dan rasanya tawar .


Ruangan ini, terasa hangat berbeda saat menuju ke ruangan.


Kemudian Suyira melihat ada satu pintu lagi.


Suyira berkata,"Bibi pintu yang satunya menuju kemana?"


Bibi Ariel pun menjawab,"Jika kau menyusuri jalannya maka Suyira bisa sampai ke kastil paman Coeli.


"Ahh.. ,"kataku.


****


Kemudian kami pulang ke kastil, bibi Ariel masuk ke dalam kastil sambil mempersiapkan makanan sore sedangkan kami bermain di taman.


Taman yang sangat indah, bunga beranekaragam dengan warna-warna yang indah, terdapat ayunan yang terbuat dari ranting-ranting pohon dan angin yang berhembus.


Namun untuk menuju ke taman kami membutuhkan perjuangan karena jalannya sangat membingungkan.


Tiba-tiba paman Teeran menghampiri kami dan mengatakan bahwa persiapan sudah selesai.


"Persiapan apa paman?"kataku.


Suyira hanya diam tidak dapat menggambarkan perasaannya.


Paman Teeran mengerti dan mengatakan bahwa pemakamannya lusa ini dilaksanakan.


****


Kedua orangtua Suyira dimakamkan berdampingan di bawah pohon mahoni yang disampingnya terdapat danau.


Awalnya mereka diletakkan di bukit Monte Rosa untuk sementara sampai prosesi pemakamannya disiapkan.


Hadir dalam prosesi tersebut pemilik masing-masing kastil yaitu paman Teeran pemilik kastil bumi sekaligus tuan rumah, paman Coeli pemilik kastil Langit, paman Edsel pemilik kastil Elfir, paman Eldard pemilik kastil Ariel -tepatnya kastil Ariel Geneva- dan pemilik kastil Ariel yang lainnya juga menghadiri, paman Firye pemilik kastil Lighting yang memiliki hubungan yang renggang dengan kastil Langit namun tetap menghadiri prosesi pemakaman, paman Flyied pemilik kastil Fogyer, paman Fordd pemilik kastil Dark Forest yang memiliki hubungan yang kurang harmonis dengan pemilik kastil Bumi sebelumnya.


Mereka semua menyingkirkan egonya untuk menghadiri pemakaman kedua orangtua Suyira.


Tampak kesedihan di raut paman Fordd mengingat paman yang terakhir bertemu dengan ayahnya saat masih hidup.


Suyira dituntun oleh bibi Ariel menuju ke sebuah bangunan yang megah, atapnya berbentuk melengkung dan sangat tinggi, setiap tiang penyangga bangunan tersebut terdapat ukiran yang sangat indah dan sudah ada kursi panjang yang mengarah ke depan altar.


Saat menuju ke sana sudah banyak orang yang berdiri sisi kanan dan kiri jalan setapak yang dilaluinya.


Saat masuk ke dalam bangunan Suyira terkejut dengan banyaknya orang yang hadir, baik orang yang sudah lama dikenalnya ataupun yang baru dikenalnya baru-baru ini.


Peti dibawah oleh dua kereta kuda turun dari puncak Monte Rosa. Kereta terbuat dari kayu mahoni dan sulur daun cemara sebagai penopangnya yang masing-masing ditarik oleh dua ekor kuda putih.

__ADS_1


Petinya terbuat dari pohon oak dam setiap sisinya terdapat ukiran yang menandakan kemampuan yang dimilikinya.


Saat kereta sudah sampai ke pintu depan bangunan, tiba-tiba ada seseorang yang berjalan dari sisi hutan yang gelap menuju ke kereta dan berniat bersama yang lainnya mengangkat petinya ke altar.


Hal itu tentu saja tidak luput dari orang yang berada di dalam bangunan.


Saat paman Teeran berusaha menuju ke depan, Suyira memegang tangan pamannya dan berkata,"Aku mengenalnya dengan sangat baik, biarkan dia ikut membawa petinya. Paman Tuth yang membawa peti papa ke depan altar."


Paman Teeran akhirnya berkata dengan lantang sampai terdengar ke luar,"Lanjutkan prosesinya."


Paman Fordd memandang ke arah Suyira dan memgucapkan terima kasih.


Setelah prosesi pemakaman selesai, peti dibawah ke tempat peristirahatan terakhir mereka.


Di seberang danau, terdapat beberapa orang yang bersembunyi di balik pepohonan.


Suyira menyadari hal tersebut dan berkata,"Jika tidak terlalu menyakitkan bagi kalian untuk melihat terang, kalian boleh melihat kedua orangtuaku untuk terakhir kali. Seingatku, kalian adalah keluargaku."


Orang-orang yang dibalik pohon itu mendengar hal itu.


Awalnya mereka tidak bergeming kemudian ada langkah kaki anak perempuan menghampirinya dan memeluknya.


Hal ini membuat yang lainnya keluar dari persembunyian menggunakan pelindung mata.


Walaupun tidak terlihat bagaiman rupa dari matanya namun tetesan air mata mereka terlihat jelas dari pipi mereka.


Mereka adalah penghuni kastil Dark Forest.


Biasa hidup dalam hutan yang gelap bahkan matahari tidak dapat masuk ke dalam kastil mereka.


Hal ini membuat mereka sedikit terganggu dengan cahaya yang terang.


Takutnya akan kerusakan pada matanya sehingga mereka menggunakan pelindung mata.


Mereka adalah generasi baru, yang sudah terbiasa hidup dalam kedamaian.


Generasi sebelumnya hidup dalam peperangan.


Menyatakan perbedaan pendapat dengan peperangan. Hal ini sangat berbekas dari kakeknya Suyira sehingga tidak menerima satu pun garis keturunan kastil Dark Forest masuk ke dalam kastil Bumi.


Namun, saat terakhir hidupnya kakek mengubah mantra untuk setiap pelindung kastil bumi sehingga mereka bisa masuk.


Hal ini tentu saja, membuat penghuni kastil Dark Forest terkejut sekaligus terharu. Mengingat mereka masih keturunan langsung dari kastil Bumi.


Penerimaan yang hanya bisa dirayakan dengan kehilangan banyak orang. Penghuni kastil Dark Forest kehilangan kastilnya namun tidak kehilangan banyak penghuninya, perempuan dan anak-anaknya semuanya selamat hanya kaum laki-laki yang berusaha mempertahankan kastilnya yang tidak selamat.


Beda halnya dengan kastil Bumi dan Ligthing, aliansi kastil Fogyer yang hampir kehilangan semua penghuninya dan kastilnya, kastil Ariel Geneva yang kehilangan hampir separuh penghuninya.


Sementara itu kastil Ariel lainnya selamat karena peringatan dari kastil Ariel Geneva.


Kastil Elfir yang berbatasan langsung dengan kota Human semua penghuninya selamat karena Pasak bumi-papanya Suyira- membangun pelindung terakhir di kastil ini.


Tiba-tiba ada sosok yang berbeda yang menggunakan perahu melintasi danau untuk menuju ke pemakaman.


Saat yang lainnya berangsur-angsur meninggalkan pemakaman.

__ADS_1


Hanya keluarga terdekat yang masih disitu. Orang tersebut mendekat dan ternyata orang itu adalah human dan perempuan.


Bibi Ariel langsung memeluk orang tersebut dan menangis bersama-sama.


__ADS_2