
"Ikuti saya saja,"kata Forla memberikan petunjuk kepada Luxi dan Suyira
Mereka melewati jenis pohon tertentu yang anehnya penghuni kastil Dark Forest tidak menyadari kehadiran mereka.
Perjalanan mereka berlangsung dengan mulus.
Mereka sudah sampai ke pelindung kelima dimana penjaganya adalah penghuni kastil Langit.
"Kita turun,"kata Luxi
Mereka menuruni pohon dengan mulus.
"Mau kemana Luxi ?"kata penjaga pelindung terakhir karena Luxi membuka kerudung kepalanya.
"Hanya ingin latihan di padang bersama Celli dan Forla,"jawab Luxi
"Jangan terlalu lama nanti Langit tertinggi mencarimu,"kata penjaga tersebut
"Baiklah,"jawab Luxi
Luxi langsung bergerak ke arah padang rumput yang merupakan perbatasan terakhir dengan kastil Langit.
Mereka sudah sering melakukan hal ini bersama Forla dan Celli sehingga terlihat menjadi kegiatan rutin bagi mereka.
Penjaga jadi tidak mencurigai sama sekali.
"Kami akan menemanimu sampai ke rumah singgah dari sana nanti Rerast akan menjemputmu,"kata Luxi
"Mereka tidak curiga jika kakak akan melewati pelindung ini,"tanya Suyira
"Tidak adikku. Kami sudah sering melewati pelindung dan kembali lagi. Kurasa mereka akan kelelahan jika mengejarku terus,"jawab Luxi
"Suyira, aku tidak ikut,"kata Forla
"Aku tau kak. Terima kasih sudah hidup dan membantuku,"jawab Suyira tulus
Forla menangis untuk pertama kalinya
"Aku yang berterima kasih padamu untuk kehidupanku,"kata Forla
__ADS_1
Suyira menyeka air mata dari wajahnya dan berkata,"Kita masih kecil waktu itu dan hanya bisa bertahan hidup. Bukan keinginan kita semua ini terjadi."
"Kau benar adikku. Tetaplah selamat,"jawab Forla sambil memeluknya
"Iya kak,"bisiknya
****
Mereka meneruskan perjalanan menuju ke arah utara melewati salju yang tak kunjung mencair.
Kastil Langit jika terlihat dari jauh hanya pegunungan berwarna putih.
Namun penghuninya sudah berdamai dengan hal itu.
Mereka berjalan dengan cepat saat Suyira memegang lengan Luxi. Suyira menggunakan kekuatan udara.
Luxi memperhatikan sekitarnya untuk melihat apakah ada orang yang mengikuti mereka.
Perjalanan mereka berlangsung dengan mulus.
Mereka sudah sampai ke rumah singgah.
Letaknya 100 kilometer dari pelindung terakhir kastil Langit.
Mereka masuk ke dalamnya dan beristirahat. Suyira membuka tungku perapian hanya dengan mengeluarkan api dari ujung tangannya.
"Suyira.. apakah ayahmu mengajari kekuatan itu padamu ?"tanya Luxi
"Iya kak. Ayah takut jika tidak bisa menjagaku terus jadi dia mengajari hal itu denganku dan Rerast,"jawab Suyira
Luxi terlihat lega.
Saat mereka hanya memandangi perapian, suara deru mobil terdengar mendekat ke arah mereka.
"Sepertinya mereka sudah datang,"kata Suyira
__ADS_1
"Tunggu dulu. Jangan keluar. Siapa tau bukan dia yang datang,"jawab Luxi
Suyira menghentikan langkahnya dan melihat dari balik tirai jendela.
Sosok perempuan menggunakan pakaian human keluar. Wajahnya tidak kelihatan karena menggunakan topi klupuk, pelindung telinga dan kacamata yang tebal.
"Suyira... Ini Rerast,"kata Rerast menggunakan pikirannya
Suyira langsung membuka pintu dan memeluknya
"Maaf kami terlambat,"kata Rerast
"Ada masalah di jalan ?"tanya Luxi
"Tidak. Hanya sulit menyakinkan ayahku melakukan perjalanan jauh,"jawab Rerast
"Oke,"kata Luxi
"Baiklah. Ayoo kita berangkat,"kata Rerast
"Kak, aku pergi dulu,"bisik Suyira sambil memeluknya
"Berhati-hatilah,"jawab Luxi
Suyira dan Rerast naik ke dalam mobil yang dikendarai oleh sopir yang selalu mengantarkan Rerast ke sekolah dan kampus.
"Apa kabar neng ?"tanya sopir
"Baik pak. Bapak juga baik ?"tanya Suyira
"Iya dong neng,"jawab sopir
Kemudian masuk sosok laki - laki dan duduk di samping sopir.
"Kau ikut ?"tanya Suyira
"Iya. Lagipula mobil ini sejalan dengan arah rumahku,"jawab Eldast tersenyum
Suyira hanya terdiam dan memandang Rerast penuh arti.
__ADS_1
"Maaf. Sejak tau rencana kita, dia ingin ikut,"kata Rerast menggunakan pikirannya
"Ayo mang. Maaf mang tadi keluar sebentar,"kata Eldast