Pasak Bumi

Pasak Bumi
Pengkhianatan Meja Oval


__ADS_3

Kastil Lighting berada ceruk pegunungan yang memiliki satu gunung merapi.


Orang-orang di kastilnya memiliki rumah yang serupa dindingnya dari kayu namun daun pintunya terbuat dari komponen tanah liat keras yang berwarna keemasan. Setiap rumah ada bokor apinya.


Jika kastil utama daun pintunya dari emas dan setiap dindingnya terbuat dari campuran tanah liat dan batu pualam.


Paman Firye mondar mandir di ruangannya.


Wajahnya tampak serius dan keinginannya untuk melukis ditangguhkan.


Paman Firye seperti menunggu sebuah kabar dari seseorang.


Tiba-tiba seseorang yang berperawakan tinggi, badannya kekar, berkulit putih kemerahan keluar dari hutan dark forest menghampiri kastilnya.


Ternyata orang itu merupakan penjaga kastil Lighting.


"Bagaimana... apakah benar ?"kata paman Firye.


"Benar. Tidak salah lagi."kata penjaga itu.


"Kecurigaanku selama ini benar,"kata paman Firye dengan emosi yang bercampur aduk antara lega, marah dan benci.


"Aku meletakkan dia disampingnya untuk melindunginya. Bukan sebaliknya,"kata paman Firye gusar.


"Bagaimana kakak tau ?"kata paman Firest yang berdiri di samping mejanya.


"Warna nyala apinya. Yang hampir memiliki warna yang sama denganku dan penjaga pelindung dari kastil bumi memiliki luka bakar yang hampir sama dengan yang akan kutimbulkan,"kata paman Firye geram.


"Tapi ada yang aneh kak,"kata penjaga kastil Lighting.


"Katakan .. apa yang aneh,"kata paman Firye.


"Hanya ada dua darah di hutan tersebut. Satunya milik Langit dan satunya lagi tidak diketahui,"kata paman Firest.


"Tidak mungkin... ini tidak mungkin,"kata paman Firye.


"Ada apa yang tidak mungkin kak ,"kata paman Firest.


"Kakak, mau keluar sebentar. Jaga kastil kita. Saat aku pulang akan kuberitahu,"kata paman Firye.


Kastil Bumi


Paman Firye bergerak menuju ke kediaman bumi mau melewati pelindung pertama namun gagal.


Akhirnya memanggil penjaga pelindung pertama.


Paman menuju ke tempat perkelahian sebelumnya dan memegang tanah tempat penjaga yang terkapar.


Hanya ada satu penjaga yang meregang nyawa. Itu artinya tiga penjaga masih hidup.


Paman Firye terkejut kemudian melanjutkan perjalanannya hingga ke kastil utama bumi.


Menuju langsung ke ruang tamu dan bertemu dengan paman Teeran di taman belakang.


Paman Teeran lagi memotong tanamannya supaya tumbuhnya menjadi teratur dan indah. Walaupun paman Teeran membelakangi paman Firye tapi tau siapa tamu yang datang.

__ADS_1


"Akhir-akhir ini kedatanganmu bisa dikatakan seperti kunjungan keluarga,"kata paman Teeran tersenyum ke arah paman Firye.


Paman Firye selalu datang ke kastilnya untuk melihat keadaan Suyira dan sering juga makan di kastil bumi.


"Anggaplah seperti itu,"kata paman Firye sambil lalu


Paman Teeran sangat terkejut dengan jawaban paman Firye yang biasanya selalu bernada mengejek dan terkesan angkuh.


"Ada apa ini, Firye ?"kata paman Teeran heran dengan jawabannya.


"Bagaimana kondisi penjagamu yang terluka itu?"kata paman Firye dengan wajah yang serius.


Hal ini tentu saja membuat paman Teeran terkejut atas perhatiannya terhadap penjaganya.


Walaupun begitu paman Teeran menjawabnya,"Lagi memulihkan diri."


"Bisakah aku menemuinya?"kata paman Firye.


Akhirnya paman Teeran sudah tidak sabar dan bertanya,"Ada apa ini, Firye?"


"Aku belum bisa mengambil kesimpulan tetapi jika kutemui penjaga itu, aku bisa menemukan jawabannya."kata paman Firye tegas.


Rumah Pengobatan


Paman Teeran mengajaknya ke sebuah tempat yang terletak di tepi danau.


Bilik yang dindingnya terbuat dari kayu dan lantainya terbuat dari kaca dan di bawah kaca tersebut bisa dilihat berbagai jenis ikan dari danau tersebut.


Mereka menuju ke sebuah ruangan kecil beraroma daun-daun herbal yang ditempelkan di seluruh tubuh penjaga tersebut.


Penjaga tersebut lagi terjaga saat mereka datang.


"Sudah membaik,"jawab penjaga tersebut.


"Ada yang ingin kutunjukkan padamu. Tentang wajah seseorang. Memang prosesnya agak kurang mengenakkan. Apakah kau bersedia ?"kata paman Firye


Penjaga itu mengganggukkan kepala.


Paman Firye memegang lengannya dan menunjukkan empat wajah. Penjaga itu terlihat mengeryit kemudian terkejut melihat beberapa wajah yang ditunjukkan tadi.


"Apakah mereka ada di sana ?"kata paman Firye.


"Iya. Yang pertama sampai yang ketiga,"kata penjaga itu merasakan kebas di lidahnya.


"Apakah kau yakin ?"kata paman Firye


"Sangat yakin,"kata penjaga tegas


"Cukup. Itu lebih dari cukup. Terima kasih,"kata paman Firye sambil meninggalkan ruangan.


Paman Firye terlihat sangat syok dan kebingungan. Paman Teeran mengikutinya saja.


Paman Firye berjalan tidak tentu arah dan hampir limbung.


Paman Teeran berusaha membantunya namun ditepisnya.

__ADS_1


"Kenapa ... kenapa.. si brengsekkk ituu ... ,"kata paman Firye marah dan berteriak.


"Ada apa ini, Firye ?"kata paman Teeran


"Kau tau.. aku mempercayaimu..dan aku pun mempercayainya.. untuk melindunginya .. orang yang kucintai melebihi nyawaku sendiri,"kata paman Firye sambil mengacungkan tangannya ke arah paman Teeran dan tertawa hampa.


Hutan Dark Forest


Paman Teeran mengikutinya karena cemas dengan kondisi paman Firye.


Kemudian paman Firye berjalan sampai ke hutan Dark Forest menuju ke batas pelindung pertama kastil bumi -tempat Langit menghembuskan nafas terakhir- tanpa disadarinya.


Terduduk disitu dan terdiam.


Kemudian paman Firye akhirnya berkata,"Langit dikhianati oleh orangku sendiri. Aku menyuruhnya menjaganya. Orang yang membuat penjagamu terluka adalah si kurus, si jangkung dan si kekar. Mereka masih hidup dan berpihak padanya."


Paman Teeran tidak mempercayai dan hal itu terlihat dari wajahnya.


"Jika kau tidak percaya, silahkan kau temui penjagamu dan tunjukkan wajah mereka.


Pasti jawabannya sama,"kata paman Firye.


Paman Teeran kembali ke tempat penjaganya dan kembali ke tempat paman Firye yang masih terduduk lesu.


Paman Teeran terduduk di dekat pohon.


"Jangan katakan apapun,"kata paman Firye.


"Apa yang kita lakukan, Firye ? Apakah kita senaif itu ?" kata paman Teeran.


Penjaga langit adalah sahabat paman Firye, Teeran, Flyied dan Eldard.


****


Mereka bertemu saat sama - sama menjaga pelindung terluar seluruh kastil.


Saat paman Firye, Teeran, Flyied dan Eldard menjaga pelindung ketujuh maka mereka menjaga pelindung keenam.


Kondisi penjagaan yang tidak menentu membuat mereka selalu membantu satu dengan yang lainnya.


Mereka seperti saudara.


Mereka melakukan sumpah kesetiaan di meja bundar bahwa mereka akan menjaga satu dengan yang lainnya dan terakhir mereka meminta sahabatnya untuk menjaga Langit.


Meja bundar terletak di sebuah ruangan yang namanya oval room terletak di sebuah gua. Gua itu terletak di sebua hutan yang berlawanan dari hutan Dark Forest.


Sumpah yang dibuat di meja bundar sudah dilakukan oleh para leluhur seluruh kastil. Memiliki dampak yang sangat besar bagi yang mengkhianati sumpah itu.


****


"Kita benar - benar dibodohi oleh orang yang sudah kita anggap saudara sendiri. Kita meletakkan mereka sangat dekat dengan orang yang kita sayangi,"kata paman Firye.


"Adikku sendiri membunuh ayahku dan sahabatku sendiri membunuh adikku,"kata paman Teeran terlihat sedih, terpukul dan marah.


"Lalu menurutmu, bagaimana denganku ? Pamanku sendiri... memberikan anak satu-satunya untuk disembelih. Apa yang paling menyakitkan dari kematian selain menjadi human... sekarang sahabatku sendiri..aku membagi segalanya dengannya..,"kata paman Firye tertawa hampa.

__ADS_1


Paman Firye mendongakkan wajahnya ke atas memandang langit dan menangis.


Setelah matahari menghilang di balik pepohonan mereka akhirnya pulang ke kastil bumi.


__ADS_2