Pasak Bumi

Pasak Bumi
Sekolah Pilihan


__ADS_3

Di parkiran sepeda,


"Ituu jemputanku sudah datang,"kata Loli menunjuk mobil yang dikendarai ayahnya.


Ruby melambai ke arah Loli begitu pula Loli.


Ruby biasa naik sepeda menuju ke rumahnya.


Ditengah jalan sepedanya hampir disenggol oleh Tommy.


Tommy tertawa melihat Ruby hampir jatuh.


Ruby kesal dan tiba - tiba angin datang ke arah Tommy dan membuatnya terjatuh.


Ruby gantian tertawa.


"Suka denganku. Ada - ada saja,"batin Ruby setelah melewatinya.


****


"Bagaimana harimu di sekolah ?"kata bibi Robben


"Aman,"kata Ruby tersenyum


"Itu diatas meja ada kertas. Isian yang harus kau tuliskan untuk masuk ke SMP Perdjuangan,"kata bibi Robben


"Ohhh ...,"kata Ruby


"Ada apa Ruby ?Kau tidak suka sekolah disitu "kata bibi Robben


"Bukan tidak suka. Tapi temanku ke SMP lain. Ruby tidak punya teman disitu,"kata Ruby lesu


"Nanti kau pasti menemukan teman. Kalau tidak salah anak tetangga kita yang rumahnya di depan kita ini ke sekolah itu juga,"kata bibi Robben


"Tommy ...," kata Ruby dengan nada meninggi


"Kenapa ? Bukankah kalian satu kelas di sekolah ?"kata bibi Robben bingung


"Iya sihh... Bibi, aku lapar.. ,"kata Ruby mengalihkan pembicaraan


"Makanan sudah siap. Ganti baju, cuci tangan dan kaki,"kata bibi Robben


Ruby langsung naik ke atas.


****


"Kemana Rory, Bi ?"kata Ruby


"Ohh.. ke pantai," kata bibi Robben masih sibuk menyiapkan makanan


Ruby menyusul Rory ke pantai.


Rory menarik ombak dan menghempaskannya kuat - kuat.


"Apa yang terjadi sekolah ?"kata Ruby


"Kakak tau. Mereka cerita yaaa,"kata Rory menunduk


"Tidak. Hanya saja jika kakak kesal karena teman kakak, disini tempatnya kakak melampiaskan kekesalan,"kata Ruby

__ADS_1


"Kita berarti sama,"kata Rory terlihat senang


"Jadi ... siapa orangnya ?"kata Ruby


"Dia itu adalah teman sebangkunya Tammy. Duduk di depanku. Dia menyebalkan. Gara - gara dia jadi Rory masuk ke ruang kelapa sekolah,"kata Rory


Ruby tertawa


"Bukan kelapa sekolah. Kepala sekolah,"kata Ruby menjelaskan.


****


Kilasan di kelas


Rory masuk ke kelas. Rory melihat ada bangku kosong di sebelah anak perempuan kuncir dua. Saat dia melangkah ke arahnya, tiba - tiba anak perempuan kuncir dua itu melihat ke arahnya. Rory jadi berhenti.


"Mau duduk ?"kata anak perempuan kuncir dua.


Rory hanya mengangguk.


"Duduk saja,"kata anak perempuan kuncir dua


"Siapa namamu ?"kata Rory


"Fita. Kamu ?"kata Fita


"Rory,"kata Rory.


"Kamu bawa alat tulis ?"kata Fita sambil mengeluarkan alat tulisnya yang berwarna merah.


"Iya. Bawa,"kata Rory mengeluarkan alat tulisnya berwarna pink.


"Alat tulismu bagus. Perkenalkan namaku Tammy"kata Tammy membalikkan badannya untuk melihat alat tulis mereka.


"Namaku Fita,"kata Fita.


Percakapan mereka terhenti karena bu guru masuk. Setelah itu, mereka istirahat.


Mereka istirahat tetap di dalam kelas dan saling bertukar makanan.


"Fita, lihat pensilku ? Tadi di sini,"kata Rory menunjuk mejanya.


"Tammy ada lihat,"kata Fita.


Tammy merasa tidak enak dan menunjuk teman sebangkunya. Rory melihat pensilnya di tangan anak laki - laki itu. Rory berdiri di sampingnya


"Itu pensilku,"kata Rory


"Bukan.Ini pensilku,"kata anak laki - laki itu.


Rory berusaha merebutnya.


"Kembalikan,"kata Rory


"Tidak,"kata anak laki - laki itu


Rory menarik pensil itu dan akhirnya jatuh ke lantai. Rory marah dan menarik rambutnya.


Anak laki - laki itu membalas. Mereka jadi tontonan anak - anak lain.

__ADS_1


Bu guru datang dan melerai mereka. Namun, tidak ada yang mau mengalah dan mengaku.


Mereka diajak ke ruang kepala sekolah.


"Bapak, ada waktu ? Sebentar saja,"kata guru tadi


"Belum pergi,"kata kepala sekolah.


"Belum. Ada masalah di kelas,"kata guru


"Bawa kesini. Pergilah,"kata kepala sekolah


Masuk Rory bersama anak laki - laki tadi. Mereka menceritakan versi masing - masing.


"Sejak kapan kau punya pensil warna pink,"kata Kepala Sekolah berbicara ke anak laki - laki itu.


"Hari ini," kata anak laki - laki itu ngotot


"Sekarang katakan apa ciri - ciri pensil ini,"kata Kepala Sekolah


"Warnanya pink gambar bunga - bunga,"kata anak laki - laki itu


"Bagaiman menurutmu ?"kata Kepala Sekolah


"Warna pink, ada bunga - bunga dan diujungnya ada huruf RR,"kata Rory


Kepala Sekolah memberikan pensil kepada Rory.


"Ini memang punyamu,"kata Kepala Sekolah


"Aku lupa tadi,"kata anak laki - laki itu


"Jika itu barangmu, mana mungkin kamu lupa tanda seperti itu. Apa perlu bapak bertanya dengan ibumu. Apakah benar, pernah memberikan pensil warna pink untuk anak laki - lakinya,"kata Kepala Sekolah


"Jangan. Nanti ibu marah,"kata anak laki - laki itu menunduk


"Jadi sekarang kamu mau mengakuinya. Baguslah. Minta maaf,"kata Kepala Sekolah


Mereka saling minta maaf.


Saat itu, kelas satu kosong karena semua sudah pulang. Saat anak laki - laki itu dijemput ibunya, dia tersenyum ke arahnya.


****


"Kak, bisa kita pindah sekolah ?"kata Rory


"Tidak mungkin. Bibi pasti marah,"kata Ruby lesu


Ruby akhirnya ikut menghempas ombak.


****


"Ibu, Eldast ingin sekolah ke kota Bath,"kata Eldast


"Tidak mungkin,"kata Bibi Ruuyist


"Oke. Kalau begitu bisa Eldast minta kepada ayah,"kata Eldast menggunakan pikirannya


Bibi Ruuyist tau jika anaknya sedang mengancamnya untuk memberitahukan kepada suaminya jika Suyira ada di kota itu.

__ADS_1


"Baiklah. Tapi ingat hanya ada satu sekolah yang cocok untuk kita,"kata Bibi Ruuyist


"Oke,"kata Eldast senang.


__ADS_2