
Setelah Arga melakukan aksinya dengan menggelitik pria paruh baya itu, pria paruh baya yang memiliki nama Brojo itu menurut seperti hewan peliharaan kepada Arga, dia sangat jinak dan menjawab semua pertanyaan Arga.
Informasi yang didapatkan Arga dan Nilawati sangatlah penting, diantaranya adalah, kelompok Topeng Ungu ini berasal dari kerajaan Singaparna.
Kerajaan Singaparna adalah kerajaan yang berbatasan dengan arah Timur dari kerajaan Kalingga. Kerajaan ini adalah salah satu kerajaan yang bernaung di bawah kekuasaan kerajaan Kalingga.
"Tidak kusangka kerajaan Singaparna ingin melepaskan diri dari kerajaan Kalingga setelah kerajaan Kalingga mengalami peristiwa pemberontakan yang menyebabkan mereka mengalami sedikit perubahan dan kemunduran." Arga berdecak kesal sekaligus berdecak kagum kepada kerajaan Singaparna yang memanfaatkan situasi dan kondisi dengan tepat.
Sebenarnya Arga tidak ingin terlalu jauh ikut campur masalah politik, tetapi setelah melihat kerajaan Singaparna bukan hanya ingin melepaskan diri melainkan menghancurkan dan meruntuhkan kerajaan Kalingga tentu Arga tidak bisa berdiam diri.
Kerajaan Kalingga adalah tempat orang-orang terdekatnya, selain itu dia terlahir di kawasan kerajaan Kalingga, tentu itu saja sudah cukup untuk membuat Arga ikut campur. Ditambah lagi dengan pembunuhan yang dilakukan mereka membuat Arga memang harus ikut andil dalam hal ini.
Informasi yang tidak kalah mengejutkannya adalah munculnya pendekar-pendekar sepuh yang membantu kerajaan Singaparna dalam melakukan aksinya.
Sebenarnya Arga ingin terus menggali informasi dari pria paruh baya itu, tetapi setelah mengatakan dua hal itu, pria paruh baya itu menggigit lidahnya sampai dia kehilangan nyawanya.
Setelah mendengar beberapa informasi tersebut Arga dan Nilawati memutuskan untuk beristirahat dulu karena memang hari sudah menunjukkan kegelapan.
Arga dan Nilawati duduk bersila, keduanya melakukan meditasi untuk memulihkan kondisi dan pikirannya.
*****
Di tengah hutan, kelima sosok yang menjadi pemimpin dari kelompok Topeng Ungu sedang berdiskusi hangat setelah mereka mendapat laporan ada satu kelompok mereka yang hilang.
"Kita harus bertindak lebih hati-hati, seperti sudah ada yang mengetahui rencana kita." Pria bertopeng itu bersuara berat, sepertinya dia adalah seorang pria yang sudah tua.
"Kau benar Kakang, aku akan meningkatkan penjagaan di sekitar sini." Pria bertubuh gempal mengangkat suaranya, dari perawakannya dia adalah seorang pria paruh baya.
"Aku juga akan terus melanjutkan pembantaian di Desa-desa terdekat." Seorang pria kurus yang juga seperti seorang pria paruh baya.
"Kalau begitu aku akan mengabarkan hal ini kepada Yang Mulia." Kali ini suara pria itu seperti seorang pemuda yang masih berusia dibawah 30 tahunan.
"Aku akan mengabari kelompok kita yang lain." Suara seorang wanita muncul dari balik topeng itu.
__ADS_1
Ternyata dugaan Arga sebelumnya adalah benar bahwa mereka tidak bergerak hanya dalam satu kelompok melainkan memiliki banyak yang sudah tersebar di berbagai daerah kerajaan Kalingga.
Setelah berdiskusi cukup lama, akhirnya kelimanya menjalankan tugas mereka masing-masing.
*****
Keesokan harinya pagi-pagi sekali, Arga dan Nilawati sudah terbangun dari tidurnya. Keduanya memutuskan untuk langsung bergerak menuju tengah hutan kembali untuk melakukan rencana yang telah mereka buat tadi malam.
Sebelum pergi Arga memutuskan untuk mengabari pihak kerajaan dengan menghubungi Ayu lewat pesan telepati.
Memang sebelumnya Arga sudah menyuruh Ki Sungkur untuk melaporkan hal ini, tetapi akan butuh waktu beberapa hari bahwa seminggu lebih untuk pria paruh baya itu sampai di kerajaan Kalingga.
"Ayu..." Arga memusatkan pikirannya untuk menghubungi Ayu.
*****
Di kerajaan Kalingga tepatnya di kediaman Jagad Kelana dan Ayu, terlihat Ayu sedang duduk dan menggendong bayinya, Aji.
Saat dia sedang asyik bercanda dengan bayinya itu, tiba-tiba ada suara keluar dari pikirannya. Ayu langsung memusatkan pikirannya dan menyambut suara itu.
"Iya, Ayu! Ada masalah yang cukup besar." Arga langsung menjawab pertanyaan Ayu.
"Masalah apa Kakang?" Ayu terkejut, keningnya mengerut, selama ini dia mengetahui bahwa Arga tidak akan melibatkannya jika itu bisa diatasi seorang diri.
"Masalah ini cukup rumit," Arga mulai menjelaskan secara detail dan jelas kepada Ayu dari semua yang dia ketahui.
Setelah mendengar semua penuturan dari Arga, Ayu tentu saja tidak bisa tidak terkejut.
"Ini... Masalah ini sangat besar, Kakang." Ayu setuju dengan Arga, bahwa masalah ini sangatlah besar dan harus segera dilaporkan kepada pihak kerajaan.
"Ayu, walaupun ini adalah masalah besar, Kau tidak boleh panik." Arga menenangkan adiknya, "Kau juga tidak boleh turut membantu, Kau harus menjaga keponakanku dengan baik." Arga mengingatkan bahwa adiknya itu tidak perlu terlalu fokus dengan masalah ini. Dia hanya perlu fokus untuk merawat anaknya.
"Aku mengerti, Kakang. Aku akan segera melaporkan hal ini kepada Yang Mulia." Arga dan Ayu menutup sambungan mereka. Dan Ayu segera pergi ke istana untuk mengabari Raja Jatmiko dan yang lainnya.
__ADS_1
******
"Ada apa Saudari Ayu?" Salah satu Tumenggung yang melihat gelagat Ayu langsung menyapanya. Tidak biasanya dia melihat wanita itu bersikap demikian.
"Aku ingin bertemu dengan Yang Mulia Raja. Ada sesuatu yang sangat penting inginku sampaikan." Ayu tidak ingin berbasa-basi, dia mengetahui ini adalah masalah yang sangat besar.
Tumenggung itu menyipitkan matanya, keningnya mengerut, dia sangat penasaran dengan informasi yang akan disampaikan Ayu.
"Tapi, Yang Mulia Raja sedang mengadakan pertemuan penting dengan Mahapatih Angga dan yang lainnya. Yang Mulia berpesan tidak ada yang boleh mengganggunya." Tumenggung itu menjadi serba salah.
"Walaupun informasi ini berkaitan dengan rencana keruntuhan kerajaan Kalingga untuk kedua kalinya sekalipun?" Ayu menjadi sedikit emosi, tetapi dia menahannya karena Tumenggung itu hanya menjalankan perintah.
"Itu..." Tumenggung itu menjadi semakin serba salah.
"Aku tidak dapat memutuskannya, tetapi kurasa jika saudari Ayu mengatakan ini berkaitan dengan saudara Arga mungkin bisa." Tumenggung itu memberi saran, dia mengetahui betul bahwa Raja Jatmiko sangat menghormati Arga.
Senyuman merekah dari bibir Ayu, dia mengetahui apa yang harus dilakukannya. Dia langsung berjalan menuju tempat pertemuan Raja Jatmiko dan Mahapatih Angga serta yang lainnya berlangsung dan diikuti oleh Tumenggung yang sebelumnya berbicara dengannya.
*****
Di aula pertemuan, Raja Jatmiko dan yang lainnya sedang membahas sesuatu yang sangat serius. Terlihat dari raut wajah mereka yang sangat tegang.
"Maaf mengganggu Yang Mulia." Ayu bersujud sambil menggendong bayinya, Aji.
Yang pertama kali bereaksi adalah suaminya, Jagad Kelana, "Ada apa Dinda, apa yang kau lakukan?" Jagad Kelana menegur istrinya itu.
"Maafkan kelancangan Hamba Yang Mulia, tetapi Hamba ingin memberitahukan informasi yang diberitahukan oleh Kakang Arga."
Mendengar nama Arga semua orang tidak berkata apa-apa. Baik Raja Jatmiko maupun yang lainnya mempersilahkan Ayu untuk menyampaikan Informasinya.
"Jadi, informasi ini berkaitan dengan rencana kehancuran kerajaan Kalingga untuk kedua kalinya Yang Mulia." Ayu langsung membahas ke intinya sedangkan yang berada di sana menahan nafas mereka.
*****
__ADS_1
Kalian bisa mendukung Author melalui Karyakarsa. com/BangDen. Pembayaran bisa dilakukan via Gopay, Transfer Bank, Ovo, juga Alfamart.
Terima kasih.