Pendekar Pedang Tujuh Naga

Pendekar Pedang Tujuh Naga
Akhir Perseteruan


__ADS_3

Pertarungan antara Arga dan Seta kembali terjadi untuk yang ketiga kalinya. Seta sendiri datang dengan angkuh dan sombongnya berkata akan melenyapkan Arga kali ini. Dengan membawa kekuatan yang baru, dia merasa tidak akan terkalahkan lagi.


Sedangkan di sisi lain, Arga masih memperlihatkan kemampuan yang sama dengan saat bertarung melawan Seta sebelumnya. Arga masih menyembunyikan kekuatannya yang sebenarnya.


Sementara semua orang yang ada disana hanya bisa terpaku diam, bahkan untuk menarik nafas sekalipun mereka tidak bisa dengan cepat.


Hawa dingin mulai merembes ke segala penjuru, ketika tapak Arga dan Seta bertemu.


Suara keras dari benturan terjadi dan membuat orang yang mendengarnya menutup telinga.


"Pertarungan yang sangat dahsyat." Pemikiran semua orang sama, mereka menganggap ini adalah pertarungan yang paling dahsyat yang mereka lihat selama hidup.


Bagi para penonton yang berasal dari manusia biasa, pertarungan ini adalah bencana dan dapat membuat mereka ikut merasakan dampaknya.


Sedangkan untuk para pendekar, ini adalah sesuatu yang sangat penting untuk dinikmati. Sesuatu yang jarang terjadi di dunia persilatan sekalipun.


Bagaimana tidak? sekali tapak Arga bertemu dengan Seta maka akan ada ledakan besar disekitar mereka.


Arga sudah menggunakan jurus Desendria nya, dia bisa menirukan jurus-jurus Seta. Tetapi hal itu terasa sia-sia, karena Seta selalu mengubah-ubah pola serangannya.


Arga yang merasa bahwa menggunakan jurus Desendria tidak akan berbuat banyak akhirnya menggunakan Ajian Serat Jiwa tingkat ketiga 'Ajian Serat Lawang Sekateng' yang mana bisa memukul lawan dari jarak jauh.


Tetapi tentu saja tidak berhasil, Seta bukan hanya tidak terkena pukulan itu tetapi dia bahkan tidak bergerak dari tempatnya dan pukulan Arga melenceng sejauh kurang lebih 50 cm meter dari tubuh Seta.


"HAHAHA, teruskan!" Seta berteriak dengan angkuhnya.


Sementara Arga yang masih penasaran dengan pukulannya yang seakan-akan menghantam perisai pelindung gaib, mengulang pukulannya. Tetapi benar saja, pukulannya memang melenceng dari tubuh Seta.


Arga cukup terkejut melihat hal itu, dia mundur 2 langkah dari tempatnya berdiri sebelumnya.


"Kenapa? Kau terkejut?" Ucap Seta sambil menaikkan alisnya dan tersenyum tipis.


"Benar, aku cukup terkejut dengan kemampuanmu sekarang." Arga menjawab jujur, dia memang terkejut dan sedikit kagum melihat jurus dari Seta.


"HAHAHA, asal kau tahu saja. Jurus yang kugunakan ini bernama Jurus Lembu Sekilan." Seta memberitahukan nama jurusnya itu, karena dia merasa Arga tidak akan sanggup melawannya.

__ADS_1


"Apa...?" Para pendekar yang menyaksikan hal itu lebih dahulu terkejut dibandingkan Arga. Bagaimana tidak? Jurus Lembu Sekilan adalah jurus pertahanan yang paling kuat. Konon jurus ini dapat membuat pukulan maupun senjata lawannya menjadi melenceng dari tubuh penggunanya.


"Sekarang aku mengerti kenapa pukulanku tidak bisa mendarat di tubuhmu." Ucap Arga, dia juga mengetahui tentang jurus Lembu Sekilan dari gurunya, Mawar Bidara.


"Jika pukulan dan senjataku tidak bisa menembus pertahannya, apa perlu aku gunakan jurus itu?" Arga membatin, dia sekarang sedang memikirkan sesuatu.


"Ah, akan kubuat dulu dia kelelahan." Sambungnya.


Arga seakan-akan tidak perduli dengan jurus Lembu Sekilan itu, dia terus melanjutkan serangannya kepada Seta. Sedangkan Seta menyambutnya dengan baik.


*****


Satu jam telah berlalu, sekarang baik Arga maupun Seta sudah mengeluarkan senjata mereka masing-masing.


Arga mengeluarkan Pedang Tujuh Naga sedangkan Seta menggunakan Pedang Pencabut Nyawa.


Penonton yang melihat hal itu kembali kesulitan bernafas. Bagaimana tidak? Pedang Pencabut Nyawa adalah salah satu pedang terkuat di dunia persilatan sedangkan Pedang Tujuh Naga, walaupun belum pernah melihatnya digunakan tetapi mereka mengetahui bahwa senjata itu adalah senjata kelas Dewa.


Sementara itu, Nilawati yang dari awal menyaksikan pertarungan antara Arga melawan Seta hanya bisa terdiam dan terus berdoa.


*****


Arga maupun Seta maju, keduanya mengeluarkan jurus dari pedang mereka masing-masing.


Arga menggunakan jurus Pedang Tujuh Naga tingkat pertama, Pedang Naga Membelah Samudra. Sedangkan Seta mengeluarkan jurus Pedang Pencabut Nyawa, Menggores Luka.


Hasil dari benturan kedua pedang itu menciptakan cahaya berwarna biru kehitam-hitaman dan menghantam tanah maupun pohon yang ada di dekat keduanya.


Jurus demi jurus pedang dikeluarkan oleh keduanya tetapi tidak ada yang berhasil mendarat di tubuh masing-masing. Hanya Arga yang terkena dua pukulan dari Seta, sedangkan Seta belum terkena satupun serangan Arga.


Kemudian Arga menggunakan jurus pedang tingkat tujuh, Pedang Naga Penghancur Dunia sedangkan di sisi lain Seta juga mengeluarkan jurus pedangnya, Pedang Pencabut Nyawa.


Aura pekat berwarna biru dan hitam berbenturan. Kali ini lebih dahsyat daripada yang sebelumnya. Ledakan-ledakan yang dihasilkan pun lebih besar daripada sebelumnya. Bahkan tanah yang tadinya rata, kini sudah banyak lubang di sekitarnya. Pohon-pohon yang tadinya berdiri tegak dengan kokoh kini sudah hancur maupun patah.


Para penonton baik Pendekar maupun manusia biasa sudah lama menjauh mundur dari tempat mereka sebelumnya.

__ADS_1


*****


Pertarungan antara Arga melawan Seta terus berlanjut, Arga sudah menggunakan jurus pedangnya berubah menjadi tujuh tetapi tetap tidak mampu menghadapi Seta. Sementara Seta juga sudah mengeluarkan semua jurus pedangnya dan menuai hal yang sama.


Arga bahkan sudah mengeluarkan Naga Bergola Biru untuk menghadapi Seta tetapi masih tetap tidak bisa. Bahkan Seta mampu melukai Naga Bergola Biru.


Arga hanya bisa menebak itu karena jurus Lembu Sekilan yang didapatkan Seta.


Arga tidak bisa lagi, akhirnya dia menggunakan jurus yang selama ini dia pelajari, Ajian Serat Jiwa tingkat kesepuluh.


Memang sehari sebelumnya, Arga sudah bisa menguasai dengan sempurna Ajian Serat Jiwa sampai tingkat akhir.


Sebenarnya jika hanya menghadapi para peserta Turnamen Arga tidak akan mengeluarkan jurusnya itu. Tetapi kali ini situasinya berbeda.


Arga yang juga sudah berhasil membuat Seta kelelahan, sebenarnya memang itu tujuan utamanya. Sekuat apapun Seta, tetapi dia juga manusia pasti memiliki stamina dan tenaga dalam yang terbatas.


"Tidak kusangka, aku akan menggunakan Ajian Serat Jiwa tingkat sepuluh dalam situasi seperti ini. Dan dalam sehari setelah menguasainya." Arga membatin, dia hanya bisa tersenyum pahit.


Sementara itu Seta merasakan kejanggalan, sebenarnya dari tadi dia merasa bahwa Arga ingin menguras tenaganya. Ternyata tebakannya benar, dia hanya bisa mengerutkan dahinya.


Tidak menunggu waktu lagi, Arga langsung berteriak dengan lantang dan mengeluarkan gerakan aneh, "Hiyaaahhhhhh."


Arga maju dan langsung menempelkan keduanya tangannya di dada Seta. Dia mengeluarkan Ajian Serat Jiwa tingkat sepuluh, Ajian Serat Netra Dahana. Yang mana bisa menyerap kekuatan dan kesaktian lawan sampai ke akar-akarnya.


Seta terkejut, sebenarnya dia tidak menghindari serangan Arga karena merasa Jurus Lembu Sekilan bisa menahannya. Tetapi pemikiran Seta salah, dia tidak ingat bahwa tenaga dalamnya sudah terkuras jauh.


"Kenapa... Kenapa ini?" Seta panik, dia tidak mengira bahwa kekuatan dan tenaga dalamnya akan tersedot oleh Arga.


Akhirnya setelah beberapa saat kemudian, Seta tewas dan tubuhnya gosong sebelum setelahnya hancur menjadi abu.


Arga menghela nafas panjang dan menggelengkan kepalanya, lalu berkata, "Dua kali kau kuberi ampunan dan aku berharap kau akan mengubah haluan. Tetapi ternyata tidak demikian. Itu adalah ganjaran yang pantas untukmu." Setelah berkata demikian Arga membalikkan badannya dan terbang ke arah Nilawati.


*****


Kalian bisa mendukung Author melalui Karyakarsa. com/BangDen. Pembayaran bisa dilakukan via Gopay, Transfer Bank, Ovo, juga Alfamart.

__ADS_1


Terima kasih.


__ADS_2