Pendekar Pedang Tujuh Naga

Pendekar Pedang Tujuh Naga
Semidang Rindu Binasa


__ADS_3

"Siapa kalian?" Semidang Rindu, menjadi waspada, dia bisa merasakan kekuatan yang dahsyat terpancar dari kedua pemuda-pemudi dihadapannya.


Arga dan Nilawati menggelengkan kepalanya, mereka hanya tersenyum tipis menanggapi pertanyaan dari Semidang Rindu.


Semidang Rindu yang tidak dijawab pertanyaannya menjadi naik pitam, "Bedebah..." Teriaknya. Dia langsung menyerang Arga dan Nilawati.


Arga dan Nilawati menyambut serangan itu dengan mudah, benturan demi benturan dari pertemuan tapak mereka menciptakan suara yang cukup keras dan ledakan-ledakan disekitar mereka.


Sementara itu, Sekar Wangi berlari ke arah Pandan Wangi untuk menyadarkannya sambil memegangi dadanya yang masih terasa sakit.


"Setelah bertukar beberapa jurus, baik Semidang Rindu maupun Arga dan Nilawati memundurkan langkah mereka. Ketiganya mengatur nafas dan saling mengukur kekuatan.


"Luar biasa, kedua orang ini memiliki tenaga dalam yang sangat tinggi di usianya yang masih muda." Batin Semidang Rindu, "Apalagi pemuda itu." Sambung batinnya.


Sementara Arga juga bergumam dalam hatinya, "Tenaga dalam wanita ini, hampir setara dengan tenaga dalam yang dimiliki Seta.


Di sisi lain Nilawati juga berkata dalam hatinya, "Tenaga dalamnya sangat tinggi, aku sendiri tidak akan sanggup melawannya.


"Nila, kau bantu saja Sekar Wangi itu menyadarkan kakaknya, wanita ini biar aku yang mengurusnya." Perintah Arga.


"Tapi..." Belum sempat dia menyelesaikan kata-katanya, tiba-tiba Semidang Rindu berkata, "Pandan Wangi, sampai kapan kau hanya diam saja, cepat serang wanita di dekatmu." Semidang Rindu menunjuk ke arah Sekar Wangi dan Pandan Wangi.


Mata Pandan Wangi tiba-tiba bersinar dan seketika itu dia menyerang Sekar Wangi.


"Sadar Kak, ini Sekar." Teriak Sekar Wangi yang berusaha menyadarkan Pandan Wangi. Tetapi Pandan Wangi tidak bergeming, dia tetapi menyerang Sekar Wangi. Nilawati dengan terpaksa menuruti perintah Arga untuk membantu Sekar Wangi.


"Hati-hati Arga, jangan sampai kau menatap matanya." Nilawati memperingati Arga. Dia menyadari bahwa Semidang Rindu sangat berbahaya.


"Baiklah..." Balas Arga sambil menganggukkan kepalanya.


Arga kembali memfokuskan perhatiannya kepada Semidang Rindu, tetapi dia juga tetap berusaha untuk tidak menatap mata wanita itu dengan waktu yang lama.


Arga maju dan menyerang Semidang Rindu dengan tangan kosong. Benturan-benturan tangan mereka kembali menciptakan suara yang cukup keras dan ledakan-ledakan disekitar mereka.


Sementara itu, Nilawati sudah berada disamping Sekar Wangi, keduanya berhadapan dengan Pandan Wangi. Selain menyerangnya, Sekar Wangi terus menyadarkan Pandan Wangi.

__ADS_1


Serangan demi serangan tercipta antara Nilawati dan Sekar Wangi yang berhadapan dengan Pandan Wangi. Dari benturan serangan mereka juga menciptakan suara yang cukup keras dan ledakan-ledakan.


"Bukkk..." Nilawati berhasil mendaratkan satu pukulannya ke arah dada Pandan Wangi dan membuat wanita itu terpukul mundur.


Nilawati dan Sekar Wangi tidak menyia-nyiakan kesempatan itu, mereka maju dan menyerang Pandan Wangi.


"Bukkk..." Sekar Wangi tidak sengaja memukul kepala Pandan Wangi, seketika itu juga ada perubahan dari Pandan Wangi.


Pandan Wangi memukul-mukul kepalanya sendiri dan tak lama kemudian dia tersadar dari sihir yang diberikan Semidang Rindu.


"Adik Sekar." Ucapnya sambil berjalan mendekati Sekar Wangi dan Nilawati.


"Kakak..." Sekar Wangi juga mendekati Pandan Wangi.


"Hati-hati..." Nilawati memeringati Sekar Wangi.


Akhirnya tangan Pandan Wangi dan Sekar Wangi bertemu, kemudian mereka berpelukan.


"Kakak..."


"Adik..."


Akhirnya ketiganya menyaksikan pertarungan antara Arga dan Semidang Rindu.


"Ckkkk." Semidang Rindu berdecak kesal, karena Pandan Wangi sudah terbebas dari sihirnya.


Kemudian dia mengalihkan pandangannya kepada Arga dan langsung kembali menyerangnya.


Pukulan demi pukulan, tapak demi tapak keduanya bertemu menghasilkan ledakan-ledakan.


"Bukkk." Arga berhasil mendaratkan satu pukulannya kepada Semidang Rindu. Satu pukulan itu berhasil membuat Semidang Rindu terpukul mundur dan mengeluarkan darah segar dari bibirnya.


Semidang Rindu memegangi dadanya, dia kemudian menggerakkan tangannya dan berkata, "Jurus Pemikat Hati." dia mengedipkan matanya.


Arga yang dari tadi menatap ke arah Semidang Rindu, akhirnya terkena Jurus Pemikat Hati.

__ADS_1


Pikiran Arga tiba-tiba menjadi dipenuhi kata-kata Semidang Rindu.


"Turuti perintah Semidang Rindu... Turuti perintah Semidang Rindu..." Kata-kata itu terus terdengar di dalam kepalanya. Pandangannya menjadi kabur dan akhirnya dia kembali membuka mata, tetapi sekarang dia sudah dibawah perintah Semidang Rindu.


"Pendekar muda, serang tiga orang gadis itu." Teriak Semidang Rindu.


"Baik ratu." Balas Arga, dia mengangguk kemudian langsung menyerang Nilawati, Sekar Wangi dan juga Pandan Wangi.


Ketiga menyambut serangan Arga dengan susah payah. Hal itu dikarenakan serangan Arga sangat lincah dan cepat.


"Bukkk... Bukkk. Bukkk..." Arga berhasil mendaratkan satu pukulannya masing-masing kepada Nilawati, Sekar Wangi dan Pandan Wangi.


Sementara itu, Semidang Rindu menyaksikan pertarungan keempat orang itu. Dia tersenyum dan tertawa-tawa lantang.


"Pukul kepalanya, maka dia akan tersadar dari Jurus Pemikat Hati." Teriak Pandan Wangi.


Nilawati dan Sekar Wangi mengangguk, ketiganya kembali menyerang Arga. Tetapi bukanlah hal yang mudah untuk mendaratkan pukulan ke Arga, apalagi ke kepalanya itu sangatlah sulit.


Selain menyerang, Nilawati terus berteriak menyadarkan Arga. Tetapi usahanya sia-sia, Arga tidak bergeming dan terus menyerang mereka.


Serangan demi serangan tercipta diantara Nilawati, Sekar Wangi dan Pandan Wangi melawan Arga, tetapi mereka tetap tidak bisa mendaratkan satu pukulan pun ke kepala Arga.


Tak lama kemudian, Sekar Wangi dan Pandan Wangi sudah berhasil Arga kalahkan, keduanya tidak bisa bangkit lagi. Tersisa hanyalah Nilawati.


Nilawati juga menjadi putus asa, dia menangis sambil menyerang Arga. Tetapi saat sebelum tangan Arga mendarat di tubuh Nilawati, tiba-tiba Arga tersenyum kepadanya dan berkata, "Nila, kau sangat cantik saat menangis seperti itu." Ternyata Arga sudah sadar saat Nilawati memanggil namanya. Entah mengapa ikatan keduanya sudah sangat erat. Hanya dengan teriakan Nilawati saja, Arga sudah berhasil terlepas dari Jurus Pemikat Hati. Mungkin itulah yang dinamakan cinta sejati.


"Jadi... Kau mempermainkanku?" Nilawati menjadi kebingungan, "Hmp..." Dia mendengus kesal karena Arga mempermainkannya.


Sementara itu, Semidang Rindu menjadi panik dan kebingungan karena ternyata Arga sudah lama terlepas dari Jurusnya. Sebelumnya tidak ada orang yang bisa dengan mudah melepas Jurusnya itu.


Tidak bisa menunggu lagi, Semidang Rindu kembali menyerang Arga dan Nilawati.


Tetapi dengan gabungan keduanya, tak lama mereka berhasil memojokkan Semidang Rindu dan berhasil mendaratkan masing-masing satu pukulan kepadanya.


Semidang Rindu yang menyadari bahwa dia tidak akan bisa menang melawan Arga dan Nilawati akhirnya memilih untuk kabur. Tetapi tentu saja Arga tidak membiarkannya, dia mengeluarkan Jurus Penghancur Langit, seketika itu juga cahaya berwarna biru keluar dari tangannya dan menuju ke arah Semidang Rindu. Saat cahaya itu mengenai tubuh Semidang Rindu, cahaya itu meledak dan Semidang Rindu hancur tiada sisa.

__ADS_1


Arga dan Nilawati menghela dan mengatur nafas mereka, kemudian berjalan ke arah Sekar Wangi dan Pandan Wangi. Keduanya membantu mereka berdiri dan Arga meminta maaf karena melukai Sekar Wangi dan Pandan Wangi. Dia juga mengatakan alasannya, ternyata dia ingin membuat Semidang Rindu menjadi lengah.


Sekar Wangi dan Pandan Wangi mengangguk dan berterima kasih kepada Arga dan Nilawati, kemudian mereka berkenalan.


__ADS_2