Pendekar Pedang Tujuh Naga

Pendekar Pedang Tujuh Naga
Jurus Aneh


__ADS_3

Pertempuran pihak kerajaan dan pemberontak begitu dahsyat, baik para prajurit melawan murid perguruan aliran hitam yang dibantu pasukan perampok maupun pendekar-pendekar tingkat tinggi dari kedua belah pihak.


Mayat-mayat yang tewas tidak bisa dihitung lagi. Bau amis segera memenuhi tempat pertempuran itu.


Di arah Utara terlihat dua orang yang sedang kewalahan, kedua orang itu adalah Tumenggung Jaya Sakti dan Tumenggung Braja Geni. Keduanya sedang menghadapi Suryawi dan Saksono. Kedua Tumenggung itu sedang tidak dalam keadaan yang menguntungkan.


"Bukkk..." Tumenggung Jaya Sakti akhirnya terpental akibat serangan Suryawi. Walaupun Suryawi hanya menggunakan tangan kosong sedangkan Tumenggung Jaya Sakti menggunakan keris, tapi ilmu kanuragan Suryawi di atas Tumenggung Jaya Sakti.


"Hahaha... Ternyata hanya segini kemampuan petinggi-petinggi kerajaan Kalingga yang merupakan kerajaan terbesar di daerah sini, sungguh disayangkan." Suryawi tertawa lantang dan meremehkan Tumenggung Jaya Sakti.


"Cih... Jangan besar kepala dulu Suryawi." Balas Tumenggung Jaya Sakti yang terlihat geram karena diremehkan.


"Kau akan lihat kemampuanku yang sebenarnya." Ucap Tumenggung Jaya Sakti dengan dingin.


Tumenggung Jaya Sakti meletakkan kerisnya di depan mukanya, seketika itu juga keris itu memancarkan cahaya. Suryawi yang melihat hal itu memundurkan kakinya selangkah.


"Hm... Kelihatannya keris itu akan membahayakan." Batin Suryawi saat memandangi cahaya yang dikeluarkan oleh keris yang dipegang oleh Tumenggung Jaya Sakti.


Tetapi Suryawi tidak gentar, dia malah tersenyum sumringah.


"Bagus, kalau begitu berikan aku hiburan. Aku juga akan mengeluarkan kemampuanku yang sebenarnya." Balas Suryawi sambil merapalkan sebuah mantra dan mengangkat tangan kanannya ke atas. Dan seketika itu juga keluar cahaya kehitaman dari tangannya.


Saat keris Tumenggung Jaya Sakti sudah berhenti mengeluarkan cahaya, Tumenggung Jaya Sakti mengarahkan kerisnya ke arah Suryawi, keris itu melepaskan cahaya dan segera menyerang.


Suryawi juga tidak mau kalah, dia juga melepaskan cahaya dari tangannya, kemudian yang terjadi selanjutnya kedua cahaya itu bertemu di tengah dan menghasilkan ledakan serta suara yang dahsyat.


Tidak berhenti disitu saja, keduanya kembali melepaskan cahaya dan kembali bertemu di tengah.


Tetapi perbedaan di antara mereka, Tumenggung Jaya Sakti masih terkena dari serangan itu. Tenaga dalamnya tidak mampu mengimbangi tenaga dalam Suryawi. Akhirnya Tumenggung Jaya Sakti merasakan dadanya sesak dan tak lama kemudian dia menghembuskan nafas terakhirnya.


Tumenggung Braja Geni yang melihat Tumenggung Jaya Sakti tewas menjadi sangat murka. Dia menjadi kehilangan kendalinya menyerang Saksono dengan membabi buta. Tetapi tentu saja ilmu kanuragan Saksono lebih tinggi daripada Tumenggung Braja Geni, apalagi lebah-lebah beracun yang dikeluarkan Saksono sangat menyulitkan gerakannya.


Suryawi berniat membantu Saksono untuk mempercepat membunuh Tumenggung Braja Geni, tetapi saat dia hendak terbang dia di hentikan oleh seorang pemuda yang tidak dikenalnya.

__ADS_1


Arga yang melawan empat orang sekaligus ternyata bukan saja tidak gentar melainkan masih bisa tertawa.


"Sudah ku bilang, kekuatan yang menentukan bukan mulut." Dia sedang menertawakan empat orang yang sedang terbaring di tanah.


"Cih... Kami belum kalah anak muda." Jawab salah satu lawan dari Arga.


Keempatnya kembali bangkit, mereka mengelap darah yang keluar dari mulut mereka. Mereka kemudian maju menyerang Arga dengan pola teratur.


Arga tidak kesulitan melawan keempat orang itu, dan Akhirnya keempatnya tewas ditangan Arga.


Arga menghela nafas panjang dan dia melihat keberbagai arah. Saat itulah dia melihat Tumenggung Jaya Sakti sudah tewas ditangan Suryawi.


Dia terbang kesana dan berniat menyerang Suryawi.


"Berhenti pak tua, mari bermain-main denganku, jangan ganggu pertarungan antara Tumenggung Braja Geni dan pak tua itu." Arga menunjuk ke arah Tumenggung Braja Geni dan Saksono yang masih bertarung.


"Cih... siapa kau!? Berani sekali bersikap seperti itu kepadaku." Ucap Suryawi yang menghentikan gerakannya saat melihat Arga menantangnya.


Tumenggung Braja Geni yang melihat kedatangan Arga akhirnya bernafas lega, sebelumnya dia khawatir akan melawan Saksono dan Suryawi tetapi dengan kedatangan Arga maka dia akan memfokuskan perhatiannya kepada Saksono.


Arga maju menyerangnya dengan tangan kosong dan disambut Suryawi juga dengan tangan kosong. Dari benturan tapak keduanya terdengar suara yang keras.


Suryawi dan Arga sama-sama mundur, setelah pertemuan tapak keduanya dapat mengukur kemampuan masing-masing.


"Ternyata tenaga dalamnya tinggi juga." Batin Arga setelah pertemuan tapaknya dengan Suryawi. Arga masih bersikap tenang, karena dia masih optimis bisa memenangkan pertarungan itu.


Di sisi lain, Suryawi tampak terkejut ketika melihat Arga dapat mengimbangi tenaga dalamnya, bahkan dia menebak tenaga dalam Arga lebih tinggi darinya.


"Tenaga dalamnya setidaknya mengimbangi bahkan lebih dariku. Aku tidak bisa meremehkannya." Batin Suryawi.


Suryawi menghela nafasnya, pemuda yang didepannya itu pasti akan merepotkannya.


"Kalau begitu aku akan mengeluarkan jurus Kera Sakti Mengamuk." Batin Suryawi sambil menggerakkan tangan dan kakinya.

__ADS_1


Keterkejutan Suryawi tidak berakhir disitu saja, saat dia hendak maju menyerang menggunakan jurus Kera Sakti Mengamuk Arga menertawakannya.


"Hahaha... Mau menyerangku dengan jurus Kera Sakti Mengamuk. Bahkan kau belum sempurna menguasai jurus itu pak tua." Ucap Arga sambil tersenyum sinis.


"Biar aku tunjukkan jurus Kera Sakti yang benar." Arga mulai bergerak dengan lincah, dia menunjukkan jurus Kera Sakti yang sempurna kepada Suryawi.


"Apa-apaan." Suryawi berteriak kencang dan terkejut, karena jurus Kera Sakti Mengamuk adalah jurus turun temurun yang hanya dikuasai ketua-ketua perguruan Tapak Lima Jari.


Di sisi lain Arga hanya tertawa-tawa kecil, akhirnya dia dapat menggunakan jurus ini. Ini pertama kalinya Arga mengeluarkannya setelah mempelajarinya.


"Tidak perlu terkejut begitu pak tua, keluar kan semua jurusmu, nanti akan aku tunjukan yang sempurna."


Suryawi mengerutkan dahinya, dia masih memikirkan darimana Arga mempelajari jurus Kera Sakti Mengamuk.


Saksono tidak begitu kesulitan menghadapi Tumenggung Braja Geni dengan bantuan lebah-lebah beracun.


Akhirnya Tumenggung Braja Geni terkena racun lebah itu dan dengan cepat racunnya menyebar ke jantung. Akhirnya Tumenggung Braja Geni tewas ditangan Saksono.


Saksono yang melihat Suryawi tampak mematung, langsung bergerak menuju kesana.


Saat dia sampai dia menepuk pundak Suryawi.


"Ada apa Suryawi!? Kenapa kau tidak menyerangnya."


Suryawi tiba-tiba tersadar, dia langsung melirik ke arah Saksono.


"Hati-hati, jangan meremehkannya. Dia memiliki tenaga dalam yang tinggi. Selain itu dia juga mempunyai jurus yang aneh." Balas Suryawi yang sudah tersadar dari pemikirannya.


"Aneh... Aneh bagaimana?" Tanya Saksono dengan heran.


"Coba kau keluarkan jurusmu, kau akan mengetahuinya." Jawab Suryawi sambil mendengus kesal karena Saksono tidak mempercayainya.


Saksono yang penasaran akhirnya membuat kuda-kuda dan menyiapkan jurus yang akan dikeluarkannya.

__ADS_1


Arga terus memandangi Saksono, dia dapat melihat gerakan-gerakan yang akan dikeluarkan oleh Saksono.


__ADS_2