Pendekar Pedang Tujuh Naga

Pendekar Pedang Tujuh Naga
3 Setan dari Gua Sangkar Kembali


__ADS_3

Di dalam sebuah gua terlihat 2 orang laki-laki dan seorang perempuan yang sedang duduk dan meminum arak.


Seorang laki-laki bertubuh tinggi dan berotot serta memiliki wajah yang sangat seram dan ada bekas luka di pipinya. Laki-laki itu bernama Logender, usianya sekitar 40 tahunan. Disampingnya seorang laki-laki bertubuh gempal dan kepalanya gundul tidak memiliki rambut sehelai pun. Laki-laki itu bernama Sengkuni, usianya sekitar 30 tahunan. Dan seorang wanita yang berambut panjang bewarna merah, wajahnya cantik serta memiliki selendang berwarna merah yang terlingkar di lehernya. Wanita itu bernama Lasmini, usianya sekitar 20 tahunan. Ketiga orang itu lebih dikenal dengan sebutan 3 Setan dari Gua Sangkar.


Laki-laki yang bernama Logender itu berjalan ke arah 2 orang wanita yang terlihat berusia 17 tahunan.


"Gadis manis, besok kami akan pergi lagi ke Desamu untuk menemui ayahmu dan meminta tebusan. Jika mereka tidak bisa menebusmu, maka kami akan menjualmu, hehehe." Logender berbicara kepada salah satu gadis yang ada didepannya. Gadis itu adalah putri dari Kepala Desa.


"Cuih..." Gadis itu meludahi wajah Logender dan menatapnya dengan tatapan hina.


"Bunuh saja aku, jangan kau peras orang tuaku dan warga desaku." Gadis itu memberanikan dirinya. Dia merontah-rontah ingin melepaskan ikatan yang ada ditubuhnya.


Gadis yang lainnya tidak berkata apa-apa selain menangis terus menerus.


Logender naik pitam, dia mencekik leher gadis yang meludahi itu.


"Mati kau..." Logender menguatkan cekikannya, putri Kepala Desa sudah membuka mulutnya karena kesulitan bernafas.


Tapi beruntung nyawa gadis itu tidak melayang, tiba-tiba Lasmini menghentikan cekikan dari Logender.


"Kakang berhenti! Tahan emosimu." Lasmini melepaskan tangan Logender dari leher gadis malang itu.


"Cih..." Logender mendengus kesal, "Beruntung kau, Lasmini masih menghentikanku, kalau tidak sudah jadi mayat kau disini." Logender menunjuk wajah gadis itu dan berbalik badan. Logender kembali duduk di tempatnya sebelumnya.


"Hati-hati!!! Jaga bicaramu kalau kau masih ingin melihat matahari." Lasmini memperingatkan gadis itu.


Gadis malang itu hanya terdiam, dia tidak berani mengeluarkan kata-kata sedikitpun. Dia saling bertatapan dengan gadis yang ada disebelahnya, yang menjadi korban penculikan itu juga. Gadis disebelahnya itu adalah Cucu dari Ki Sudarsono dan Nyi Siem.


*****

__ADS_1


Di Desa Wonosari, Arga dan Nilawati mengikuti Ki Sudarsono untuk menemui Kepala Desa.


"Pak Kades..." Ki Sudarsono memanggil Kepala Desa, tak lama kemudian seorang pria paruh baya yang berumur sekitar 40 tahunan membukakan pintu. Dia terlihat berwibawa dan memiliki karismatik yang tinggi.


Yah, pria itu adalah Kepala Desa, Desa Wonosari. Dia bernama Adi Braja.


"Apa apa Ki?" Adi Braja terlihat terkejut dengan kedatangan Ki Sudarsono yang membawa dua orang pemuda-pemudi yang sama sekali tidak ia kenali.


"Ah... Maafkan aku! Mari masuk dulu." Adi Braja mengajak Ki Sudarsono serta Arga dan Nilawati memasuki kediamannya.


Setelah duduk, Adi Braja menanyakan maksud kedatangan Ki Sudarsono yang membawa Arga dan Nilawati bersamanya.


"Silahkan di minum." Kepala Desa menunjuk teh yang telah dihidangkan oleh istrinya.


Ki Sudarsono, Arga dan Nilawati pun meminumnya untuk menghargai Kepala Desa. Setelah itu Ki Sudarsono menyampaikan maksud kedatangan mereka, "Ini Kepala Desa, perkenalkan Kisanak yang ada disebelah saya bernama Arga dan Nisanak yang berada di sebelahnya adalah Nilawati. Mereka berdua adalah sepasang pendekar. Mereka berniat membantu kita menghadapi 3 Setan dari Gua Sangkar."


Adi Braja memandangi Arga dan Nilawati dari atas sampai bawah. " Hem... Benarkah mereka seorang pendekar, selain pedang yang ada dipunggung pemuda itu tidak ada yang memperlihatkan mereka sebagai pendekar." Kepala Desa terlihat ragu dengan apa yang dikatakan oleh Ki Sudarsono.


Arga menaikkan alisnya, tetapi dia tidak mengambil hati dari pertanyaan Kepala Desa, karena memang penampilannya dan Nilawati hanya seperti pemuda-pemudi Desa.


"Kami akan berusaha semampu dan sebisa kami." Nilawati menanggapi pertanyaan dari Kepala Desa.


"Baiklah kalau begitu, terima kasih Kisanak, Nisanak. Kami akan memberikan imbalan yang pantas." Kepala Desa berpikir bahwa tidak ada pertolongan yang gratis.


"Hem... Kami tidak membutuhkan uang kalian. Kami tidak kekurangan uang. Kami berniat membantu Anda karena kami ingin membantu Ki Sudarsono." Arga sedikit tersinggung dengan perkataan Kepala Desa.


Kepala Desa menyadari dia telah salah bicara, sebenarnya perkataannya tidak salah untuk orang lain, tetapi untuk Arga dan Nilawati itu pengecualiannya.


Kepala Desa meminta maaf karena kesalahannya, tapi dia berjanji tetap akan memberikan imbalan kepada Arga dan Nilawati.

__ADS_1


Kepala Desa juga mengatakan bahwa 3 Setan dari Gua Sangkar akan kembali ke Desa Wonosari beberapa hari lagi.


Setelah berbincang-bincang cukup lama, Ki Sudarsono mengajak Arga dan Nilawati untuk kembali kerumahnya.


Mereka pamit kepada Kepala Desa dan memberi hormat.


3 hari kemudian, 3 Setan dari Gua Sangkar benar-benar datang ke Desa Wonosari. Mereka membawa anak Kepala Desa serta Cucu dari Ki Sudarsono.


Kepala Desa menyuruh istrinya untuk pergi ke rumah Ki Sudarsono untuk memberitahukan kedatangan mereka, sedangkan Kepala Desa menemuinya.


"Kepala Desa, cepat serahkan tebusan yang kami inginkan, lalu kami akan menyerahkan putrimu." Logender membuka suara.


Kepala Desa panik, karena sampai sekarang Arga dan Nilawati belum terlihat.


Istri Kepala Desa keluar dari pintu belakang, dia berlari sekuat tenaga untuk cepat sampai ke rumah Ki Sudarsono.


"Ki... Ki Sudar, Ki..." Istri Kepala Desa berteriak dengan kencang sambil nafas terputus-putus.


"Ada apa buk Kades." Ki Sudarsono keluar rumahnya dan menenangkan istri Kepala Desa. Arga, Nilawati dan Nyi Siem menyusul di belakangnya.


"Anu Ki... Itu... Anu..." Nafas istri Kepala Desa masih terputus-putus.


"Tenang buk Kades... Tenangkan dulu dirimu..." Ki Sudarsono kembali menenangkan istri Kepala Desa.


Setelah mengatur nafasnya, istri Kepala Desa menjelaskan apa yang ingin dia sampaikan.


Ki Sudarsono dan Nyi Siem mengerutkan dahi mereka, wajah mereka terlihat panik dan takut karena istri Kepala Desa mengatakan 3 Setan dari Gua Sangkar juga membawa Putrinya sekaligus Cucu dari Ki Sudarsono.


Arga langsung menepuk pundak Ki Sudarsono, "Ki kalau begitu, aku dan Nilawati akan pergi dulu kesana mempelajari keadaannya. Ki Sudarsono dan Nyi Siem serta istri Kepala Desa menyusul saja nanti." Arga mengajak Nilawati untuk bergegas pergi menuju kediaman Kepala Desa.

__ADS_1


Tak butuh waktu lama, Arga dan Nilawati berhenti agak jauh dan melihat banyak warga yang berkumpul untuk menyaksikan kejadian itu. Kepala Desa terlihat pucat pasih seperti tidak memiliki darah.


Lalu pandangan Arga berpindah kepada 3 orang yang sedang terlihat begitu angkuh serta sombongnya. Arga menebak bahwa ketiga orang itulah 3 Setan dari Gua Sangkar.


__ADS_2