Pendekar Pedang Tujuh Naga

Pendekar Pedang Tujuh Naga
Melanjutkan Perjalanan (Arc 1 End)


__ADS_3

Setelah pertempuran antara pasukan kerajaan dan pemberontak selesai, semua pemberontak yang tersisa ditangkap dan dijebloskan ke penjara untuk diadili. Pendekar-pendekar aliansi aliran hitam ada juga yang bisa melarikan diri, terutama Parwati pendekar pengguna racun.


Tidak ada kebahagiaan di istana walaupun meraih kemenangan. Selain banyak prajurit yang tewas dan terluka, petinggi-petinggi kerajaan pun ikut tewas terutama sang raja Kertikeyasinga.


Pangeran Jatmiko adalah orang yang paling terpukul akibat pemberontakan ini, ayah, ibu dan saudara-saudaranya ikut tewas dalam pemberontakan ini.


Sehari kemudian, diadakan pembakaran besar-besaran terhadap jasad-jasad yang gugur.


Semua orang yang memiliki keluar sebagai prajurit diberikan kompensasi yang cukup. Pihak dari aliansi perguruan aliran putih juga diberikan kompensasi yang besar.


Seminggu kemudian, pangeran Jatmiko naik tahta menjadi raja menggantikan raja sebelumnya.


Setelah selesai penobatan, pangeran Jatmiko mengangkat anak-anak dari mendiang-mendiang Tumenggung yang tewas menggantikan jabatan ayah mereka.


Pangeran Jatmiko juga menjadikan Patih Angga sebagai Mahapatih dari kerajaan Kalingga sekaligus menjadi penasihat raja.


Tidak lupa juga yang mulia raja Jatmiko memberikan kompensasi terhadap Arga dan keempat temannya.


Raja Jatmiko kemudian memberikan gelar pahlawan Kerajaan Kalingga kepada Arga dan yang lainnya karena kontribusi mereka yang sangat besar.


Raja Jatmiko kemudian menawarkan Arga menjadi Patih kerajaan Kalingga, tetapi segera ditolak dengan halus oleh Arga. Arga juga beralasan ingin melanjutkan pengembaraannya.


Raja Jatmiko menerima keputusan Arga, dia juga berpesan jika Arga mendapat kesulitan Arga bisa meminta bantuannya dan kerajaan Kalingga maka mereka akan membantu.


Nilawati mengatakan akan mengikuti Arga mengembara, dan Arga menerimanya.


Di sisi lain Jagad Kelana menerima tawaran Raja Jatmiko menjadi tabib kerajaan setelah meminta saran dari Arga. Jagad Kelana juga meminta restu kepada Arga untuk menikahi Ayu dan akan menetap di istana.


Arga menerima permintaan itu, dan Ayu juga menerima lamaran Jagad Kelana.

__ADS_1


Bedul dijadikan seorang Tumenggung oleh raja Jatmiko dan dia menerimanya.


Seminggu kemudian, mereka melaksanakan peradilan kepada pihak pemberontak yang tertangkap dengan hukuman mati.


Seminggu kemudian lagi, diadakan pesta pernikahan Jagad Kelana dan Ayu Ratih Permana.


Setelah sebulan dari tragedi pemberontakan raja Jatmiko memerintahkan untuk mencari keberadaan pihak aliansi perguruan aliran hitam yang membantu pangeran Andiko, tetapi ternyata tidak ada lagi yang tersisa. Mereka sudah meninggalkan kawasan kerajaan Kalingga.


Seminggu kemudian, Arga dan Nilawati berpamitan untuk melanjutkan perjalanan mereka.


"Arga, kau sudah kuanggap sebagai saudara, jika kau kesulitan kau hanya perlu meminta bantuan maka kerajaan Kalingga akan bergerak membantumu." Ucap raja Jatmiko sambil memeluk Arga, kemudian dia memberi hormat kepada Arga.


Arga juga memberi hormat kepada raja Jatmiko.


Arga juga berpesan kepada raja Jatmiko untuk menjadi raja yang arif dan bijaksana. Raja Jatmiko mengangguk dan berjanji kepada Arga.


Arga juga berpesan kepada Jagad Kelana untuk menjaga Ayu dengan baik. Jagad Kelana mengangguk dan berjanji kepada Arga.


Ayu yang dari tadi sudah menahan air matanya Akhirnya memeluk Arga. Memang ini bukan pertama kali Arga akan meninggalkannya tetapi tetap saja dia merasakan kesedihan.


"Kakang, jangan lupa untuk sering-sering menemui Ayu disini." Ucap Ayu sambil mengelap air mata di pipinya yang mengalir.


"Nila, tolong kau jaga kakang Arga dengan baik dan menemaninya dalam keadaan apapun." Ayu melirik dan ke arah Nilawati dan juga memeluknya.


Nilawati mengangguk dan berjanji kepada Ayu.


Akhirnya Arga dan Nilawati meninggalkan istana dan semua orang mengantarnya sampai depan gerbang istana. Keduanya diberikan kuda oleh raja Jatmiko.


Semua orang hanya terus memperhatikan punggung Arga dan Nilawati yang lama-kelamaan menghilang dari pandangan.

__ADS_1


Setelah beberapa saat berjalan, Arga menghentikan langkah kudanya. Dia melirik ke arah Nilawati, "Mau kemana sekarang kita Nila." Tanya Arga.


"Aku tidak tahu, kita ikuti saja arah angin mau membawa kita kemana. Aku hanya merasa, perjalanan kali ini akan sangat menyenangkan." Balas Nilawati sambil tersenyum lebar kepada Arga.


Mereka berdua kemudian melanjutkan perjalanan dengan memacuh kuda mereka masing-masing.


Mereka pergi ke arah timur dan berharap akan mendapatkan pengalaman dan memberantas kejahatan.


Arga dan Nilawati tidak sadar, nama mereka terkenal dengan cepat baik di kalangan dunia persilatan maupun di kalangan manusia biasa.


Raja Jatmiko menyebarkan informasi menggunakan orang-orangnya.


Arga dijuluki dengan sebutan Pendekar Pedang Tujuh Naga. Tentunya julukan itu diberikan karena pedang yang dipakainya.


Jagad Kelana diberi gelar Raja Obat. Julukan itu disematkan kepadanya karena memang dia lebih unggul dalam hal pengobatan.


Nilawati mendapat julukan Dewi Kipas, kipasnya yang selalu dibawanya dan menjadi senjata utamanya. Kipas itu dapat mengeluarkan angin-angin yang sangat kencang dan banyak lagi kegunaannya.


Ayu mendapatkan gelar Dewi Tombak Sakti karena dia bertarung selalu menggunakan tombaknya. Jurus-jurusnya sangat jarang ditemui dan sangat sulit untuk ditandingi.


Bedul dijuluki dengan Pendekar Gundul Gila karena memang setiap bertarung Bedul seperti orang yang gila.


*****


**N.A


Terima kasih sudah mengikuti perjalanan Arga. Terus tunggu aksi Arga selanjutnya ya, akan banyak petualangan-petualangan dan pertarungan-partarungan lagi.


Jangan lupa like, komen, share dan vote untuk menambah semangat author.

__ADS_1


Arc 1 End**


__ADS_2