
Pertarungan Naga Bergola Biru dan Siluman Kera tidak bisa dihindarkan lagi. Arga sudah menjauh dari tempat pertarungan. Dia menyaksikan semuanya dari jarak jauh karena tekanan dari kedua makhluk itu sangatlah kuat.
Siluman Kera masih berwujud seperti manusia, sedangkan Naga Bergola Biru dalam wujud aslinya.
Naga Bergola Biru yang memulai serangan dulu, dia menyemburkan api dari mulutnya. Api itu berwarna merah kebiru-biruan, setiap target yang terkena oleh api itu akan terbakar.
Serangan pertama Naga Bergola Biru tidak mengenai siluman Kera, serangan itu hanya mengenai tanah saja. Tetapi saat menyentuh tanah api itu tidak hilang, melainkan masih terus berkobar.
Selain menyerang dengan api, Naga Bergola Biru juga menyerang menggunakan ekornya, sesekali ekornya di kibas-kibaskan ke arah siluman Kera.
Siluman Kera selain menghindari serangan-serangan Naga Bergola Biru juga menangkisnya. Benturan dari serangan keduanya menghasilkan ledakan-ledakan yang sangat dahsyat. Pohon-pohon di sekitar mereka banyak yang tumbang, tanah-tanah banyak yang berlubang dan batu-batu banyak yang hancur.
"Baaammm..." Ekor Naga Bergola Biru mengenai batu besar yang siluman Kera tempati sebelumnya, seketika itu juga batu itu menjadi hancur lebur.
Serangan demi serangan tercipta antara keduanya dan pada akhirnya Naga Bergola Biru berhasil mendaratkan satu pukulan dari ekornya ke arah dada siluman Kera.
"Bukkk..." Siluman Kera terpental akibat terkena serangan dari ekor Naga Bergola Biru.
"Huh..." Siluman Kera menghela nafas panjang, "Aku memang tidak bisa mebghadapimu dengan wujud seperti ini." Setelah berkata demikian, Siluman Kera berubah wujud menjadi Kera raksasa seperti sebelumnya, saat pertama kali dia menghalangi jalan Arga.
"Baguslah, ayo kita mulai lagi. Aku sudah merindukan pertarungan seperti ini." Balas Naga Bergola Biru, setelah berkata demikian Naga Bergola Biru kembali menyemburkan api dari mulutnya. Siluman Kera menangkis api itu dengan kedua tangannya dan luar biasanya, ketika api itu mengenai bulu siluman Kera api itu tiba-tiba menghilang, tidak seperti terkena target lainnya.
"Kau masih seperti dulu, pertahananmu masih sangat baik." Naga Bergola Biru mengambil jarak dari Siluman Kera.
"Kau terlalu memuji." Balas siluman Kera, setelah berkata demikian dia mengangkat tangannya dan diayunkannya ke arah Naga Bergola Biru.
"Baaammm..." Pukulan siluman Kera hanya mengenai tanah, seketika itu juga tanah menjadi berlubang sedangkan Naga Bergola Biru cukup gesit untuk mundur menghindari serangan itu.
Sementara itu, Arga yang menyaksikan pertarungan kedua makhluk itu dari jauh menggeleng-gelengkan kepalanya. Dia sangat kagum melihat kemampuan kedua makhluk itu. Tidak ia pungkiri, memang dia belum mampu mengalahkan siluman Kera itu.
__ADS_1
Di sisi lain dia juga berdecak kagum dengan kekuatan Naga Bergola Biru, Arga yang tidak bisa menang dari Siluman Kera maupun mengimbanginya, Naga Bergola Biru dengan mudahnya bisa mengimbangi.
Mata Arga kali ini terbuka lebar, bagaimana tidak? Saat ini ekor Naga Bergola Biru dan tangan siluman Kera berbenturan. Dari benturan itu menciptakan gelombang kejut yang Arga menonton dari jauh sekalipun terkena golombangnya. Arga melompat mundur dan terbang dari tempatnya berdiri sebelumnya yaitu batu besar, seketika itu juga batu itu hancur lebar.
"Huh..." Arga menghela nafas panjang, "Untung saja aku bisa cepat menghindar. Kalau tidak..." Arga menggeleng-gelengkan kepalanya.
Saat ini Naga Bergola Biru dan Siluman Kera sedang berpandangan. Setelah benturan dari ekor Naga Bergola Biru dan tangan siluman Kera bertemu, keduanya mengambil jarak.
"Bagaimana, mau dilanjutkan?" Tanya Siluman Kera, "Tentu saja..." Balas Naga Bergola Biru dengan cepat.
Lagi, lagi dan lagi, keduanya terus bertukar serangan. Naga Bergola Biru selain melepaskan api dari mulutnya, mengibas-ibaskan ekornya juga meghantamkan kepalanya. Bila kepalanya mengenai target, maka akan hancur. Sementara itu Siluman Kera juga tidak mau kalah, dia terkadang menggunakan tangannya, terkadang menggunakan kakinya dan juga terkadang melepaskan api dari mulutnya serta mengibas-ibaskan ekornya.
Pertarungan keduanya berlangsung selama 6 jam an. Kali ini baik tubuh Naga Bergola Biru maupun tubuh siluman Kera sudah banyak luka-luka.
Saat keduanya hendak bertukar serangan lagi tiba-tiba datang seorang pria tua. Pria tua itu tidak lain dan tidak bukan adalah Sosok Misterius yang menyerang Arga sebelumnya dan membawa Nilawati.
Naga Bergola Biru dan Siluman Kera mematung saat mendengar perkataan dari pak tua itu.
*****
Saat sebelum Arga berhadapan dengan Siluman Kera, sosok misterius yang sebelumnya menyerang Arga sudah bertengger di atas pohon. Dia duduk dengan santainya, menyaksikan pertarungan yang sebentar lagi akan terjadi antara siluman Kera dan Arga.
"Kera tua, berikan aku tontonan yang menarik..." Pesannya kepada Siluman Kera melewati telepati.
Sosok misterius itu terus menyaksikan pertarungan antara Arga dan Siluman Kera dari waktu ke waktu dia mengeluarkan ekspresi yang berbeda-beda. Kadang dia mengangguk-angguk, kadang dia menggeleng-geleng dan kadang juga dia mengerutkan keningnya.
Sebenarnya dia sangat kagum dengan Arga yang masih muda tetapi sudah banyak menguasai jurus-jurus tingkat tinggi seperti, Jurus Membelah Diri, Jurus Desendria dan Ajian Gineng tentunya. Itu adalah jurus-jurus yang sudah lama malang melintang di dunia persilatan.
Kekakugamnya tidak sampai disitu, dia juga kagum melihat kemampuan Arga dalam memainkan pedangnya yang sudah sampai tahap sempurna. Penguasaan ilmu pedangnya juga sudah sampai tahap sempurna.
__ADS_1
Saat dia sudah merasa pertarungan membosankan dan sebentar lagi akan dimenangkan oleh siluman Kera, dia lagi-lagi hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya, dia berdecak kagum melihat Arga sudah bisa memanggil Naga Bergola Biru yang tidak lain ada penjaga Pedang Tujuh Naga.
Sosok misterius itu kembali menyaksikan partarungan antara Naga Bergola Biru dan Siluman Kera, tetapi saat keduanya sudah hampir saling membunuh, dia memutuskan untuk menghentikan pertarungan itu.
*****
Saat ini Arga sudah berdiri berhadapan dengan sosok misterius dan Siluman Kera. Saat dia melihat sosok misterius itu menghentikan pertarungan antara Naga Bergola Biru dan Siluman Kera, dia juga langsung terbang kesana.
Hal yang pertama dilakukannya adalah memanggil kembali Naga Bergola Biru menjadi pedang.
Saat ini Arga sedang menatap tajam ke arah Sosok Misterius itu dan Siluman Kera. Dia hendak mempelajari dulu situasinya.
Saat Arga hendak mengeluarkan suaranya, tiba-tiba sosok misterius itu berbicara kepadanya.
"Tenang anak muda, aku tahu pasti banyak yang ingin kau tanyakan bukan. Aku akan menjawab semuanya." Setelah sosok misterius itu berkata demikian, dia juga berkata kepada siluman Kera, "Kau pergilah dulu, aku akan menyusul nanti." Dia melirik ke arah Siluman Kera, seketika itu juga siluman Kera itu menghilang dari pandangan.
*****
NA
Untuk karakter lain Author bingung deh, mau pake tokoh Nusantara atau tokoh kek ke China an gitu kek Author lainnya. Sarannya dong readers.
Siluman Kera: Sumber Pinterest
Naga Bergola Biru: Sumber Pinterest
__ADS_1