
Hari demi hari Arga lalui, tetapi sampai seminggu dia belum mendapatkan apa yang dicarinya.
Tebakannya sebelumnya bahwa dia terus menerus menyusuri tempat yang sama adalah kebenaran!
Hari inipun sudah menunjukkan waktu malam, tidak ada lagi cahaya matahari yang masuk ke dalam gua, tetapi Arga pun masih belum menemukan keberadaan Bunga Mawar Hitam.
Setiap malam selama satu minggu ini dia selalu melakukan meditasi. Berharap akan mendapatkan petunjuk walaupun sedikit.
Tidak terkecuali pun malam ini, dia mulai duduk bersila dan memejamkan matanya.
Kegiatan itu dilakukannya sampai waktu menunjukkan pagi hari berikutnya.
Arga membuka matanya, wajahnya mengerut, karena dia masih belum mendapatkan petunjuk apa-apa.
Merasa semua yang dilakukannya sia-sia dan otaknya tidak bisa memikirkan apa-apa lagi. Dengan wajah yang lesu Arga memutuskan untuk keluar dari goa.
'Mungkin bukan disini tempatnya!' Gumam Arga dalam hatinya.
Arga berdiri dan mulai melangkahkan kaki menuju ke arah luar goa, tetapi pada saat yang bersamaan sebuah tekanan dahsyat muncul menyerang ke arahnya.
Tidak ada sosok melainkan hanya bayangan tangan besar yang seperti ingin mencengkeram dirinya.
Merasa bayangan tangan itu bukanlah bayangan biasa dan berbahaya, Arga segera menghindarinya.
Benar saja, saat bayangan tangan itu mendarat di batu yang sebelumnya Arga jadikan tempat bersemedi hancur berkeping-keping.
"Piuh!" Arga menghela nafas lega karena tebakannya benar.
Tetapi bayangan tangan itu tidak sampai disana, dia kembali mengarah ke Arga dan sekali lagi Arga menghindarinya.
Hal itu berlangsung beberapa detik dan telah merusak beberapa bagian goa.
Saat Arga berpikir itu sudah selesai karena bayangan tangan sudah pergi, ternyata tidak, kali ini sekelompok kelelawar bayangan yang menyerangnya
Arga yang sudah meningkatkan kewaspadaannya sebelumnya langsung mengeluarkan pedangnya dari tempat ia menyimpannya.
Dia langsung menarik pedang itu dari sarungnya dan menangkis serangan-serangan sekelompok kelelawar bayangan itu.
Tenyata kejadian tidak diduga terjadi, Arga yang berpikir kelelawar bayangan itu akan terpotong dengan pedangnya ternyata tidak, pedang itu seolah-olah menembus tubuh kelelawar bayangan itu.
__ADS_1
"Apa-apaan!" Seru Arga dalam hati.
Kelelawar bayangan yang tidak mempan ditebas dengan pedang itu langsung melesat ke arah Arga. Karena terlalu banyak, Arga pun tidak bisa menghindari semuanya. Alhasil beberapa kelelawar bayangan mendarat di tubuhnya.
Setelah mendarat di tubuh Arga, kelelawar bayangan itu menghilang. Arga tidak mengetahui kemana perginya, tetapi beberapa tarikan nafas selanjutnya, Arga mengeluarkan darah segar yang cukup banyak dari mulutnya.
Saat itulah dia merasakan peredaran darahnya seakan terhenti.
"Racun!" Seru Arga.
Benar saja, di dalam tubuhnya mengalir racun yang menghentikan peredaran darahnya. Tidak hanya sampai disitu, racun itu dengan cepat menyebar ke seluruh tubuh Arga dan ingin berpusat pada jantungnya.
Tentu saja Arga tidak membiarkan itu terjadi, dia langsung mengumpulkan tenaga dalamnya dengan jumlah besar dan menekan peredaran racun itu.
Untungnya, cara yang Arga lakukan itu berhasil.
Tetapi langit ternyata begitu kejam padanya, baru saja dia menghela nafas lega karena berhasil menekan racun yang ada di dalam tubuhnya, kali ini sekelompok ular bayangan yang keluar menyerangnya.
"Ilusi!" Arga sempat mengira serangan-serangan itu adalah ilusi, tetapi setelah dia mengingat kembali kelelawar bayangan sebelumnya. Tidak mungkin ini ilusi, ini terlalu nyata!
Dengan tenaga dalam yang masih dimilikinya, Arga berhasil menghindari serangan-serangan beberapa ular bayangan itu.
Saat Arga mengira bahwa semuanya telah ia hindari, ternyata masih ada satu ular bayangan yang melesat ke arahnya.
Taring-taring yang melekat di dada Arga seakan begitu nyata membuat dadanya begitu sakit dan nyeri.
Beberapa tarikan nafas selanjutnya, ular bayangan itu menghilang tetapi gigitannya meninggalkan bekas.
Arga kembali menekan racun yang dikeluarkan oleh ular bayangan itu dengan tenaga dalamnya.
"Kalau terus begini bisa-bisa aku mati di tempat ini!" Arga merapatkan bibirnya, tangannya mengepal dengan kuat. Sebuah bayangan tiba-tiba muncul di hadapannya. Bayangan seorang perempuan muda yang tidak lain adalah istrinya, Nilawati.
"Sayang kau harus bertahan, kau harus menyelamatkan aku!" Bayangan itu berkata kepada Arga. Walaupun Arga menyadari itu hanyalah sebuah bayangan, tetapi baginya itu terasa begitu nyata.
"Aku akan menyelamatkanmu apapun taruhannya!"
"Arghhhhh!" Arga menjerit begitu kencang dengan aliran tenaga dalam yang begitu besar.
Jika ada orang tuli yang berada didekatnya, maka orang tuli itu akan bisa mendengar jeritannya.
__ADS_1
Arga menopang tubuhnya dengan pedang Tujuh Naga yang ada di tangannya.
Dua kali terkena racun kelelawar dan ular bayangan membuatnya kesulitan bergerak.
Arga sudah menduga serangan tersebut tidak hanya sampai disitu, tiba-tiba saja sebuah kalajengking besar bayangan mengarah ke arahnya.
Sebenarnya tubuhnya sudah tidak sanggup untuk bergerak, tetapi entah karena langit masih memberinya harapan atau karena keinginannya hidup dan menyelamatkan Nilawati begitu kuat.
Tiba-tiba saja kekuatan mulai mengalir di dalam tubuhnya. Gejolak yang dihasilkannya begitu kuat, sampai-sampai tubuhnya terasa akan meledak.
Hal itu terjadi beberapa detik saja sebelum tubuh Arga kembali seperti semula.
Tetapi Arga merasakan kekuatan yang tiba-tiba muncul di tubuhnya tidak menghilang.
Sebenarnya Arga penasaran dengan apa yang terjadi kepadanya, tetapi dia sadar ada prioritas lain yang harus diutamakannya.
Arga langsung menghindari serangan kalajengking besar bayangan itu dengan meloncatinya.
Arga tahu betul yang paling berbahaya dari kalajengking itu adalah ekornya yang merupakan tempat racun paling berbahaya tersimpan.
Benar saja, kalajengking besar bayangan itu selalu menyerang Arga menggunakan ekornya sementara Arga selalu menghindarinya.
Karena pedangnya tidak akan berdampak pada kalajengking besar bayangan itu, Arga memilih untuk menggunakan Ajian Serat Jiwa.
"Ajian Serat Jiwa : Ajian Gelang-gelang!"
Ajian Serat Jiwa tingkat sembilan itu langsung menciptakan api-api yang berbentuk gelang dari telapak tangan Arga sampai pundaknya.
Wosh
Arga melepaskan Ajiannya itu dan seketika mengenai tubuh kalajengking besar bayangan dan membuatnya hancur.
Hal itu terjadi dikarenakan kalajengking itu adalah bayangan yang identik dengan kegelapan.
Api bisa mengeluarkan cahaya, apalagi api yang digunakan Arga adalah api tingkat tinggi sebab itulah bisa melenyapkan kalajengking besar bayangan itu.
Setelah kalajengking besar bayangan itu lenyap, tiba-tiba ada suara memenuhi goa. Suara yang membuat telinga Arga kesakitan. Beruntung dia menggunakan tenaga dalamnya, jadi bisa menekan suara itu.
"Kemampuanmu cukup membuatku terhibur anak muda!" Suara tanpa sosok itu kembali menggema memenuhi seluruh penjuru goa. Membuat goa itu bergetar dan bebatuan kecil runtuh.
__ADS_1
Mendengar hal itu Arga langsung memberikan homatnya.
"Maafkan saya jika saya sudah mengganggu ketenangan sesepuh, tetapi saya datang kesini tidak berniat jahat!" Teriak Arga dengan lantang.