
Diperjalanan mereka bercerita dan saling memperkenalkan diri. Arga dan Ayu yang terlebih dahulu memperkenalkan diri mereka untuk meyakinkan Jagad Kelana bahwa mereka berdua tidak berniat jahat melainkan memang berniat membantunya.
Sebelumnya Jagad Kelana enggan memperkenalkan dirinya, tetapi setelah melihat Arga dan Ayu adalah orang yang baik Jagad Kelana mulai memperkenalkan dirinya.
Akhirnya mereka tiba di kediaman Jagad Kelana, ternyata gurunya juga seorang tabib. Saat mereka tiba guru Jagad Kelana sedang meracik ramuan obat untuk penawar racun.
"Guru." Jagad Kelana membungkuk memberikan salam kepada gurunya.
Setelah itu dia memperkenalkan Arga dan Ayu sebagai dewa penolongnya dari orang-orang yang berniat jahat.
"Guru... perkenalkan dia Arga dan ini adiknya Ayu." Jagad Kelana menunjuk Arga dan Ayu, mempenalkan mereka berdua kepada gurunya, Dewa Obat.
"Arga, Ayu perkenalkan beliau adalah guruku." Ucap Jagad Kelana, memperkenalkan gurunya.
"Salam paman." Arga dan Ayu berkata serempak. Keduanya membungkukkan badan tanda memberikan hormat kepada Dewa Obat.
Akhirnya mereka berkenalan lebih jauh, dan dari perkenalan itu ternyata guru Jagad Kelana bernama Ki Ageng Pengging. Ki Ageng lebih dikenal dengan sebutan dewa obat di dunia persilatan. Selain menguasai ilmu pengobatan, Ki Ageng juga mahir dalam ilmu beladiri.
Ki Ageng berusia sekitar 60 tahun. Meskipun masih terbilang muda tetapi dia sudah begitu terkenal di dunia persilatan akibat ilmu pengobatannya.
Dalam perkenalan itu Arga dan Ayu juga menceritakan asal usul mereka. Ternyata Ki Ageng tahu tentang Ayah dan ibunya. Walaupun tidak pernah bertemu dengan kedua orang tua mereka tetapi Ki Ageng sering mendengar sepak terjang mereka di dunia persilatan.
Memang dalam dunia pengobatan, seorang tabib diwajibkan mengobati siapa saja yang membutuhkan pertolongan terlepas dari mereka aliran putih, hitam maupun netral.
Ki Ageng menceritakan bagaimana pertemuannya dengan Topeng Setan.
Dan ketika Ki Ageng mendengar kalau kedua orang tua Arga dan Ayu telah meninggal dibunuh oleh Topeng Setan dia sangat menyayangkan nya. Ternyata Topeng Setan pernah berobat kepada Ki Ageng saat mereka masih muda.
Saat itu Topeng Setan mengalami luka yang cukup dalam dan sulit untuk disembuhkan tetapi karena Ki Ageng adalah tabib nomor satu dia berhasil mengobatinya.
Saat itu Ki Ageng sedang mencari tumbuhan yang bisa diracik menjadi obat. Dia melihat seseorang yang sedang terbaring di tanah dan darah di sekujur tubuhnya. Melihat hal itu Ki Ageng menjadi iba dan kemudian membawa Topeng Setan ke kediamannya.
__ADS_1
"Akhirnya kau sadar juga Kisanak." Ucap Ki Ageng sambil tersenyum lebar ke arah Topeng Setan.
"Jangan banyak bergerak dulu kisanak soalnya ada obat yang lagi saya tempelkan di dada kisanak." Sambungnya sambil bergerak cepat memegangi tubuh Topeng Setan yang terlihat masih lemah.
Topeng Setan hanya mengikuti perkataan dari Ki Ageng dan tidak mengucapkan apa-apa.
Setelah kondisinya pulih Topeng Setan pamit untuk pergi dari kediaman Ki Ageng, dia juga berterimakasih.
Setelah selesai bercerita tentang pertemuannya dengan Topeng Setan dia langsung mengatakan sesuatu kepada Arga dan Ayu.
"Saat pertemuan kami waktu itu saya melihat kalau Topeng Setan sebenarnya memiliki hati yang baik, tetapi dia salah langkah dan menjadi orang yang jahat. Tetapi kalau kalian tetap mau membalaskan dendam kedua orang tua kalian saya juga tidak bisa melarangnya." Ucap Ki Ageng sambil menghela nafasnya panjang.
Setelah mendengarkan hal itu Arga dan Ayu mulai menanyakan dalam hatinya, apakah keputusan mereka untuk membalas dendam adalah cara tepat ataukah mereka harus memaafkan Topeng Setan.
Akan tetapi rasa sakit yang mereka derita selama ini menghilangkan rasa iba itu dan mereka telah membulatkan tekad untuk membalas dendam.
*****
"Hei! apakah kalian masih berniat bertarung, lihat orang yang mau kita tangkap saja sudah melarikan diri." Teriak Saksono menyadarkan yang lainnya.
"Kurang ajar! Anak kurang ajar." Parwati berteriak keras karena kelalaian mereka saat bertarung mereka sampai kehilangan mangsa.
"Ini gara-gara kalian yang menghalangiku." Sambungnya sambil menatap dingin ke arah Katiwanda dan tiga orang lainnya.
"Sudah-sudah kita sesama aliran hitam seharusnya tidak saling bertarung. Hal itu akan menguntungkan aliran putih." Katiwanda menenangkan semua orang yang ada disana.
"Dia pasti sudah sampai di tempat gurunya, kita tidak boleh lagi menangkapnya atau semua perguruan dari aliran putih dan netral bahkan aliran hitam juga akan menghabisi kita." Sambungnya sambil penuh kekesalan dan penyesalan.
Memang ada perjanjian antar ketiga aliran, bahwa semua tabib tidak boleh dibunuh atau akan menjadi buronan.
Akhirnya mereka semua pergi dari tempat itu dan kembali ke perguruan masing-masing.
__ADS_1
Setelah beberapa hari mereka menginap di kediaman Dewa Obat. Selesai menyantap makanan yang dihidangkan mereka pergi keluar untuk mencari angin.
"Eh kakang lihat itu, bintangnya indah sekali." Ucap Ayu kepada Arga sambil menempelkan kepalanya di pundak Arga.
Jagad Kelana duduk disamping mereka dan ikut berbincang-bincang sampai Arga mengatakan sesuatu yang membuat semua orang yang mendengarnya membuka mulut dan mata.
"Ayu, kita sekarang sudah besar dan tentunya kita tidak akan selalu bersama. Pastinya kau harus menemukan seseorang yang akan menjadi suamimu dan menjagamu."
"Jagad, apakah kau mau menjadi suami dari adikku Ayu." Arga melirik ke arah Jagad dan itu membuat Jagad agak gemetar.
"Aku lihat kau orang yang baik dan kau juga tertarik kepada adikku kan? Aku melihat kau diam-diam sering memperhatikan adikku." Sambung Arga.
"Eh..anu...itu." Jagad gugup mau menjawab apa.
"Sudah tidak apa-apa! Aku akan merestui kalian, karena kurasa kau mencintai adikku dengan tulus."
"Kau juga mencintai Jagad kan Ayu. Kakang juga sering melihat kau memperhatikan jagad diam-diam dan tertarik padanya." Ucap Arga.
Kini giliran Ayu yang menjadi gugup dan terbata-bata.
"Eh itu benar kang." Jawab ayu sambil membuang muka dan pipinya menjadi merah tomat.
"Aku akan menyampaikannya kepada paman Dewa Obat besok." Balas Arga mengakhiri perbincangan itu sambil melangkah ke dalam untuk tidur.
Akhirnya mereka melangkah masuk ke dalam mengikuti Arga. Ayu masuk kedalam kamar yang telah disediakan untuknya.
Dia berbaring dan mulai gelisah tidak bisa tidur. Dia menatap langit-langit rumah dan kemudian terlelap dengan sendirinya.
Disisi lain Jagad juga merasakan hal yang sama dengan Ayu, dia menjadi gelisah dan mulai berpikir-pikir kedepannya.
"Apakah aku bisa menjaga Ayu." Gumamnya dalam hati.
__ADS_1
"Ah itu tidak penting, aku akan bekerja dengan giat untuk menafkahi hidupnya." Sambungnya.