Pendekar Pedang Tujuh Naga

Pendekar Pedang Tujuh Naga
Arga dan Nilawati VS 3 Setan dari Gua Sangkar


__ADS_3

3 Setan dari Gua Sangkar mengetahui bahwa ada yang sedang memperhatikan mereka dari jauh.


"Siapa saja yang sedang bersembunyi disana, lekas tunjukkan diri, ada apa dan mau apa?" Logender membuka suara, dia berkata dengan wajah yang dingin dan suara yang lantang ditambah tenaga dalam yang cukup besar. Dia menunjuk ke arah pohon yang ada cukup jauh dari mereka.


Tidak ada suara ataupun orang yang menampakkan diri dari sana, hal itu membuat Logender kesal dan marah. Dia berbalik dan mengeluarkan Ajian Tapak Seta.


Ajian Tapak Seta dapat mengeluarkan cahaya berwarna putih dan meledak bila mengenai benda atau lainnya. Ajian Tapak Seta seperti Pukulan Penghancur Langit dan Pukulan Penghancur Bumi yang dimiliki Arga dan Ayu.


Cahaya putih itu hampir mengenai pohon tempat yang ditunjuk oleh Logender sebelumnya. Tiba-tiba terlihat 2 orang melompat dari sana.


*****


Sebelumnya Arga dan Nilawati terus mengamati situasi di depan rumah Kepala Desa. Tapi tiba-tiba salah satu dari tiga orang yang mereka curigai sebagai 3 Setan dari Gua Sangkar menunjuk ke arah mereka.


"Cih... Ilmu kanuragan cukup tinggi Nila, dia bisa mengetahui kita disini." Arga mendengus kesal dan melirik ke arah Nilawati.


"Sepertinya ini tidak akan mudah, kau lawan wanita itu dan aku akan melawan kedua pria itu." Saat mereka sedang berbincang tiba-tiba mereka merasakan kekuatan dahsyat mendekat saat mereka melihat ada cahaya putih yang terarah kesana. Keduanya langsung melompat dari pohon itu dengan cepat.


"Duar... " Cahaya putih itu mengenai pohon tempat Arga dan Nilawati bersembunyi.


Arga melihat ke arah pohon itu, "Cih... Hampir saja." Dia bergumam dalam hatinya.


Arga dan Nilawati kemudian menatap ke arah 3 Setan dari Gua Sangkar dan warga yang dari tadi memperhatikan mereka.


Kepala Desa bernafas lega setelah melihat kedua orang itu adalah Arga dan Nilawati.


Tidak lama kemudian Ki Sudarsono dan Nyi Siem serta istri Kepala Desa akhirnya sampai, mereka berlari mendekat ke arah Kepala Desa.


"Kakang..." Istri Kepala Desa memeluk erat Kepala Desa, mereka dapat melihat anaknya sedang berada di dekat 3 Setan dari Gua Sangkar.


Ki Sudarsono dan Nyi Siem juga sedih dan takut, mereka juga melihat bahwa Cucu mereka berada di dekat 3 Setan dari Gua Sangkar.

__ADS_1


Mereka hanya berharap Arga dan Nilawati dapat mengalahkan 3 Setan dari Gua Sangkar atau mereka semua akan mati jika yang menang 3 Setan dari Gua Sangkar.


Di sisi lain para warga terkejut dan kebingungan karena tidak mengetahui siapa Arga dan Nilawati serta mau apa mereka datang ke Desa itu.


Para warga mulai berbisik-bisik dan bertanya-tanya antara sesama mereka.


Sedangkan 3 Setan dari Gua Sangkar sudah bersikap waspada. Logender dan Sengkuni sudah memegang gagang golok yang ada dipinggang mereka, sedangkan Lasmini sudah menarik selendangnya.


Arga dan Nilawati maju cukup dekat ke arah perkumpulan itu. Mereka juga bersikap waspada dan berhati-hati.


Logender maju dua langkah dan menghentikan Arga dan Nilawati.


"Mau apa Kisanak dan Nisanak di tempat ini!?" Logender bersikap hati-hati bertanya kepada Arga dan Nilawati. Dia dapat menebak bahwa kedua pemuda-pemudi yang dihadapannya itu bukanlah orang sembarangan karena dapat menghindar dari Ajian Tapak Seta miliknya.


"Siapa kami itu tidak penting. Kami hanya ingin kalian pergi dari sini dan tidak mengganggu warga Desa ini." Arga bersikap tenang dan menjawab pertanyaan dari Logender.


"Cih... Sombong sekali kau anak muda, kau pikir siapa kalian bisa berbicara begitu kepada kami." Sengkuni yang dari tadi diam akhirnya mengangkat suara dan mencabut goloknya lalu di arahkan ke arah Arga dan Nilawati.


Lasmini maju dan berkata, "Maafkan ketidak sopanan saudaraku Kisanak dan Nisanak. Kalau boleh tau apa yang kalian inginkan disini." Dia mencoba menenangkan suasana yang ada disana.


"Maaf Nisanak, seperti yang kami katakan sebelumnya, itulah maksud kedatangan kami." Arga menjawab dengan sopan kepada Lasmini.


"Bedebah... Kalau begitu kau harus mati di tangan kami." Lasmini tidak bisa lagi bersikap sopan karena itu bukanlah tipenya. Dia menarik selendangnya dan menyerang Arga.


"Bagus... Kau sudah menunjukkan sifatmu yang asli." Arga terkekeh dan menyambut serangan Lasmini dengan tangan kosongnya. Arga mendaratkan satu pukulan dan berhasil memukul mundur Lasmini.


"Adik... " Logender dan Sengkuni berteriak bersamaan. Lalu mereka menatap ke arah Arga dengan dingin dan penuh kemarahan, "Kau harus mati disini karena telah menyakiti adikku." Sengkuni maju dan menyerang Arga dengan goloknya.


Arga masih bersikap tenang, dia menyambut serangan Sengkuni dengan jurus Cakar Besi Mengoyak Langit.


Tangan kiri Sengkuni dan tangan kanan Arga berbenturan mengeluarkan suara yang cukup keras. Setelah benturan itu, Arga maupun Sengkuni mundur kembali ketempat mereka semula.

__ADS_1


"Cih... Tenaga dalamnya berada jauh diatasku." Batin Sengkuni yang sudah mengukur kemampuan Arga.


"Hati-hati kakang, ilmunya sangat tinggi." Sengkuni berkata pelan kepada Logender.


"Kalau begitu kita serang bersamaan." Logender menaikkan alisnya mendengar perkataan dari Sengkuni.


Di sisi lain Arga juga berhasil mengukur kemampuan Sengkuni, "Ternyata tenaga dalamnya lebih rendah daripada yang kubayangkan." Arga membatin, "Berarti orang itu yang memiliki kemampuan paling tinggi diantara mereka." Arga melirik ke arah Logender yang sedang berbicara dengan Sengkuni.


"Nila, kau serang wanita itu." Arga menunjuk ke arah Lasmini, "Baik Arga..." Nilawati mengangguk dan maju.


Pertarungan akhirnya terjadi, Arga melawan Logender dan Sengkuni sedangkan Nilawati melawan Lasmini.


Logender dan Sengkuni menyerang Arga menggunakan golok mereka, sedangkan Arga masih menghadapi keduanya dengan tangan kosong. Arga berhasil menangkis dan menghindari serangan-serangan dari kedua orang itu.


Di sisi lain Nilawati berhadapan dengan Lasmini. Nilawati menggunakan kipasnya sedangkan Lasmini menggunakan selendangnya.


Kepala Desa dan para warga menjauh dari pertarungan itu, mereka tidak ingin menjadi korban dari pertukaran serangan yang dilakukan oleh Arga dan yang lainnya.


Pertarungan dahsyat terjadi, Arga berhasil mendaratkan satu pukulan kepada Sengkuni dan membuat pria itu terpental mundur. Arga kemudian menyerang Logender dan berhasil mendaratkan satu pukulan juga.


Nilawati dan Lasmini masih bertarung dengan sengit. Bisa dibilang mereka cukup berimbang, walaupun sebenarnya ilmu kanuragan Nilawati lebih tinggi dari Lasmini, tetapi Lasmini bisa menggunakan selendangnya menjadi keras dan menyulitkan pergerakan Nila. Itu disebabkan juga Lasmini sudah sering bertarung dibandingkan Nilawati.


Logender dan Sengkuni kembali maju menyerang Arga bersamaan, mereka menyadari tidak akan bisa melawan Arga sendiri-sendiri.


Arga kembali menyambut serangan mereka dengan tenang dan bahkan dia masih bisa tersenyum ke arah kedua orang itu.


*****


N.A


Terima kasih buat kalian yang sudah membaca karya saya. Jangan lupa like, komen dan share serta jadikan favorit agar tidak ketinggalan ceritanya.

__ADS_1


__ADS_2