Pendekar Pedang Tujuh Naga

Pendekar Pedang Tujuh Naga
Kisah 3 Setan dari Gua Sangkar


__ADS_3

Arga dan Nilawati mengajak Lasmini, mereka bertiga menemui Kepala Desa dan para warga Desa Wonosari.


"Kepala Desa kami telah berhasil membebaskan kalian dari pemerasan. Kami akan pergi sekarang untuk melanjutkan perjalanan.


"Ki Sudarsono, Nyi Siem terima kasih karena kalian berdua sudah mengizinkan kami untuk tinggal bersama kalian dan mencicipi masakan Nyi Siem yang sangat enak. Sambung Arga sambil tersenyum kepada mereka semua.


"Terima kasih pendekar Arga dan pendekar Nilawati sudah membantu kami. Tapi..." Kepala Desa tidak melanjutkan perkataannya setelah melihat wajah Arga mengerut.


"Untuk Nisanak ini kami yang akan mengurusnya. Kalian tenang saja." Arga melirik ke arah Lasmini yang sejak tadi menunduk dan diam. Arga mengetahui bahwa Kepala Desa ingin membahas kenapa Arga dan Nilawati tidak membunuh Lasmini.


Kepala Desa mengangguk dan menghargai keputusan Arga dan Nilawati, lalu dia memanggil putrinya dan cucu Ki Sudarsono untuk mengucapkan terima kasih kepada Arga dan Nilawati.


"Terima kasih pendekar Arga, pendekar Nilawati, kalian sudah menolong kami." Ucap keduanya sambil memberi hormat. Kemudian disusul para warga yang juga berterima kasih kepada Arga dan Nilawati.


"Kalau begitu kami izin pamit." Arga memberikan hormat kepada semuanya. Tetapi saat mereka ingin melangkah, Lasmini menghentikan, "Pendekar Arga, pendekar Nila tunggu sebentar."


"Kepala Desa, saya minta maaf kepada kalian semua, kalian bisa mengambil harta yang kami dapatkan dari memeras warga desa ini dan warga desa tetangga di Gua Sangkar. Tolong Kepala Desa membagikannya dengan rata, hanya itu yang aku bisa lakukan untuk menebus kesalahanku dan kedua kakakku. Sekali lagi maafkan aku dan kedua kakakku." Lasmini memberi hormat kepada Kepala Desa dan yang lainnya.


"Kami memaafkan, Nini. Semoga Nini bisa berubah menjadi lebih baik lagi kedepannya." Kepala Desa mewakili yang lainnya dan berterima kasih karena Lasmini mau mengembalikan harta mereka. Mereka juga sudah memaafkan Lasmini dan kedua kakaknya.


Lasmini mengangguk, kemudian dia mengikuti Arga dan Nilawati.


*****


Setelah ketiganya berjalan cukup lama, Arga, Nilawati dan Lasmini singgah di sebuah Desa. Desa itu bernama Purworejo.


Hari sudah mulai gelap, sang surya sudah berganti menjadi rembulan yang dikelilingi bintang-bintang.

__ADS_1


Mereka bertiga memesan 1 penginapan yang cukup besar, karena Arga dan Nilawati harus mengawasi Lasmini. Mereka juga memesan makanan dan minuman untuk disantap.


"Lasmini, ceritakan kehidupanmu kepada kami." Setelah selesai makan, Nilawati meminta Lasmini menceritakan apa yang ingin mereka ketahui sebelumnya.


Lasmini mengangguk, dia merasakan Arga dan Nilawati adalah orang yang tepat untuknya bercerita.


Ternyata Lasmini, Sengkuni dan Logender adalah adik-kakak kandung. Ayah dan Ibu mereka meninggal karena perampokan. Waktu kejadian Lasmini sendiri masih berumur sekitar 6 bulanan.


Mereka bertiga berhasil kabur setelah, Logender yang saat itu berusia 20 tahunan menggendongnya dan Sengkuni. Mereka bertiga akhirnya sampai di depan sebuah gua. Tanpa pikir panjang, Logender membawa Sengkuni dan Lasmini memasuki gua itu.


Tak lama setelah mereka masuk ke dalam gua, Lasmini menangis kencang, bagaimanapun dia masih bayi yang berusia sekitar 6 bulan. Logender yang kasihan kepada Lasmini, akhirnya meminta Sengkuni untuk mengajaknya dan menggu di gua, sedangkan Logender akan mencari susu dan makanan untuk mereka.


Logender yang tidak mempunyai uang sama sekali hanya bisa meminta-minta. Tetapi ternyata bukanlah hal yang mudah, bukannya dikasih dia malah di cemooh dan di lempari dengan batu oleh para warga.


Logender berdecak kesal dengan perlakuan para warga kepadanya. Dia tidak punya pilihan lain, akhirnya dia mencuri satu tandan pisang milik warga dan susu dari warung.


"Uni, berikan susu ini kepada Lasmi." Logender memberikan susu kepada Sengkuni, nafasnya terputus-putus dan tidak beraturan karena dia berlari dari kejaran warga tanpa henti.


Setelah beberapa hari di gua, akhirnya mereka menemukan sebuah kotak berwarna hitam yang merubah kehidupan mereka.


Logender membuka kotak itu, ternyata di dalamnya terdapat sebuah kitab ilmu kanuragan yang cukup tinggi.


Logender dan Sengkuni mempelajarinya dan mengajarkannya kepada Lasmini saat usia Lasmini mencapai 10 tahun.


Setelah menguasai semua yang ada di kitab itu akhirnya mereka bertiga keluar dari gua dan menjadi perampok yang dikenal dengan sebutan 3 Setan dari Gua Sangkar.


Arga dan Nilawati saling berpandangan setelah mendengar cerita Lasmini. Mereka menjadi kasihan dan iba. Mereka percaya dengan cerita Lasmini, karena tidak ada tanda-tanda kebohongan terlihat dari wajahnya.

__ADS_1


Di sisi lain Lasmini cemas Arga dan Nilawati tidak akan mempercayai ceritanya. Tapi itu adalah kenyataan dan kebenarannya, tidak ada yang dia tutup-tutupi.


"Lasmi, aku dapat merasakan apa yang kau rasakan, memang manusia ini dipenuhi beragam watak dan sifat. Tidak semua orang adalah orang baik, begitupun sebaliknya. Semua pasti memiliki alasannya masing-masing. Terlepas dari itu, kau berhak mendapatkan kesempatan kedua dan hidup lebih baik lagi." Nilawati memegang pundak Lasmini, dia mencoba menghibur dan menenangkan gadis malang itu.


"Terima kasih pendekar Arga, pendekar Nila. Kalian memang pendekar baik dan bijaksana. Aku akan memanfaatkan kesempatan yang kalian berikan kepadaku." Lasmini berkata dengan tulus dari dalam hatinya. Walaupun usia lebih tua daripada Arga dan Nilawati, tetapi dia akui kedewasaannya masih kalah dari mereka berdua.


"Lasmi kalau kau mau kau bisa menganggap aku dan Arga saudaramu." Nilawati menawarkan hal tersebut karena dia kasihan kepada Lasmini.


Lasmini mengangguk, dia sangat setuju dengan tawaran Nilawati, dia sangat senang dengan hal itu.


Arga yang dari tadi mendengarkan akhirnya angkat bicara. Dia melihat ke arah Nilawati dan gadis itu mengangguk menanggapinya.


"Lasmi, kalau kau mau kau bisa pergi ke kerajaan Kalingga. Cari disana orang yang bernama Ayu, Jagad dan Bedul. Kau bisa menjadi bagian dari mereka. Ayu adalah adik kandungku dan Jagad adalah suaminya. Sedangkan Bedul adalah temanku dan Nilawati.


Kau bisa menjadi pelayan disana, atau kau bisa menjadi istri dari Bedul, kebetulan dia masih sendiri." Arga tertawa terbahak-bahak dan menggoda Lasmini.


Lasmini terkejut dengan hal itu, dia menanyakan apa hubungan mereka dengan kerajaan Kalingga.


Arga dan Nilawati mengatakan mereka cukup dekat dengan raja kerajaan Kalingga yang baru yaitu raja Jatmiko. Jika Lasmini mengatakan dia di utus Arga dan Nilawati, raja Jatmiko sekalipun akan menerimanya.


Lasmini kembali terkejut, bukan hal yang mudah untuk berteman dengan sosok yang sangat penting dan berkedudukan tinggi seperti itu.


Kemudian dia teringat beberapa waktu lalu dia pernah mendengar pemberontakan yang terjadi di kerajaan Kalingga, dia membuka mulutnya dan berkata, "Jangan-jangan kalian adalah pahlawan dari kerajaan Kalingga?"


Kali ini giliran Arga dan Nilawati yang terkejut, mereka kebingungan dengan pernyataan Lasmini. Akhirnya Lasmini menjelaskan bahwa empat orang pemuda-pemudi yang menjadi pahlawan kerajaan Kalingga sangat terkenal di kalangan warga daerah kerajaan itu.


Arga dan Nilawati akhirnya mengerti, ternyata raja Jatmiko menyebarkan berita seperti itu. Keduanya tersenyum pahit, mereka berpikir itu sebenarnya agak berlebihan. Tetapi mereka juga memahami yang dilakukan oleh raja Jatmiko adalah hal yang wajar, sebab mereka memang berperan sangat besar di pertempuran itu.

__ADS_1


Akhirnya ketiganya menutup perbincangan mereka dan tidur untuk melanjutkan perjalanan besok.


__ADS_2