
Di dalam sebuah warung makan terlihat seorang wanita sedang menyantap hidangan didepannya. Wajahnya cantik, kulitnya putih dan terlihat sebuah pedang tersarung dipunggungnya.
Dia adalah Sekar Wangi, murid dari perguruan Lembah Perawan. Dinamakan demikian karena semua murid perguruan itu adalah wanita dan masih gadis sekaligus perawan. Guru-gurunya juga merupakan wanita.
Perguruan Lembah Perawan adalah perguruan menengah aliran putih yang ada di daerah kerajaan Medang Kemulan. Perguruan ini terletak di sebuah lembah yang dekat dengan Desa Telogosari.
Saat Sekar Wangi sedang menyantap makanannya dia mendengar sekelompok orang sedang membicarakan sesuatu. Ternyata mereka sedang membicarakan berita yang sedang berkembang pesat di daerah itu, yaitu kemunculan sosok wanita cantik yang memakai pakaian berwarna ungu. Sosok wanita itu selalu muncul di waktu malam, dia selalu merayu laki-laki yang dilihatnya. Setiap laki-laki yang telah terkena rayuannya maka akan menghilang bersamanya.
Baru-baru ini ada seorang warga menemukan jasad-jasad laki-laki dipinggir sungai Telogosari. Mereka diduga adalah korban dari wanita itu.
Sekar Wangi mendengarkannya dengan seksama, lalu dia berpikir, "Apakah wanita itu adalah Kak Pandan Wangi?" Pikirnya. "Tapi, jika benar mengapa dia melakukan hal itu?" Sekar Wangi menjadi tidak tenang karena dari ciri-ciri yang sekelompok orang itu ceritakan mengarah kepada kakak seperguruannya sekaligus kakak kandungnya yang sudah sebulan lalu menghilang.
"Ah, sebaiknya aku cari tahu tentang hal ini." Gumamnya pelan.
Sekar Wangi kemudian menatap ke arah sebelah kanan yang tidak jauh darinya dan melihat ada dua orang pemuda-pemudi yang seumuran dengannya. Mereka berdua juga terlihat seperti pendekar karena Sekar Wangi melihat yang pemudanya membawa pedang yang tersarung dipunggungnya. Kedua orang itu juga sedang menikmati makanan dihadapan mereka.
*****
Arga dan Nilawati terus berjalan melangkahkan kaki, mereka mengikuti kemana arah mata angin menbawa mereka. Sudah tiga hari mereka berjalan tanpa istirahat sedikitpun.
"Nila, kita cari Desa dulu untuk beristirahat dan mengisi perut." Arga melirik ke arah Nilawati yang ada disampingnya.
"Baiklah..." Balas Nilawati sambil mengangguk dan tersenyum tipis ke arah Arga.
Saat mereka berjalan beberapa saat, Akhirnya keduanya menemukan sebuah Desa. Mereka kemudian masuk dan mencari warung makan.
Keduanya duduk dan memesan makanan serta arak untuk minumannya. Saat keduanya sedang asyik makan, mereka mendengar sekelompok orang yang sedang membicarakan tentang berita terhangat yang ada di Desa ini.
Arga dan Nilawati juga merasakan ada yang menatap mereka, keduanya langsung mengalihkan pandangannya dan terlihat seorang gadis sedang menatap mereka. Saat mata mereka bertemu, gadis itu langsung mengalihkan pandangannya.
__ADS_1
*****
Waktu begitu berganti terasa cepat, hari sudah mulai gelap. Matahari sudah mulai terbenam dan akan digantikan oleh sang rembulan.
Arga dan Nilawati memesan sebuah kamar untuk mereka istirahat. Keduanya tidak canggung lagi sekamar berdua.
Saat hari sudah terlihat gelap seutuhnya, keduanya keluar kamar dan mulai menyelediki cerita yang didengar mereka saat di warung makan sebelumnya.
Sementara itu di sisi lain, Sekar Wangi juga melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukan Arga dan Nilawati.
*****
Sosok wanita berwajah cantik, bermata indah dan berpakaian serba ungu memasuki Desa Telogosari. Dia mendarat di dekat sebuah pos penjagaan yang dibuat oleh warga Desa.
Warga Desa menyadari hal itu, tapi saat mereka hendak berteriak ataupun melawan, wanita itu mengedipkan matanya dan seketika warga Desa yang ada disana terhipnotis dan tidak mengingat apa-apa.
Saat di tengah hutan, dia menggoda dan merayu para warga itu, dia membuka seluruh pakaiannya dan terlihat tubuh yang mulus putih tanpa ditutupi sehelai benangpun.
Para warga membuka matanya lebar-lebar, tidak ada yang menutup mata sedikitpun. Saat mereka sudah tergoda sepenuhnya, wanita itu mengeluarkan sebuah pedang dan hendak memotong kepala mereka satu persatu. Tetapi aksi itu terhenti saat tiba-tiba seseorang berteriak, "Kak Pandan Wangi hentikan!!!" Suara wanita itu bak petir di malam hari menyambar ke telinga sosok wanita itu.
Dia mengarahkan pandangannya dan ternyata itu adalah Sekar Wangi. "Adik Sekar Wangi!?" Ucap sosok wanita itu dengan lirih dan terlihat kesedihan dimatanya.
Ternyata sosok wanita itu bernama Pandan Wangi. Dia adalah kakak seperguruan dari Sekar Wangi sekaligus saudari kandungnya.
Pandan Wangi menghentikan aksinya dan memukul kepala para warga seketika itu para warga menjadi sadar kembali.
"Pergi kalian dari sini!!!" Perintah Sekar Wangi, "Biar aku yang mengurusnya." Sambungnya sambil menunjuk para warga.
Para warga akhirnya menurut dan berterima kasih kepada Sekar Wangi, "Terima kasih Nisanak." Ucap mereka semua. Kemudian mereka lari dan tidak menghiraukan lagi Sekar Wangi dan Pandan Wangi.
__ADS_1
Sekar Wangi kemudian mengalihkan pandangannya kepada Pandan Wangi dan bertanya, "Kakak..." Wajahnya sedih dan meneteskan air mata, "Apa yang terjadi kepadamu? Kenapa kau melakukan hal ini?" Sekar Wangi berjalan mendekati Pandan Wangi.
"Berhenti disana, Adik Sekar!!!" Pandan Wangi mengangkat pedangnya dan mengarahkannya kepada Sekar Wangi.
Sekar Wangi sangat sedih melihat orang yang paling disayanginya bersikap begitu kepadanya. Tatapan Pandan Wangi sangat dingin tetapi walaupun begitu di matanya memperlihatkan kesedihan.
"Kak, ceritakan kepada Sekar. Apa yang sebenarnya terjadi?" Sekar Wangi kembali mendekati Pandan Wangi. Dia lalu melanjutkan pertanyaannya, "Kenapa kau tidak kembali ke perguruan?" Sekarang tangan Sekar Wangi sudah berada di pundak Pandan Wangi.
Pandan Wangi menjadi sedikit lebih tenang, dia ingin membuka mulutnya, tetapi dia langsung menghentikan.
"Ceritakan Kak, Sekar akan mendengarkannya." Sekar Wangi terus memaksa Pandan Wangi. Akhirnya hati Pandan Wangi pun luluh dan dia menceritakan semuanya.
Sebulan yang lalu, Pandan Wangi meninggalkan perguruan Lembah Perawan untuk menyelesaikan misi yang diberikan kepadanya.
Saat dia selesai menyelesaikan misi itu, dia kemudian berisitirahat di Desa Telogosari. Waktu itu malam hari.
Langkahnya terhenti saat melihat beberapa orang yang sedang berlutut di hadapan seseorang dan memohon ampunan.
Dia mendekat dan mencoba menanyakan apa yang terjadi. Tetapi saat dia sudah mendekati mereka, mereka tiba-tiba menyemburkan bubuk racun ke arahnya. Seketika itu juga pandanganya kabur dan dia pingsan.
Saat dia membuka matanya, dia sudah berada di sebuah gubuk. Tangan, kaki dan tubuhnya sudah diikat dengan sangat erat. Didepannya sudah terlihat 5 orang yang ternyata adalah orang-orang yang ditemuinya sebelumnya. Mereka berlima sudah telanjang, tidak ditutupi benang sehelai pun.
Saat dia melihat tubuhnya, ternyata tubuhnya juga sudah telanjang, tidak tertutupi benang sehelai pun.
"Apa... Apa yang ingin kalian lakukan. Tolong bebaskan aku." Itulah ucapan yang pertama dia katakan. Suaranya lirih dan matanya memohon ampunan dan pembebasan.
Tetapi mereka semua membalasnya dengan tawa terbahak-bahak, dan seseorang berkata, "Kami akan membebaskanmu setelah kau melayani kami." Ucap seseorang itu.
Akhirnya mereka menyetubuhi Pandan Wangi secara bergantian, Pandan Wangi hanya bisa pasrah dan tidak dapat berbuat apa-apa. Dia hanya bisa membenci mereka semua dan berjanji dalam hatinya, "Jika aku masih hidup akan kubunuh kalian semua." Batin Pandan Wangi.
__ADS_1