
Jagad berlatih dengan semangat karena Ayu sedang melihatnya. Dewa obat yang melihat hal itu hanya tersenyum tipis sambil menggelengkan kepalanya karena sikap muridnya itu. Ayu hanya tertawa-tawa karena dia menyadari bahwa Jagad ingin mengambil perhatiannya.
Setelah selesai berlatih ilmu kanuragan, dewa obat mengajak Jagad Kelana untuk membuat obat-obatan.
Ayu tertarik untuk melihat hal itu dan jika diizinkan dia ingin belajar membuat obat juga.
Dewa obat yang melihat gelagat Ayu hanya tersenyum tipis dan mendekati gadis itu.
"Ayu, apakah kau mau belajar ilmu pengobatan."
Mendengar hal itu Ayu hanya tersenyum canggung dan menganggukkan kepalanya.
"Baiklah mari ikut paman, paman akan mengajarimu juga."
Ayu bersemangat mendengar hal itu, dia langsung mengikuti dewa obat dan Jagad Kelana.
Setelah sampai di tempat pembuatan obat, dewa obat meminta Jagad Kelana untuk mencari bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat obat-obatan. Jagad Kelana mengangguk dan mengambil keranjang yang biasa dia gunakan.
Ayu meminta kepada dewa obat untuk mengizinkannya mengikuti Jagad dengan alasan dia mau mengetahui tanaman-tanaman apa saja yang bisa digunakan untuk meracik obat-obatan.
Dewa obat mengizinkannya dan meminta mereka berdua untuk kembali sebelum malam datang.
"Jagad kau harus menjaga Ayu dengan baik." Ucap dewa obat.
"Ah guru, yang benar itu Ayu yang menjagaku." Balas Jagad yang tersenyum canggung karena merasa malu.
Mendengar hal itu dewa obat hanya terkekeh dan menganggukkan kepalanya. Memang dia tahu betul bahwa yang dikatakan muridnya adalah benar.
Keduanya mengangguk dan memberi hormat sebelum pergi. Setelah mereka cukup jauh dewa obat tersenyum lebar dan memandangi punggung mereka yang lama-kelamaan menghilang.
"Aih, dasar anak-anak muda." Ucapnya dalam hati.
Setelah berjalan sekitar sejam, Jagad dan Ayu mulai memasuki hutan lebat dan mereka memanen banyak tanaman sambil Jagad memberitahukan nama-nama tanaman itu dan kegunaannya.
Hutan ini memang tempat Jagad dan dewa obat sering mencari tanaman. Akan tetapi dewa obat selalu mengingatkan Jagad untuk tidak masuk lebih dalam lagi ke hutan jika tidak bersama dewa obat.
__ADS_1
Jagad mengikuti perkataan dewa obat. Setiap dia mencari tanaman sendirian tidak bersama dewa obat dia hanya mencari tanaman di pinggir hutan.
Tapi entah kenapa kali ini dia dan Ayu telah memasuki pertengahan hutan tersebut. Sebelumnya dia tidak sadar akan tetapi setelah melihat-lihat daerah sekitarnya dia baru menyadari hal itu.
"Kakang lihat ini." Ayu berteriak ke arah Jagad sambil menunjuk sebuah tumbuhan.
Jagad lalu mendatangi tempat Ayu berteriak dan dia memandangi jamur itu.
Jagad terperangah tak percaya dengan apa yang dilihatnya.
Tumbuhan itu adalah jamur, jamur itu memiliki tiga warna yaitu, hitam, putih dan merah. Jamur ini bernama jamur tiga warna. Jamur tiga warna adalah spesies jamur langkah dan sulit untuk ditemukan. Jamur ini adalah salah satu bahan yang berguna untuk membuat penawar racun tingkat tinggi.
Mendengar hal itu Ayu terlihat gembira karena dia berhasil menemukan tanaman yang sangat langkah.
Keduanya kembali mencari tanaman-tanaman lain.
Setelah keranjang penuh dan hari hampir malam, Jagad mengajak Ayu untuk pulang dan keluar dari hutan itu.
Ayu mengangguk dan mulai berjalan mengikuti Jagad dari belakang.
Tetapi tak lama, Ayu merasakan ada sosok yang mengikuti mereka berdua. Ayu menjadi waspada sedangkan Jagad tidak merasakan apa-apa.
Jagad menggelengkan kepalanya karena memang dia tidak merasakan apa-apa.
Mereka berdua tetap melanjutkan perjalanan tetapi Ayu meminta Jagad untuk waspada.
"Wuish." Angin berhembus kencang melewati Ayu dan Jagad. setelah itu muncul dua sosok setan yang sangat menyeramkan menghadang jalan mereka. Kedua setan itu memiliki wajah yang sama dan memegang golok ditangan mereka.
"Pemuda tampan, berani sekali kau memasuki tengah-tengah hutan ini tanpa didampingi oleh gurumu." Seru salah satu setan itu.
"Si...siapa kalian?". Balas Jagad dengan melemparkan pertanyaan kepada kedua sosok setan itu.
"Hahahahahahaha....kami adalah setan kembar penjaga hutan ini. Kami tidak berani mengganggumu karena kamu bersama gurumu, tetapi kali ini kau hanya bersama gadis cantik ini. Kalian berdua akan menjadi santapan empuk untuk kami." Balas setan yang lain.
Mendengar hal itu Jagad Kelana meneguk air liurnya. Dia kemudian memahami kenapa gurunya melarangnya untuk memasuki pertengahan hutan jika tidak bersama gurunya. Sekarang dia mulai menyesal karena tidak mendengarkan kata-kata gurunya dan merasa bersalah telah menempatkan Ayu dalam masalah besar.
__ADS_1
Ayu masih terlihat tenang, dia mengamati kekuatan setan kembar dan memperkirakan strategi untuk menghadapi mereka.
Saat setan kembar berniat maju untuk menangkap keduanya, Ayu langsung menggunakan tombaknya untuk menghadang kedua iblis kembar itu. Kedua setan itu sontak kaget dan langsung mundur menjaga jarak dari Jagad dan Ayu.
"Jangan berpikir kalian berdua bisa memakan daging kami, tetapi berpikirlah untuk pergi menyelamatkan diri jika masih ingin menikmati matahari di hari-hari berikutnya." Seru Ayu lantang.
Kedua setan itu mematung sejenak sebelum kemudian tertawa terbahak-bahak.
"hahahahahaha....
Apa kau bilang? kami yang harus menyelamatkan hidup, apa kau tidak salah berkata?".
"Gadis manis kau begitu angkuh, kau tidak mengetahui jika kami sudah banyak membunuh manusia yang datang kesini." Sambung setan itu.
"Jangan harap itu akan terjadi kepada kami." Balas Ayu dengan lantang dan langsung maju menyerang kedua setan itu menggunakan tombaknya.
Ayu bergerak dengan kecepatan tinggi dan gesit serta pola serangan yang berubah-ubah sehingga setan kembar sulit untuk menahan serangannya.
Tak berselang waktu lama, salah satu setan itu terpental akibat serangan yang dilakukan Ayu. Melihat kembarannya terpental, setan yang lainnya mulai menyerang Ayu dengan membabi buta.
Walaupun serangan setan itu cepat tetapi Ayu tetap bisa mengunggulinya. Benar saja setan satunya lagi terpental juga.
Kedua setan itu saling berpandangan dan mulai menyerang Ayu secara bersamaan. Pola serangan setan kembar menjadi teratur dan sulit untuk ditahan.
Ayu terkena serangan keduanya dan terpental ke belakang ke arah Jagad Kelana berada. Ayu memgangi dadanya yang sakit dan mengeluarkan darah segar dari bibirnya.
"Adik, kau tidak apa-apa? Cepat minum obat ini." Jagad bertanya keadaan Ayu dan memberikan obat untuk diminum Ayu.
Jagad memberikan obat kepada Ayu dan setelah meminum obat itu Ayu kembali pulih seperti sedia kala.
Ayu kembali menyerang kedua setan itu, dia kembali memperlihatkan kemampuannya yang sangat memukau. Tak butuh waktu lama untuk kedua setan itu terpental kembali dan mengucurkan darah dari sekujur tubuh mereka.
Kedua setan kembar itu berniat pergi meninggalkan pertarungan akan tetapi Ayu tidak memberikan kesempatan kepada mereka untuk pergi. Ayu mengeluarkan jurus sebuah jurus andalannya.
"Jurus pukulan penghancur bumi." Seru lantang Ayu dan seketika itu juga dia mengangkat tangan kirinya terlihat tangannya berubah menjadi kecoklatan dan dia melepaskan pukulan itu dari jarak jauh seketika itu juga keluar cahaya berwarna coklat dari tangannya. Pukulan penghancur bumi mengenai kedua setan kembar itu dan menghancurkan tubuh keduanya tanpa sisa.
__ADS_1
Jurus pukulan penghancur bumi adalah jurus yang diturunkan oleh nenek Mawar Bidara khusus kepada Ayu sedangkan untuk Arga bernama jurus pukulan penghancur langit.
Kedua jurus ini sangat dahsyat dan mampu membuat masih yang terkena hancur lebur tak bersisa.