
Tidak butuh waktu lama bagi Arga dan Ketua Topeng Ungu untuk bertukar beberapa jurus. Keduanya sama-sama mundur setelah mengetahui kemampuan masing-masing.
"Tidak kusangka ada Pendekar muda sepertimu sudah memiliki kemampuan yang amat sangat tinggi." Ketua Kelompok Topeng Ungu tidak bisa menahan keterkejutannya, tetapi dia tetap berusaha tenang setelahnya.
"Kita baru beberapa saja bertukar jurus, Kau akan lebih terkejut lagi setelah ini." Arga menyeringai dan langsung membentuk kuda-kuda. Dia menggunakan jurus Cakar Besi Mengoyak Langit.
"Cakar Besi Mengoyak Langit." Ketua Kelompok Topeng Ungu terkejut dan kembali berkata, "Kau... Kau adalah Pendekar muda yang dijuluki Pendekar Pedang Tujuh Naga?" Tubuh Ketua Kelompok Topeng Ungu bergetar hebat dan seperti tidak memiliki hasrat lagi untuk bertarung. Hal itu dikarenakan dia sudah cukup banyak mendengar sepak terjang dari Arga selama ini.
"Banyak orang menyebutku demikian." Arga tidak berniat berbincang lebih lama, dia langsung maju menyerang Ketua Kelompok Topeng Ungu.
Ketua Kelompok Topeng Ungu berdecak kesal, dia tidak menyangka bahwa pemuda yang ada dihadapannya ini adalah orang yang sangat berbahaya dan bisa jadi adalah malaikat mautnya.
Tetapi Ketua Kelompok Topeng Ungu tetap menyambut serangan Arga. Dia tidak berniat kabur, karena hal itu akan membuatnya lebih cepat terbunuh.
Dengan menggigit bibir bagian bawahnya dia membentuk kuda-kudanya juga dan bersiap menyambut serangan Arga.
Benturan dari tapak keduanya menciptakan suara dentuman yang keras karena di tapak mereka masing-masing di aliri tenaga dalam yang cukup besar.
Ketua Kelompok Topeng Ungu terpukul mundur setelah pertemuan tapak mereka sedangkan Arga tidak bergerak sedikitpun.
"Agh," Ketua Kelompok Topeng Ungu berteriak kencang, terlihat ke frustrasian dari raut wajahnya. Dia sudah menduga bahwa tenaga dalamnya jauh dibawah Arga.
Pukulan demi pukulan, tendangan demi tendangan dilancarkan oleh Arga maupun Ketua Kelompok Topeng Ungu.
Di sisi Aga tampak bertarung setengah bercanda hal itu terlihat dari raut wajahnya yang tersenyum menyeringai seperti meremehkan Ketua Kelompok Topeng Ungu.
__ADS_1
Sementara di sisi Ketua Kelompok Topeng Ungu, dia bertarung dengan segenap kemampuannya. Dia tidak marah melihat wajah Arga yang seperti sedang meremehkannya, karena dia tidak punya kemampuan untuk itu.
Di sela-sela pertarungannya dengan Arga, Ketua Kelompok Topeng Ungu juga memikirkan cara untuknya bisa kabur, paling tidak bisa selamat dari maut yang ada di depan matanya.
Tetapi itu adalah sebuah kesalahan yang dilakukan oleh Ketua Kelompok Topeng Ungu. Dia membagi fokusnya saat berhadapan dengan Arga? Itulah kesalahannya! Siapa Arga? Dia adalah pemuda yang memiiki ilmu kanuragan tingkat tinggi dengan jurus-jurus yang amat beragam dan tingkat tinggi juga.
Ha itu terbukti, sekitar 30 kali pertukaran jurus antara keduanya, Arga sudah berhasil mendaratkan setidaknya 5 kali pukulan ke Ketua Kelompok Topeng Ungu. Walaupun pukulan Arga tidak mematikan, tetapi tetap saja membuat tubuh Ketua Kelompok Topeng Ungu kesakitan.
Arga menyerang Ketua Kelompok Topeng Ungu tidak dengan segenap kemampuannya tentu ada tujuannya. Dia tidak ingin membunuh Ketua Kelompok Topeng Ungu itu! Arga ingin mengorek informasi darinya seperti sebelumnya dia mengorek informasi kepada anggota Kelompok Topeng Ungu.
Hanya butuh beberapa menit bagi Arga untuk membuat Ketua Kelompok Topeng Ungu berada dalam genggamannya. Arga mengeluarkan tali dan langsung mengikat Ketua Kelompok Topeng Ungu.
"Tidak ada yang menyerang lagi, atau Ketua kalian akanku bunuh." Arga berteriak lantang dan dialiri tenaga dalam yang membuat semua orang mendengarnya.
Mendengar teriakkan Arga semua anggota Kelompok Topeng Ungu menghentikan gerakan mereka, dan Nilawati pun sama menghentikan gerakannya.
"Kalian dengar, cepat letakkan senjata kalian." Ketua Kelompok Topeng Ungu tidaklah bodoh, dia memahami maksud Arga. Dia menduga ada ruang negosiasi untuk mereka.
Segera saja semua anggota Kelompok Topeng Ungu meletakkan senjata mereka, setelah itu mereka bersujud dengan posisi menekuk lututnya dan tangan di letakkan ke belakang.
"Tetap disini selama aku membawa Ketua kalian untuk berbicara. Jika ada yang mencoba kabur, kalian akan mendapatkan konsekuensinya." Setelah itu Arga langsung membawa Ketua Kelompok Topeng Ungu yang sedang terikat tali memasuki tenda perkemahan mereka. Sedangkan Nilawati ditugaskannya untuk mengawasi para anggota Kelompok Topeng Ungu.
*****
Arga langsung melemparkan tubuh Ketua Kelompok Topeng Ungu setelah di dalam tenda.
__ADS_1
Tanpa berbasa-basi Arga langsung menggelitiki Ketua Kelompok Topeng Ungu itu. Dia tidak mencoba bertanya dengan baik-baik karena dia tahu bahwa itu akan sia-sia dan membuang waktu saja.
"Cepat katakan apa saja yang kalian rencanakan." Arga memulai pertanyaannya sambil terus menggelitiki Ketua Kelompok Topeng Ungu.
"Hahaha... Hehehe... Huhuhu, geli... Geli... Hentikan dulu... Hentikan..." Ketua Kelompok Topeng Ungu bagaikan anak kecil, dia tidak bisa menahan kegeliannya.
"Cepat katakan," Arga menghentikan aksinya itu.
"Setelah aku mengatakan semuanya apakah kau akan membebaskanku?" Ketua Kelompok Topeng Ungu tentu saja bertanya demikian.
"Cepat katakan atau kau ku bunuh. Jangan membuatku kehabisan kesabaran." Kali ini Arga memasang wajah yang seperti ingin menelan hidup-hidup Ketua Kelompok Topeng Ungu itu.
"Baik," Jawab singkat dari Ketua Kelompok Topeng Ungu, tubuhnya bergetar hebat setelah melihat tatapan dingin dari Arga.
Ketua Kelompok Topeng Ungu mengatakan semuanya, tidak ada yang dia tutupi. Dengan itu dia berharap Arga akan mengampuninya. Karena dia mengetahui bahwa Arga adalah Pendekar dari aliran putih yang menjunjung tinggi kebenaran dan welas asih.
Tetapi kenyataannya tidak pernah di duga oleh Ketua Kelompok Topeng Ungu, setelah dia mengatakan semuanya, tiba-tiba saja area sekitarnya menjadi dingin dan dia kesulitan bernafas, setelah itu matanya terpejam dan tidak bisa di buka lagi untuk selama-lamanya. Arga memotong leher Ketua Kelompok Topeng Ungu dengan Pedang Tujuh Naganya!
Sebenarnya Arga adalah orang yang sabar dan penuh kebaikan, tetapi itu untuk orang yang dianggapnya pantas, sedangkan untuk musuhnya? Tidak ada ampun bagi mereka! Apalagi setelah dia bertemu dengan seorang seperti Seta, yang sudah dia ampuni tetapi tetap saja tidak berubah.
Sifat Arga sebenarnya mudah, dia akan seperti pedang bermata dua, jika orang baik kepadanya maka dia akan berkali-kali lipat baik kepada orang itu. Tetapi sebaliknya, jika orang berbuat jahat kepadanya maka dia akan berkali-kali lipat jahat kepada orang itu.
Sebuah pepatah mengatakan air susu dibalas dengan air tuba, Arga memodifikasi sedikit pepatah itu, dia memegang prinsip air susu di balas air susu sedangkan air tuba dibalas dengan air tuba juga bahkan dengan racun sekalipun.
*****
__ADS_1
Kalian bisa mendukung Author melalui Karyakarsa. com/BangDen. Pembayaran bisa dilakukan via Gopay, Transfer Bank, Ovo, juga Alfamart.
Terima kasih.