Pendekar Sepi Angin

Pendekar Sepi Angin
Chapt. 22 Pedang Bumi


__ADS_3

Chapt 22


"Ada apa?" Indera memperhatikan bayu yang berusaha mengangkat pedang itu dengan susah payahnya.


"Hhuuuhhh... Pedang ini." Ia nampak kelelahan.


"Jangan becanda begitu. Minggir." Indera jongkok dan mengambil pedang itu. "Uhhh.. ini pedang apa apa sih? Kok berat banget." Indera pun sama dengan Bayu. Ia tidak bisa mengangkatnya.


"Ini." Keduanya menoleh kearah Nehan yang sedang mengobati Raditya.


"Sebenarnya siapa orang itu? Apakah ia guru yang dimaksud gadis itu?" Tanya Bayu. Tentu saja indera tidak tahu.


Mereka hanya saling pandang. Percuma saling tanya. Mereka pastikan akan mendapatkan jawabannya dengan segera. Yah, hanya menunggu waktu. Ki


"Entahlah. Mungkin saja. Mungkin ia juga pendekar yang sangat hebat. Kita harus hati hati."


"Nehan, Kirana..." Seorang wanita dari luar masuk kedalam rumah. Dan ia membawa seorang gadis dan kakek tua dibelakangnya.


"Ibu." Kirana menghampiri wanita tersebut.


"Ada apa?" Wanita itu melihat Nehan yang sedang berusaha mengobati Raditya.


"Itu. Ada orang yang lagi dobati kak Nehan."


"Ooh... Baiklah. Ibu tunggu diluar. Tolong ambilkan minum buat mereka." Wanita itu mengarahkan pandangan kearah belakangnya. Seorang gadis yang terlihat polos dan cantik. Bersama seorang kakek tua.


"Ohh ibu. Mereka siapa?"

__ADS_1


"Nanti ibu jelaskan. Cepat ambilkan minum."


"Baik ibu."


"Kakek. Ini rumahnya Nehan?"


"Sepertinya... Ternyata dia seorang tabib. Pantas ia tidak memiliki bakat pendekar. Tapi tidak apa apa. Baiklah. Mari kita keluar. Biarkan Nehan menyelesaikan tugasnya."


"Baik kek."


Nehan memeriksa dan berusaha memberi pertolongan. Ia membubuhkan bubuk obat ke perut Raditya. Setelahnya, ia menjahit luka luka tersebut. Kemudian memperbannnya dengan kain putih.


"Lukanya cukup memprihatinkan. Kurasa ini akan lama. Mungkin butuh tiga sampai lima hari ia sadar." Nehan menghembuskan nafas dalam. Ia selesai membalut luka Raditya.


"Apa lukanya parah?" Tanya Puteri Padmasari.


"Untuk sementara, lukanya memang parah. Beberapa organnya robek. Tapi tenang saja, dalam beberapa bulan, ia akan sembuh. Aku akan membuat resep. Sementara kalian mencari penginapan. Karena disini tidak cukup kamar untuk kalian tinggal."


Bayu dan indera menatap dengan takjub. Mereka berdua saja mengangkat senjata tersebut dengan sekuat tenaga, tidak mampu mengangkatnya. Sementara Nehan, dengan satu tangan kirinya, mampu mengangkat pedang itu dengan mudah.


"Ini.." Bayu dan Indera tercekat. Mereka saling berpandangan.


"Ada apa kalian berdua?" Puteri Padmasari merasa aneh melihat dua pemuda yang bersamanya.


"Tidak. Tidak." Jawab Indera berusaha menyembunyikannya.


"Itu.. pedangnya bagus." Bayu waspada. Karena ia berpikir, Nehan adalah seorang pendekar hebat.

__ADS_1


"Kalian ini. Apa kalian main main dengan pedangku?" Nehan mendekati kedua pemuda itu.


"Ti... Tidak..." Mereka berdua menunjukan ekspresi takut.


"Mungkin mereka pikir, kak Nehan orang sakti. Atau seorang pendekar yang memiliki kekuatan hebat. Padahal pedang itu pedang biasa. Hanya bisa diangkat orang biasa. Kalian yang punya ilmu kanuragan, tidak bisa mengangkatnya." Kirana yang sudah berada di sana membawakan air minum. Namun ia membawanya ke depan.


"Kalian berdua aneh. Orang membawa pedang kan tidak harus seorang pendekar. Mungkin saja pedang itu untuk berjaga jaga." Puteri Padmasari menyampaikan pendapatnya.


"Benar. Dengan pedang ini, mereka pikir kak Nehan seorang pendekar hebat. Tetapi ini hanya berlaku bagi pendekar yang tidak memiliki Kanuragan tinggi."


"Tapi pedang itu. Kami saja tidak bisa mengangkat pedang itu. Kan Bayu."


"Benar. Pedang itu, bukan pedang biasa."


"Yah... Memang. Menurut orang orang, pedang ini disebut dengan 'Pedang Bumi' dan..."


"Apa?" Bayu memotong ucapan Nehan.


"Pedang bumi? Itukan. Jangan jangan."


Kedua pemuda tersebut tidak bisa menyembunyikan keterkejutan tersebut.


"Kalian tahu pedang ini?" Nehan menunjuk pedang yang ada di tangan kirinya.


"Kurasa kau bukan orang yang sesederhana itu." Gumam Indera.


Sudah banyak beredar mengenai sepasang pedang yang konon merupakan pedang terhebat di seluruh dunia persilatan. Dan salah satunya yang tengah dipegang Nehan. Namun tidak menutup kemungkinan, itu bisa saja merupakan salinan atau replika dari aslinya.

__ADS_1


"Yah kita tidak tahu banyak. Mungkin waktu yang bisa menjelaskannya."


***


__ADS_2