
Dari kejauhan, terlihat asap mengepul di daerah lain. Nehan Hadinata, telah menjalani hidup sebagai seorang tabib gila. Karena masa lalunya yang membuatnya harus mengalami itu semua.
"Kenapa pagi-pagi sekali banyak asap di langit? Apakah terjadi kebakaran?" ungkap Nehan. Ia berjalan menuju ke sungai untuk mengambil air. Aktifitasnya mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Dari kejauhan, Nehan melihat seonggok tubuh manusia yang berada di tepi sungai. Bergegaslah lelaki itu berlari untuk melihat seseorang itu. Matanya terbelalak ketika mengetahui itu adalah tubuh seorang wanita. Ia tahu dari bentuk tubuhnya. Walau rambutnya sudah tidak ada, masih ada yang terlihat menonjol dari wanita itu.
"Oh, sayang sekali, seorang wanitanya harus terbakar. Apakah dia sudah mati? Hei, wanita! Jangan kamu mati dulu, yah! Biar aku bawa kamu untuk diobati, hehehe," kekeh Nehan.
Ia kemudian membuka bajunya untuk menutupi tubuh wanita itu. Lantas ia langsung membopong wanita yang badannya penuh luka bakar. Karena merasa kasihan, pria itu pun membawa wanita yang tergeletak tidak berdaya.
"Mimpi apa semalam? Sampai menemukan seorang wanita yang terbakar begini? Apa ini takdirku untuk mencoba resep terbaruku, hehehe, lumayan ada yang pertama yang mencoba obatku, kikikikik."
Nehan tidak melihat siapapun pagi itu karena masih terlalu pagi. Setelah melihat sekeliling, tidak ada orang, Nehan meneruskan perjalanan pulang ke rumahnya. Ia berjalan sambil berjingkrak dan menggendong wanita itu di punggungnya.
"Aduhh! Punggungku sakit!" pekik Nehan yang langsung melepaskan wanita itu dan terjatuh di rerumputan. "Aduh, kamu kenapa tidak bisa diam? Eh, aku sendiri yang tidak bisa diam, yah? Hahahaha!" tawanya kemudian.
Melihat tubuh yang gosong itu, Nehan malah melihat wanita itu seperti seorang dewi. Ditatapnya wanita itu dan memperkirakan kalau itu adalah wanita yang dulunya cantik.
"Ooh, maafkan kesalahan yang kulakukan, Cantik. Aku akan membuat kamu kembali cantik dan aku nikahi, hehehe hihihi," kekeh Nehan sambil menggosok telapak tangannya.
__ADS_1
Nehan kembali menggendong wanita itu di punggungnya. Kali ini ia tidak banyak tingkah seperti tadi. Tapi ia terus berbicara sepanjang jalan.
"Kamu tahu, aku sendirian di desa ini? Aku juga tidak memiliki apa-apa yang bisa membuatku kaya. Tapi wanita akan selalu ada untuk menghibur hati yang lara ini." Ia melihat seorang wanita yang akan menuju ke sungai, membuat Nehan menatap wanita muda itu.
"Oh, kamu mau mengambil air di pagi yang cerah ini, hemm?" tanya Nehan pada wanita itu. "Bolehkah aku menemani hari-harimu yang indah itu?"
"Dasar tabib gila! Kamu mau aku bunuh, hah? Aku sudah punya suami, dari dulu kamu tidak pernah berubah, yah! Kalau kamu bukan tabib yang hebat, mungkin kami sudah mengusir orang gila seperti dirimu!"
"Oalah ... kamu sudah nikah, toh? Sayang sekali kalau aku harus menikahi orang yang sudah berkeluarga. Tapi kamu tenang saja, Cantik. Aku sudah tidak perlu kamu menjadi calon istriku. Aku sudah punya istri sendiri, sekarang, hihihih." Nehan meninggalkan wanita itu dan bergegas pulang.
"Iih, dasar orang gila! Sampai kapan orang gila itu ada di desa ini, sih? Kalau bukan orang gila, mungkin aku mau menikahimu, Nehan. Sayangnya kamu itu gila! Siapa yang mau menikah dengan orang gila seperti kamu? Ya, malu lah aku," ujar wanita itu.
Walau wajah Nehan tampan dan ahli dalam bidang pengobatan, nyatanya masih ada kekurangan dalam diri pria itu. Siapapun akan merasa malu jika menikah dengannya. Apalagi kalau mengetahui sifat Nehan yang seperti orang gila, yang menggoda setiap wanita yang ditemuinya.
***
"Sayangnya rambut gimbal ini, menghalangiku untuk membalut lukamu! Kamu tenang saja. Karena kamu ada dalam pengobatan tabib terhebat di dunia, kamu akan mendapatkan rambut panjangmu dalam lima bulan."
Nehan juga memberikan ramuan khusus di sekitar kepala wanita yang botak itu. Meskipun wajah itu hancur, Nehan melihat mata itu masih bisa disembuhkan. Kalau tidak bertemu dengan Nehan, mata itu akan membusuk karena terlambat mendapatkan pertolongan.
__ADS_1
Wanita itu sempat bergerak sedikit karena merasakan sakit di sekujur tubuhnya. Luka-luka di seluruh tubuhnya adalah luka bakar yang telah menghanguskan badannya. Nehan memeriksa, berharap tidak ada organ dalam yang hangus terbakar.
"Untungnya organ dalamnya masih normal. Hanya saja tubuh luarnya sudah sangat parah. Ini akan menghabiskan persediaan obat luar! Akh, betapa ruginya aku ini? Kalau semua obat luar yang aku gunakan ini, bisa membuat aku semakin kaya!"
"Tolong ... to-long sa-kit ..." ucap lirih wanita itu. Ia merasakan sakit perih yang luar biasa. Tapi ia tidak bisa bergerak dan tidak bisa melihat. Karena matanya telah ditutup oleh Nehan.
"Kamu tidak perlu bergerak! Kamu sudah berada di tangan tabib terhebat di dunia ini! Jadi kamu akan sembuh dalam beberapa bulan. Dan kamu bisa membayar semua yang aku keluarkan untuk menyembuhkan dan merawatmu nanti. Kalau kamu sudah bisa berdiri sendiri."
"To-long ... ahh ... sakit ...." Wanita itu terus meringis kesakitan. Ia hanya bisa berbicara lirih karena bibirnya juga tidak lepas dari luka bakar itu. Ia bisa mendengar dan masih bisa bernafas pun sudah bersyukur.
"Kamu dengar aku, kan? Aku akan menyembuhkan kamu! Jadi kamu tenang saja! Sekarang kamu tidurlah!" perintah Nehan. Lalu ditutupnya seluruh tubuh wanita itu dengan perban dan semua obat luar, ia gunakan.
Nehan keluar dari rumah karena ia sudah kehabisan obat. Ia tidak perduli lagi apa yang terjadi dengan badannya yang belum sempat mandi. Hari ini ia harus mencari banyak obat-obatan untuk menyembuhkan wanita itu.
"Kenapa aku begini padanya? Tapi bagaimana kalau dia kabur? Ah, badannya saja sudah seperti itu. Bagaimana caranya dia akan kabur? Mungkin aku yang banyak pikiran akhir-akhir ini."
Ia membawa keranjang dan cangkul kecil. Di dalamnya juga ada senjata untuk mengambil atau melindungi dirinya dari hewan buas di hutan. Ia memasuki sebuah hutan yang jarang dimasuki manusia. Karena konon kabarnya banyak siluman atau makhluk halus yang menghuni hutan larangan itu.
Hanya Nehan yang bisa masuk dan keluar sesuka hatinya. Pernah ada yang mencoba masuk dan tidak ada yang bisa keluar hidup-hidup. Tetapi berbeda dengan tabib gila itu. Ia sudah berkali-kali datang ke hutan. Karena Nehan bisa mendapatkan obat-obatan yang langka dan paling banyak dicari dalam dunia pengobatan.
__ADS_1
"Sepertinya aku tidak sendirian di sini. Oh, ada kucing kecilku yang mau ikutan bermain, hah?" Nehan melihat seekor harimau yang besar dan memiliki taring yang tajam serta kuat.
***