
Chapt 57
Harimau harimau itu semakin mendekat kearah kedua pemuda tersebut. Hingga mereka semakin panik karena tidak bisa berbuat apa apa. Namun sebuah suara siulan terdengar dari segala arah. Membuat harimau harimau itu berhenti.
"Suuuiiiitttt..."(anggap aja suara siulan)
"Kalian hentikan!" Seorang pemuda muncul dari atas pohon.
"Maaf. Membuat kalian takut. Tapi memang kucing kucing ini kadang sedikit nakal." Pemuda itu tersenyum kearah Bayu dan indera.
"Jumantara. Tunggu!" Seorang gadis muncul dari balik rerumputan.
"Eh... Gemani. Kau begitu lambat." Ucap lelaki tersebut.
"Kamu yang terlalu cepat." Gemani ngambek.
Dan hal itu, membuat Jumantara tersenyum. Ia tidak akan bosan melihat wajah Gemani yang memasang wajah ngambek itu.
"Iya iya... Mari pulang." Ajak Jumantara.
Jumantara merangkul gemani dan meninggalkan kedua pemuda yang dalam keadaan melongo. Yah mereka hanya bisa melongo. Bagaimana harimau harimau itu patuh padanya.
Harimau harimau tersebut, mengikuti Jumantara. Mereka menurut kepada pemuda tersebut. Mereka berjalan menyusuri jalan.
"Siapa dia?" Tanya indera. Namun lawan bicaray tentu juga tidak tahu.
"Entah. Kurasa kita bisa berteman dengannya." Bayu menatap mereka yang pergi.
"Ayo ikuti mereka!" Seru Bayu dengan semangatnya, menunjuk ke arah kedua orang tersebut.
__ADS_1
"Groarrr!" Salah satu harimau berbalik dan mengaum.
"Ahh... Sial!" Umpat Bayu.
Mereka yang mendapat tatapan mengancam dari harimau itu, langsung lemas. Mereka bahkan tidak dapat menggunakan tenaga mereka.
Mereka tidak jadi mendekati Jumantara dan Gemani. Nyali mereka menciut seketika. Lalu harimau itu berpaling dan mengikuti Jumantara. Namun Bayu dan indera masih terpaku disana. Entah ajian apa yang digunakan harimau putih tersebut.
Jumantara sudah jauh dari Indera dan Bayu. Gemani mengikuti dari sampingnya. Harimau harimau yang mengikutinya pun hanya seperti kucing yang menurut, bila berada di dekat Jumantara.
"Gemani. Sepertinya aku butuh makan banyak hari ini."
"Baik. Aku akan menyiapkan semuanya." Ucap Gemani.
Jumantara dan Gemani tinggal di sebuah perguruan Macan Putih. Letak mereka berada di dalam hutan. Dan selama ini, hanya ada beberapa murid yang berada di perguruan tersebut.
Jumantara masuk ke dalam rumah yang hampir seluruhnya terbuat dari bambu. Gemani selalu mengikuti Jumantara. Karena baginya, Jumantara adalah penolongnya. Maka apapun yang Jumantara perintah, pasti akan dilakukan.
Rombongan yang membawa harta barang berharga milik keluarga kaya. Saat itu, Gemani ada di rombongan tersebut. Kedua orang tuanya adalah buruh yang sedang mengikuti saudagar kaya. Dalam perjalanan tersebut, para perampok gunung, menjarah harta harta itu. Juga membunuh semua anggota rombongan.
"Tidakk! Ayah ibu." Tangisan dari Gemani kecil.
Saat itu, kebetulan Jumantara mendengar ada suara perampokan dari jarak satu kilometer. Sehingga Jumantara menaiki harimau putih dan segera menuju tempat tersebut.
"Sisa gadis kecil. Bunuh dia!" Perintah pemimpin perampok.
"Groarr!" Suara Auman harimau terdengar sangat keras.
"Apa ini? Macan putih." Umpat pemimpin mereka.
__ADS_1
Para perampok tahu akan harimau tersebut. Dan mereka tahu siapa yang bisa mengendalikan harimau yang sangat buas tersebut. Auman harimau itu mampu membuat para perampok menutup telinga mereka yang berdarah.
Para perampok itu segera melarikan diri. Harimau putih yang mengaum sangat keras itu, sangat cepat berlari menuju Gemani yang juga ketakutan melihat harimau yang saat itu tingginya masih satu setengah meter.
Harimau harimau putih, bukan harimau biasa. Karena harimau harimau tersebut bisa mengalahkan ratusan pendekar hanya dengan aumannya. Lari mereka pun sangat cepat. Juga mereka memiliki taring yang sangat tajam. Kuku kuku mereka mampu merobek musuhnya bagaikan mata pedang yang haus darah.
"Ahh...!" Teriak Gemani ketakutan.
"Jangan takut. Aku akan membawamu. Siapa namamu?" Tanya Jumantara.
"Gemani." Jawabnya masih merasa takut.
"Oh... Gemani, namaku Jumantara."
Dan sejak saat itu, Gemani akan mengikuti Jumantara berpetualang. Dengan ijin gurunya. Ia bisa pergi kemanapun asal membawa harimau putih bersama mereka.
Harimau putih adalah ciri khas perguruan macan putih. Siapapun murid perguruan ini, memiliki satu macan putih sebagai tunggangan. Mereka sangat liar dan bebas di hutan.
Untuk menjadi murid perguruan, mereka harus menjinakkan satu macan putih/harimau putih. Namun Jumantara memang anak yang spesial. Semua harimau putih akan menurut kepadanya, tanpa harus menjinakkan. Jadi ia satu satunya yang bisa menaiki semua harimau putih. Walaupun harimau itu telah dijinakan murid lain.
Hingga usianya yang sudah dewasa, Gemani tetap sama seperti dulu. Ia akan mengabdikan dirinya pada penolongnya tersebut.
"Apa kau sudah selesai masaknya?" Tanya Jumantara, karena ia mencium aroma masakan yang lezat.
"Sudah. Ayo makan." Ajak Gemani
"Ayo kita makan."
Mereka pun makan makanan yang dibuat oleh Gemani. Apapun yang Gemani masak, itu sangat nikmat buat Jumantara. Makanya ia tidak mau melepaskan gadis itu. Sampai kapanpun Gemani akan terus melayani Jumantara. Gemani sendiri tidak keberatan akan hal itu.
__ADS_1
***