Pengkhianatan Seorang Istri

Pengkhianatan Seorang Istri
Bab 127 Pertemuan Cindy dan Friska


__ADS_3

Haris menelepon Hana.


{"Gimana Hana, mau kan anak-anak bertemu dengan Mamanya, di ajak ke Bogor?"} tanya Haris di sambungan selularnya. Dia begitu yakin bahwa anaknya mau bertemu dengan Mamanya.


{"Iya Mas, tapi..} Hana seakan tidak bisa meneruskan obrolannya.


{"Tapi apa Han?"} tanya Haris dihinggapi penasaran.


{"Anak-anak nggak mau ikut, mereka berubah pikiran. Tapi kalau kata Mbak Eka, jika Friska ikut mereka mau pergi ke Bogor," jawab Hana.


{"Loh, ko' aneh, bisa gitu ya. Aku nggak bisa ngajak Friska nggak enak lah,"} jawab Haris. Karena bagaimanapun Friska itu istri barunya Haris, dia tidak mau mempertemukan Cindy, mantannya dengan istri barunya.


{"Yasudah Mas, nanti aku bujuk lagi anak-anak, agar mau ikut ke Bogor,"}sambungan telepon pun ditutupnya.


Tiba-tiba Friska datang menghampiri Haris. Dia menepuk pundak suaminya secara perlahan.


"Mas, kenapa? kalau mau ke Bogor, aku antar nggak apa-apa ko," ucapnya tersenyum manis. Tanpa Haris sadari, Friska mendengar semua obrolan antara Haris dan Hana.


"Tapi.." ucap Haris


"Sudah Mas, nggak apa-apa ko," ucap Friska.


Haris pun tersenyum lebar ketika sang istri berkata seperti itu. Sungguh dia wanita yang bijak, Haris pun tambah mengagumi sifat istrinya tersebut.


"Terima kasih ya, sayang," ucap Haris, sambil mencium pipi sang istri. Friska tersipu malu.


Haris pun menghubungi Hana kembali, dia mengabarkan bahwa Friska, ingin pergi ke Bogor bersama anak-anaknya.


{"Alhamdulillah, nanti malam kita pergi dari Surabaya ya, Mas."} ucap Hana, sang adik.


Harus pun menutup sambungan teleponnya.


***

__ADS_1


Zhira ada Rencana mau ke Bogor.


"Aku mau ke Bogor besok, sama Wisnu. Ada acara keluarga dia, sekalian Wisnu mau memberitahu kepada keluarganya, bahwa kita bulan depan akan menikah. Kamu mau ikut nggak?" ucap Zhira kepada Friska.


"Loh, ko' sama sih. Aku juga besok mau ke Bogor, bersama anak-anaknya Mas Haris, mau menengok Cindy, katanya Cindy ingin bertemu dengan anak-anaknya." ucap Friska.


"Nah kebetulan, kita jalan bareng saja, gimana?" tanya Zhira, dia terlihat senang ketika berucap.


"Boleh, ayo. Tapi..." ucapannya berhenti. Friska tidak meneruskan ucapannya tersebut.


"Tapi apa?" tanya Zhira.


"Kamu nggak apa-apa, kalau bertemu Cindy


Hehehe.." ucap Friska.


"Memang kenapa, nggak masalah kan. Aku nggak ada salah, dia yang salah sudah merebut suamiku dulu," terlihat Zhira kesal dan menahan emosi.


"Yasudah, besok kita sama-sama perginya. Tapi janji ya, harus sabar dan tidak boleh dendam ketika melihat Cindy. kasihan dia lumpuh," ucap Friska pelan, karena takut terdengar oleh Haris.


"Yasudah aku mau istirahat dulu ya, ngantuk. Kita pergi ke Bogor nunggu Hana, adik dari Mas Haris. Tapi paginya aku mau ke dokter dulu," ucap Friska.


Kebetulan saat itu Friska sedang di rumah Ibunya.


***


Keesokan harinya.


Terlihat pagi itu Friska, sudah siap-siap untuk pergi ke dokter kandungan.


Terlihat Haris sangat gembira sekali dari raut mukanya, sang istri terlihat cantik sekali.


Haris sangat senang ketika sang istri hamil, akhirnya dia akan mempunyai anak dari wanita yang dikaguminya sejak jaman kuliah dulu, tapi apa daya Haris seakan memendam semuanya, karena Haris saat itu tidak punya rasa percaya diri dengan sosok Friska, yang cantik dan pintar.

__ADS_1


"Sayang sudah siap?" tanya Haris sambil memegang perut istrinya itu, kemudian Haris mencium perut sang istri.


Friska di perlakukan seperti itu, dia terlihat sangat senang sekali.


Friska tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Mereka pun akhirnya pergi ke dokter kandungan.


****


Drettt... Drettt...Drettt..


Ponsel Haris berbunyi, nampak Hana mengabarkan bahwa dia sudah sampai di Bandung. Haris pun berlalu dari dokter kandungan menuju rumah, karena Hana dan kedua anaknya, sudah menunggu disana.


"Alhamdulillah kandungan kamu sehat sayang, aku senang loh dengarnya," ucap Haris tersenyum.


***


Haris tiba di rumah.


Sang anak memeluk erat Haris, nampak Rara senang dengan Friska, dia pun memeluk erat tubuh Ibu sambungnya itu.


"Mas kita jam berapa pergi ke Bogor?" tanya Hana


"Sebentar lagi, kita nunggu Zhira sama Wisnu mau ikut," ucap Haris.


Tidak lama kemudian Zhira pun datang bersama dengan Wisnu.


Akhirnya mereka pun pergi dengan mengendarai dua mobil.


****


Perjalanan dari Bandung ke Bogor hanya memakan waktu kurang lebih 4 jam.

__ADS_1


Nampak di dalam mobil Rara anak dari Haris sangat dekat dengan Friska. Dia seakan tidak canggung untuk bercengkrama dengan Ibu sambungnya tesebut.


Melihat kedekatan sang istri barunya dengan anaknya itu, Haris sangat senang sekali. Akhirnya ada pelipur lara dan Friska, bisa mengambil hati sang anak dari Haris.


__ADS_2