
Hari itu Rara nampak murung, pandangannya tidak lepas dari Papanya, mukanya cemberut karena akan ditinggikan Papa keluar kota untuk beberapa hari.
"Papa kan cuma lima hari pergi ke Surabaya Sayang, kamu baik-baik di rumah sama Kakak dan Mama, ya?" ucap Haris seakan tidak rela berpisah untuk sementara dengan Anak kesayangannya itu.
Haris akan membuka cabang baru usaha kuliner jadi dia harus bertemu dengan para karyawan dan mempersiapkan kebutuhan usaha disana. Sementara Cindy didalam hatinya merasa gembira karena dia bisa bebas pulang malam karena tidak ada suami.
"Mah, ART kita yang baru sebentar lagi datang, namanya Mbak Eka, dia temannya dari ART, Mas Hari teman Papa, orangnya baik, dan pinter masak katanya, jadi kita tidak perlu repot-repot untuk beli makan lagi diluar," ucap Haris. Cindy orang yang royal uang selalu habis dipakai belanja sedangkan Haris sangat perhitungan dalam soal keuangan. Dia begitu teliti dalam segi keuangan.
Tok-Tok-Tok...
__ADS_1
Suara ketukan pintu terdengar dari luar, kebetulan setelah membersihkan mobil, Haris lupa menutup pintu garasi jadi tamu bisa langsung masuk ke dalam teras.
Cindy kemudian berdiri dari tempat duduknya dan membuka pintu, ketika pintu terbuka Cindy kaget karena nampak terlihat seorang wanita, dengan pakaian sederhana dan wajahnya yang polos tanpa make-up tapi begitu memesona dan cantik, walaupun umurnya sudah tidak muda lagi tapi nampak terlihat sewaktu muda wanita ini sangat cantik.
"Cari siapa ya, Mbak?" tanya Cindy sambil tersenyum tipis kepada wanita itu.
"Oh, masuk Mbak. Tidak di antar Pak Hari?" ucap Haris sambil menyugar rambutnya yang terlihat basah karena baru selesai mandi. Kemudian Mbak Eka bercerita bahwa Pak Hari barusan hanya mengantarkan sebentar dan nanti satu jam lagi akan kembali datang ke rumah Haris, karena ada keperluan dulu. Mbak Eka kemudian memasuki rumah dan duduk di kursi depan televisi, lalu dia bercerita tentang dirinya dan statusnya ternyata dia janda dan suaminya meninggal setahun yang lalu, dia asli Jawa.
{"Benar yang Hari bilang, ART nya cantik, dan dia terlihat ramah, semoga Anakku nyaman bersama Mbak Eka kalau orangtuanya sedang sibuk tidak ada di rumah,"} gumam hati Haris.
__ADS_1
"Neng, namanya siapa?" tanya Mbak Eka, begitu ramah ketika bertanya sama Rara, dan tersenyum renyah. Rara tersenyum manis ketika di tanya oleh Mbak Eka, dan entah kenapa Rara merasa nyaman ketika melihat ART itu lalu dia duduk mendekati Mbak Eka. kemudian Mbak Eka mengusap rambut Anak majikannya itu.
"Aduh, senang ya, ketemu Mbak Eka?" Cindy terlihat bahagia melihat keakraban Anaknya itu, dalam hati Cindy diselimuti rasa senang karena jika dia pulang telat Rara kemungkinan tidak akan lagi rewel karena sudah ada ART yang membuat dia betah di rumah.
{"Senangnya hatiku sekarang sudah ada ART yang membuat nyaman Rara,"} gumam hati Cindy, pandangannya terus melihat Rara dan Mbak Eka.
Kemudian Mbak Eka diantar ke kamar belakang dimana dia nanti tidur disana, Rara pun mengikuti Mama dan Mbak Eka menuju kamar belakang. Nampak raut muka Rara sangat bahagia dengan datangnya Mbak Eka.
Satu jam kemudian Hari datang, dan dia langsung ngobrol di depan teras rumah bersama Haris sebelum Haris pergi ke luar kota yaitu Surabaya.
__ADS_1