
Urusan bisnis Haris, sudah selesai. Tidak terasa dua minggu sudah mereka berada di Kalimantan.
Wisnu nampak merasa berat hatinya, untuk meninggalkan Zhira.
"Pokoknya, bulan depan di usahakan aku datang ke Bandung," ucap Zhira lirih,
tatapannya begitu di hinggapi rasa pilu.
"Sekarang saja. Ayo, ikut!" Haris menggoda kedua pasangan itu.
Zhira pun tersipu malu.
"Tapi janji ya, awas kalau nggak datang," Wisnu seakan mengancam pacar barunya itu.
"Aduhh....yang lagi, bucin!" Haris kembali mengejek.
Haris pun berlalu dari hadapan mereka, yang berada di lobby Hotel. Dan dengan segera kembali ke kamar Hotelnya, untuk merapikan barang-barang ke dalam koper.
Wisnu menggenggam erat jemari Zhira.
"Nanti kalau ke Bandung, aku kenalkan ke keluargaku. Kamu hati-hati ya, disini," Wisnu mengecup punggung tangan Zhira.
Zhira terharu dan matanya berkaca-kaca.
***
Perjalanan dari Kalimantan ke Bandung, menempuh waktu kurang lebih dua jam. Mereka pun akhirnya tiba di Bandung.
"Friska.." Haris tersenyum lebar ketika melihat kekasihnya, sedang duduk di Kafenya. Friska seakan menyambut kedatangan Haris.
"Kamu kenapa, gak ngabarin aku mau ke kafe?" Haris merasa gembira di beri surprise oleh Friska karena kedatangannya.
Haris memeluk erat Friska.
"Sudah makan, belum?" tanya Haris.
Friska menggelengkan kepala.
"Ayo, kita makan. Mau makan disini, apa mau diluar kita pergi kemana, terserah," Haris mengusap rambut Friska dan mencium pucuk rambutnya.
"Disini saja makannya tidak apa-apa, aku lagi minta di bikinin, udang saus Padang, sama jus jeruk oleh Fani." jawabnya Friska.
Kemudian Haris pamit untuk menyimpan semua koper untuk dia bawa ke kamarnya, yang berada di ujung Kafe.
Sementara Friska sedang menunggu pesanan, yang di buat oleh Fani.
"Bu, silahkan, udang saus Padang nya, sudah matang," Fani tiba-tiba datang, dan menyodorkan makanan yang akan di santap oleh Friska.
"Fan, punten pang, ngadamel keun, kopi hitam ngangge gula merah nya, buat Bapak," Friska dengan logat sundanya,
Meminta Fani untuk membuatkan kopi hitam dengan memakai gula merah kesukaan Haris.
__ADS_1
"Sumuhun," Fani menganggukkan kepala, dan berlalu dari hadapan Friska.
***
Tidak lama kemudian Haris datang.
Melihat Friska begitu lahap ketika menikmati makanannya, Haris begitu senang.
"Enak makanannya, Sayang?" Haris tersenyum, memandangi Friska yang sedang lahap menikmati udang saus Padang.
Friska membalas senyuman dan menganggukkan kepalanya.
Fani pun kembali datang dengan menyodorkan kopi hitam kepada Bosnya itu.
Haris menyeruput kopi tersebut, yang wanginya begitu menyeruak seakan rasa lelahnya hilang sesaat.
Setelah Friska beres makan.
"Mas, gimana kalau di segerakan saja, hubungan kita ke jenjang pernikahan," betapa terkejutnya hati Haris, dan di hinggapi rasa senang.
Mungkin inilah momen yang di tunggu oleh Haris, ingin di segerakan untuk menikahi Friska kekasih hatinya.
Rasa sakit Ibunya terhadap Cindy, akan segera terobati dengan hadirnya Friska.
"Sayang, apakah benar yang kamu katakan. Aku tidak sedang bermimpi kan?" tanya Haris, matanya berkaca-kaca. Dia sangat senang sekali dan terharu.
Haris begitu mencintai dan mengagumi Friska semasa kuliah dulu, namun apa daya Haris hanya sebagai pengagum saja.
Karena di sekitarnya banyak lelaki yang mencoba mendekatinya.
Hari ini tepatnya dia sedang dalam keadaan lelah dan butuh sandaran, tanpa dia duga ada kabar baik dan begitu membuat Haris seakan dibuat kaget dan tidak percaya.
'Iya, Mas, benar. Memang banyak yang harus aku kerjakan untuk sekarang ini. Tapi mungkin jika aku berpikir kesana itu terlalu egois bagiku. Ibumu, dan keluargaku mereka ingin cepat di segerakan acara pernikahan, tapi aku menolaknya. Tapi pikiranku sudah terbuka, mungkin dengan aku menikah, semua urusan bisa di bantu oleh pasanganku yang setiap saat ada di sisiku," Friska mencoba mengungkapkan semua isi hatinya dan berharap Haris mengerti.
Haris spontan memeluk Friska, dan tidak terasa bulir putih menetes dari ujung matanya.
Friska mencoba mengusapnya.
____
Sungguh romantis terlihat.
Wisnu yang dari tadi duduk dekat kasir, melihat Haris dan Friska sedang menumpahkan isi hatinya.
Merasa ikut terharu, karena dia juga merasakan pernah gagal dalam berumah tangga dan sekarang mereka telah mendapatkan pasangan yang lebih baik.
___
"Mas, besok datang ke rumahku ya, kita bicara besok dengan keluargaku," ucap Friska, sangat berharap.
"Pasti Sayang, aku akan menemui kembali keluargamu, nanti besok kita bicarakan hari pernikahan kita kapan," Wisnu mengusap pipi Friska karena disana juga ada air mata kebahagiaan.
__ADS_1
***
Malam itu Haris terlihat gembira, dia mengingat kembali kejadian tadi siang ketika Friska mengungkapkan isi hatinya, agar pernikahan di percepat.
***
Pagi itu Haris bangun tidur dengan penuh senyuman melingkar di bibirnya.
Lalu dia mengambil ponselnya yang berada di atas nakas.
{"Bu, besok Haris, akan berkunjung kembali ke rumah Friska, untuk membicarakan hari pernikahan kita. Mohon doa restunya, semoga lancar tidak ada aral melintang ya,"}Haris menelepon Ibunya.
{"Acara pernikahannya, akan dipercepat ya, Nak? Ibu sangat senang sekali. Akhirnya Friska mau di segerakan acara pernikahannya,"} dari cara bicaranya Ibunya Haris, terdengar sangat bahagia.
***
Sore pun tiba, Haris datang ke rumah Friska tanpa di temani siapapun. Haris sekarang tidak lagi seperti dahulu, sifatnya yang pendiam dan malu. Tapi menjadi sosok yang berani dan punya ketegasan dalam hidupnya.
Mungkin karena di pengaruhi juga oleh pasangan, Friska yang cerdas membuat Haris terbawa menjadi sosok yang membuka diri dan percaya diri.
Kedatangan Haris di sambut ramah oleh keluarga Friska.
"Ini kan obrolan santai, antara kita berdua dan orang tua kamu, tapi penyambutannya begitu meriah ada keluarga besar mu, sebagian datang. Aku jadi terkesan canggung," bisik Haris, lekat ke kuping Friska. Yang baru saja menyambut Haris, menghampirinya ke depan halaman garasi.
"Santai, saja. Mereka baru datang, aku gak undang mereka ko, cuma mereka kebetulan saja, datang untuk bersilaturahmi." Friska menenangkan hati Haris yang nampak tegang.
Haris pun memasuki rumah, senyum terbaik nya, dia keluarkan untuk semua orang yang hadir disana.
"Nak, Haris.sehat?" Ibunya Friska, memeluk calon menantunya itu.
Haris kemudian duduk di ruang tamu di deretan saudaranya Friska, kira-kira ada sepuluh orang.
Nampak mereka sangat ramah menyambut kedatangan Haris.
"Nak Haris, pulang dari Kalimantan ya?" tanya Ibunya Friska.
"Iya, Bu, kemarin disana dua minggu ada kerjaan," jawab Haris.
"Kita juga ada ya, saudara jauh, yang tinggal di Kalimantan. Ya, kan Tante," ucap saudara Haris, yang bernama Dea.
Matanya tertuju ke Ibunya Friska.
"Iya, bulan depan, dia akan berkunjung ke Bandung, katanya," jawab Ibunya Haris.
***
Haris pun akhirnya berbicara serius, kedatangannya kesini untuk membicarakan tanggal pernikahan.
Friska dan Haris bersepakat akan merencanakan pernikahan tiga bulan lagi.
Mereka akan mempersiapkan semuanya.
__ADS_1
Mereka akan menggunakan jasa
Wedding Organizer.