
Wisnu Kaget ketika Zhira adalah saudaranya dari Friska. Mereka yang berada disana saling bertatapan satu sama lain. gugup dan tersenyum lebar.
Rasanya seperti campur aduk
___
# Seperti permen nano-nano# 😂
____
"Zhira, ini Zhira kan, apa aku tidak salah lihat!" Haris mengucek matanya. Seakan tidak percaya dengan apa yang sedang dia lihat.
Begitupun dengan Wisnu, dia tidak bisa bicara. dan hanya bisa menatap Zhira, senyuman yang dia torehkan senyum ketidak percayaan atas semua yang dia lihat.
***
Zhira menghela napas secara perlahan. Wajahnya berseri dan menahan tawa, karena seakan tidak percaya atas semuanya.
Zhira kemudian bercerita kepada Friska, bahwa Bram mantan suaminya, dulu selingkuhannya itu bernama Cindy. Dan Cindy itu adalah istri dari Haris.
"Apa..!" ucap Friska matanya terbelalak dan menatap lekat kepada Haris.
Haris menganggukkan kepalanya.
Friska pun di hinggapi rasa tidak percaya, begitu rumit kisah kehidupan ini, dan akhirnya mereka jadi bersatu.
Di tempat ini, di sebuah Kafe milik Haris mereka berkumpul.
"Kita jadi saudara, Brother!" Haris menepuk pelan pundak Wisnu. Seakan menahan tawa.
"Ya, dunia ini begitu sempit,' Wisnu tersipu malu.
***
Friska berusaha melumerkan suasana.
"Nah, tadi Zhira ngajak terus ke Factory Outlet. Tuh, minta anterin sama Wisnu.
Tadi juga pas di Bandara terus menerus menghubungi Wisnu, seakan sudah tidak sabar ingin bertemu," Friska mengejek saudara itu.
Zhira terlihat tersipu malu dan mukanya merah padam. Namun hatinya sangat senang sekali karena Friska mendapatkan calon suami yang baik yaitu Haris.
"Kamu sungguh beruntung mendapatkan Haris, dia lelaki yang sangat baik dan setia," ucap Zhira, berbisik pelan ke kuping Friska.
Dalam benak Friska di hinggapi rasa bahagia dan bangga memiliki calon suami seperti Haris.
Mereka pun akhirnya tertawa lepas, karena tidak menyangka karena sekarang mereka menjadi saudara.
__ADS_1
***
"Ayo, kalau mau ke Factory Outlet. Aku antar," Wisnu mengajak Zhira untuk pergi keluar.
"Kalau menurutku nanti saja besok, kan Zhira belum pulang ke rumah Friska. Dia biar bertemu dulu dengan keluarganya Friska. Dan istirahat tidur dulu, karena sudah perjalanan jauh, capek!' Haris memberikan solusi kepada Zhira, yang sudah tidak sabar ingin berkeliling di kota Bandung, menikmati suasana sejuk dan asri bersama sang kekasih.
"Iya, deh, besok saja," Zhira seakan kecewa karena dia seakan sudah tidak sabar untuk pergi mengelilingi kota Bandung.
***
Keesokan harinya Zhira bersama Wisnu pergi mengelilingi kota Bandung. Zhira memilih baju yang lagi trend sekarang, yang terlihat modis.
Lalu dia pergi ke supermarket untuk membeli beberapa bahan sembako dan minuman.
Cukup banyak sekali.
"Banyak sekali belanjanya, buat siapa?" tanya Wisnu.
"Aku mau kasih, ke panti asuhan dan anak yatim di yayasan," Zhira tersenyum tipis.
Zhira orang yang sangat peduli dan jiwa sosialnya sangat tinggi.
"Aku beruntung bisa mendapatkan wanita seperti kamu," ucap Wisnu, menatap lekat kepada kekasih barunya itu.
"Bisa kan nanti hari Jumat, sehabis jumatan, kamu antar aku buat keliling kota Bandung, kasih sembako ke warga sekitar. Kita kasih ke pedagang kecil yang jualan di pinggir jalan," Zhira seakan memaksa Wisnu untuk bisa mengantarkannya.
***
Tiba di rumah Friska,
Zhira dan Wisnu membereskan semua barang yang baru saja di beli.
Tiba-tiba Friska datang dari tempat praktek kerjanya.
Dia menghela napas panjang, seakan lelah, datang menghinggapinya.
Friska memandangi Zhira dan Wisnu yang sedang membereskan semua barang-barang yang di beli.
"Honey, mau dibawa kemana itu barang? Tetap ke yayasan panti jompo atau anak yatim," tanya Friska.
"Sementara ke anak yatim dulu," ucap Zhira fokus pandangannya membereskan barang-barang itu.
"Padahal istirahat dulu, nanti saja Minggu depan. Biar kamu jalan-jalan dulu sama Wisnu," sambung lagi Friska.
"Kan berbagi sambil jalan-jalan loh, berbagi itu indah," Zhira tersenyum renyah.
Hal tersebut membuat Friska tambah sayang kepada saudaranya itu.
__ADS_1
"Aku ada tugas lusa ke Bogor, mau ketemu klien, pulang-pergi bentar ko, kamu mau ikut? atau gimana kalau Wisnu, yang menyupir. Nanti aku mau bilang kepada Haris, untuk ijin kerja," Friska menatap Wisnu, dengan harapan penuh.
"Boleh, kebetulan dua hari ini, ambil cuti kerja. Dan di Kafe ada karyawan baru juga, jadi ada yang ganti." Wisnu tidak keberatan untuk mengantar Friska dan ini merupakan kesempatan dia untuk bisa berlama-lama dekat dengan Zhira kekasih barunya.
Friska kemudian menekan tombol ponselnya, lalu dia menelepon Haris.
{"Mas, aku mau minta ijin untuk meminjam Wisnu, agar Zhira ada teman juga, pas aku lagi sibuk dengan klien. Aku besok mau bertemu klien ke Bogor. Atau Mas, Haris mau ikut ke Bogor?} terdengar Friska mengejek pacarnya itu, untuk pergi ke Bogor.
kota yang penuh kepahitan yang dirasakan oleh Haris selama bertahun-tahun.
Friska menyadari Haris tidak akan mau untuk pergi ke Bogor, dia ingin meninggalkan masa lalu, tidak mau teringat lagi kenangan pahit di kota tersebut.
"Silahkan saja, tidak apa-apa, tapi aku kalau di ajak kesana maaf, tidak mau. Kalau mau di antar Wisnu, aku ijinkan karena dia lagi cuti dua hari ko," Haris terdengar tidak bersemangat ketika berucap.
Suaranya serak.
{"Mas, kamu lagi sakit?"} Friska di hinggapi rasa khawatir kepada calon suaminya itu. Karena suara dari Haris seperti sedang sakit terdengar lemas dan serak.
"Nggak apa-apa ko, hanya batuk biasa." jawabnya.
"Mas, nanti pulang dari Bogor, kita datangi Wedding Organizer ya, buat persiapan nikah nanti. Aku ingin caranya beda dari yang lain.
Kita buat acaranya outdoor.
Garden wedding mengusung tema pesta kebun atau taman. Tema ini terletak indah pada pemandangannya." Friska terdengar sangat antusias ketika berucap.
Nampak terdengar dia begitu ingin di segerakan acara pernikahannya bersama Haris.
"Iya, Sayang, Iya, sabar ya, pasti semuanya akan Mas, wujudkan keinginan kamu," Haris mencoba meyakinkan kekasihnya itu.
***
Tiba-tiba Zhira duduk di samping Friska.
"Geulis, kamu jangan mempermainkan Mas Haris ya, Aku titip dia sama kamu. Aku pun percaya kamu sayang sama dia. Aku iba saja melihat keadaan rumah tangga dia dulu. Dia di khianati oleh Cindy, dan Bram"mantan suamiku". Aku bisa rasakan betapa hatinya teriris pilu. Karena aku pun merasakan hal yang sama saat itu.' muka Zhira berkaca-kaca menatap lekat kepada saudara kesayangan itu. Penuh harap agar tidak mengecewakan Haris, karena dia anggap Haris sudah menjadi sahabat dekatnya.
Dan sekarang akan menjadi saudaranya setelah nanti setelah menikah dengan Friska.
**
Perjalanan cinta Zhira cukup rumit sekali.
Dia pisah ranjang dengan Bram, dia meninggalkan suaminya ke Kalimantan, rumah orang tuanya. Karena Bram berselingkuh terus jadi dia sudah tidak tahan.
Kemudian Bram meminta rujuk, berjanji akan berubah kelakuannya akan setia. Tapi rasa kecewa dan pengkhianatan kembali muncul, setelah dia kembali lagi bersama Bram.
Dia berkhianat dan kembali selingkuh dengan Cindy, yang tidak lain adalah istri dari Haris.
__ADS_1