Pengkhianatan Seorang Istri

Pengkhianatan Seorang Istri
Bab: 28 Pertemuan Haris Dan Zhira.


__ADS_3

Hari itu penampilan Haris sangat rapih tapi hatinya entah mengapa gelisah, mungkin karena mau bertemu dengan Zhira.


Zhira yang secara tiba-tiba mengirim pesan kepadanya bahwa istrinya, Cindy selingkuh dengan suaminya.


Pertemuan mereka mungkin akan membicarakan mengenai kedekatan Cindy, dan Bram suami dari Zhira saat ini.


Sengaja Haris datang lebih awal sejam, dia juga sebenarnya tidak mau gegabah mau bertemu seseorang yang belum dia kenal sebelumnya, Haris berprasangka takut ada penjebakan atau hanya untuk mengganggu hubungan keluarga Haris, dan Haris pun berpikir terlalu jauh mungkin seseorang ini yang ingin bertemu dengannya hanya ingin menjatuhkan sang istri dalam hal masalah pekerjaan. Sifat Haris terlalu di hinggapi rasa takut dan terlalu percaya sama istrinya yang seakan lembut di hadapannya.


*****


Sesosok Wanita pun datang dengan memakai kaos dan celana panjang, penampilannya begitu cuek namun terlihat rapih dan enak di lihat rambutnya di ikat, memakai tas selempang dan sepatu kets. Wanita itu terlihat menekan ponsel, lalu mengirimkan sebuah pesan.


Kemudian ponsel Haris bergetar.


{"Mas Haris dimana? ini Aku sudah ada di Kafe Bintang!"} bunyi chat itu datang dari pengirim bernama Zhira.


Setelah membaca isi pesan tersebut langsung dengan spontan Haris melambaikan tangan ke arah Zhira, karena kebetulan setelah menulis pesan, Zhira melirik ke arah Haris.


Zhira pun berjalan ke arah Haris yang sudah terlebih dahulu memesan makanan ringan, sosis dan kentang goreng, dan jus mangga. Zhira pun duduk di hadapan Haris dan menyodorkan tangan, mereka pun berkenalan.


Dan Setelah Zhira memesan makanan lalu Zhira membuka obrolan. Cukup lama mereka ngobrol, dan Zhira pun bercerita semua apa yang terjadi antara Cindy dan Bram, Zhira kemudian memperlihatkan fotonya bersama Bram saat menikah, dan foto-foto dirinya bersama Bram dan keluarganya, terlihat mereka saat akrab dan hangat sekali. Zhira juga memperhatikan foto Bram bersama Cindy, foto tersebut sangat mesra, terlihat sangat jelas Bram sedang memeluk Cindy sangat erat, dan di foto tersebut terlihat Cindy sangat bahagia atas pelukan Bram.


"Apa Aku gak salah lihat!" ucap Haris, matanya terbelalak, dan mukanya terlihat merah seakan menahan emosi, jantungnya bergetar dengan cepat, melihat reaksi Haris ketika melihat foto istrinya bersama Bram, Zhira hanya tersenyum sinis.

__ADS_1


"Lebih baik Mas kasih tahu Cindy, jangan ganggu Bram, suami Aku!" ucapnya kesal, terlihat jelas mata Zhira berkaca-kaca. Melihat Zhira terlihat sedih, Haris di hinggapi rasa bersalah dan iba. Haris menatap lekat mata Zhira, dia menghela napas panjang dan berkata sangat pelan, dan berhati-hati.


"Maafkan Aku, nanti Aku akan bicara sama istriku, kamu wanita kuat," ucapnya lirih. Bola mata Haris seakan menyimpan rasa teduh, dan disana tersimpan luka yang teramat tapi tidak bisa dia ungkapkan kekesalan tersebut karena dia tahan.


Entah mengapa setelah menatap Haris dengan lekat terasa ada rasa nyaman ketika Haris berucap, dan mencoba menguatkan dirinya.


Obrolan pun panjang ke masalah pribadi Zhira yang di tinggalkan oleh Bram karena masalah tidak mempunyai keturunan. Tidak bisa di pungkiri dari cara bicara Zhira seorang wanita yang sabar, kuat dan cerdas. Mungkin kekurangannya sebagai wanita dia hanya tidak mempunyai keturunan. Dan Haris pun seakan tidak sungkan bercerita masalah Cindy yang mulai berubah ketika mempunyai jabatan di kantor.


***


Hujan saat itu cukup lebat, jam menunjukkan sudah pukul lima sore, saat itu Zhira seakan kedinginan ketika sedang berada di ruangan Kafe tersebut, karena kebetulan Haris membawa jaket lalu Haris menawarkan jaket untuk di pakai oleh Zhira, tadinya Zhira menolaknya namun dengan bujukan yang sangat kuat oleh Haris akhirnya Zhira memakai jaket yang diberikan oleh Haris.


"Mengapa Aku merasa nyaman dengan suaminya Cindy? ah, gila Aku! sedang memikirkan apa, Aku ini!" gumam hati Zhira.


***


Setelah hujan reda Zhira pun pamit pulang kepada Haris.


"Udah enggak apa-apa pakai saja jaketnya, bawa pulang," ucap Haris mencoba tersenyum renyah meskipun hatinya sedang kesal kepada Cindy sang istri. Zhira hanya membalas senyuman Haris, dan jaket yang dia pakai dia kembalikan kepada Haris.


Zhira kemudian meninggalkan Haris, dengan muka yang sumringah begitupun dengan Haris. Setelah Zhira pulang lalu Haris pun berlalu dari tempat itu, dan dia memasuki mobil.


Di dalam mobil pikirannya tidak karuan, dia tidak tahu harus memulai obrolan dari mana nanti ketika sampai di rumah kepada Cindy istrinya.

__ADS_1


Perasaannya tidak karuan kesal dan kecewa kepada Cindy, tapi mungkin sedikit terobati dengan bertemunya dengan Zhira sosok yang sabar dan lembut.


Bayangan Zhira sekelebat datang ketika dia tersenyum, dan bayangan Cindy pun istrinya yang pendiam yang kini mengkhianatinya datang menghampirinya.


Haris berkali-kali membuang napas kasar.


"Cindy, Aku tidak menyangka. Aku kurang apa sebagai suami, sangat pengertian, dan perhatian terhadap kamu. Kamu tega!" gumam Haris. Kemudian Haris membelokkan mobilnya dan bertepi di pohon rindang disana terlihat sepi, Haris seakan tidak mau pulang ke rumah untuk bertemu istrinya. Dia tidak tahu apa yang akan dia bicarakan nanti sama istrinya, memulai pembicaraan dari mana.


Ting...


Tiba-tiba pesan masuk ke ponsel Haris.


{"Mas, sudah sampai rumah belum? gimana sudah bicara sama Cindy?"} nama pengirim Zhira. Haris hanya membaca pesan tersebut, dan dia pun kembali menyetir.


Namun tiba-tiba suara telepon berbunyi terlihat disana Cindy menelepon. Haris hanya melihat ponsel tersebut dia enggan untuk mengangkatnya.


Kemudian Cindy mengirimkan sebuah pesan kepada Haris.


"Pah, Aku ada rapat mendadak di kantor, kemungkinan pulang malam ke rumah," Haris pun seakan kesal setelah membaca isi pesan dari istrinya itu, terlihat raut muka menyimpan rasa kecewa yang teramat, dalam hatinya berpikir istrinya pasti membohongi dirinya, dan Cindy tidak rapat tapi dia ada janji dengan Bram.


Dada Haris bergemuruh seakan sudah tidak bisa menyimpan rasa sabar, tangannya mengepal, dan peluh pun bercucuran. Mengapa Cindy cukup pandai berbohong terhadap dia, dan dia berpikir betapa bodohnya Haris sebagai suami karena selalu saja di bodohi oleh istrinya selama ini. Cindy yang pendiam, Cindy yang kalem, Cindy yang seakan menjaga kehormatan terhadap suaminya, mengapa dengan sengaja dia mengkhianati Haris.


Apalagi Zhira tadi berkata kepergian Bram dan Cindy sering di lakukan, dan Bram selama ini selalu memberikan barang-barang mewah terhadapnya tentunya dengan harga yang mahal.

__ADS_1


Haris jadi teringat dengan cin-cin yang melingkar di jari Cindy, dan dia berdalih itu hadiah dari kantor karena Cindy terpilih menjadi karyawan terbaik di kantornya. Dan Haris beranggapan itu pasti pemberian Bram, karena Cindy suka tersenyum sendiri jika menatap cin-cin tersebut.


__ADS_2