Pengkhianatan Seorang Istri

Pengkhianatan Seorang Istri
Bab: 29 Kecewa


__ADS_3

Sesampai di rumah Haris tidak langsung memasuki rumah, dia hanya terdiam di teras. Terlihat di rumah begitu sepi, Anak-anak Haris sudah tertidur lelap, dan Mbak Eka sang ART sedang asik menyetrika setumpuk pakaian sambil mendengarkan alunan musik Jawa.


Melihat sang majikan melamun dan tidak masuk rumah hanya diam di teras, Mbak Eka langsung menghampirinya.


"Pak, mau di bikinkan air teh manis atau kopi hitam?" tanya Mbak Eka.


Melihat muka sang majikan terlihat lusuh Mbak Eka sudah menduga, sang majikan sedang di hinggapi masalah.


"Anak-anak sudah tidur, Mbak?" tanya Haris, tanpa memberikan jawaban dia mau minum apa.


"Sudah, Pak!" ucap Mbak Eka.


"Ya sudah kamu istirahat saja, sudah malam tidur!" Haris menyuruh cepat tidur ART tersebut, karena jika nanti Cindy datang, dia bisa leluasa memarahi Cindy tanpa sang ART mendengarnya.


Setelah di perintah oleh sang majikan lalu Mbak Eka berlalu dari hadapan majikannya itu menuju kamarnya.


****


Sejam kemudian Cindy datang, wangi parfum yang di pakai Cindy sangat menyeruak ke hidung Haris sang Suami.

__ADS_1


"Duduk!" Cindy keheranan ketika sang Suami menyuruh dia duduk dengan nada yang tegas dan wajah yang serius.


"Ada apa Pah?" Cindy seakan tidak bersalah dan terlihat menyikapi suami yang sedang marah dia biasa saja.


Kemudian Haris merogoh ponselnya di saku, dia membuka galeri foto di ponselnya, lalu dia memperlihatkan foto.


"Siapa ini!" ucap Haris, tegas. Melihat suaminya dengan nada bicara yang serius dan melihat fotonya sedang bersama Bram kekasih gelapnya, sontak saja Cindy terkejut.


"Pah, dapat dari mana kamu, foto itu!" ucap Cindy dengan bicara bergetar dan pandangannya salah tingkah.


"Tidak penting kamu bertanya demikian, yang Aku tanyakan siapakah lekaki ini? kamu berkhianat ya, selama ini sama Aku? Kamu sungguh tega Mah," seketika ada bulir putih di pelupuk mata Haris.


Takut (Suaminya kalut, dan memarahinya). kasian ( Selama ini dia menipu dan mengkhianati suaminya).


"Jawab! ini selingkuhan kamu kan?" bicara Haris sangat tinggi mengakibatkan sang ART yaitu Mbak Eka keluar dari kamarnya.


Dengan cepat Mbak Eka menghampiri kamar Rara, karena takut jika Anak majikannya itu terbangun dengan suara keras Haris. Tapi terlihat oleh Mbak Eka, Rara terlelap tidurnya. Akhirnya Mbak Eka pun menghela napas secara perlahan.


"Mbak, ada apa?" tanya Reza keluar dari kamarnya. Mbak Eka terkejut ketika Reza terbangun .

__ADS_1


"Papa, marah," ucap Mbak Eka, sangat pelan ketika berucap.


Reza dan Mbak Eka sama-sama terdiam, dan mereka pun akhirnya mendengar percakapan antara Haris dan Cindy.


"Kamu sungguh pandai ya, menyembunyikan perselingkuhan dari Suamimu!" ucap Haris.


Kemudian Mbak Eka mencoba membujuk Reza agar Reza masuk ke kamar dan jangan sampai ikut campur kepada kedua orangtuanya agar tidak memperkeruh keadaan. Dan Reza hanya nurut apa kata Mbak Eka, dia pun masuk ke dalam kamar.


Begitupun dengan Mbak Eka, dia kembali ke kamarnya, sambil tidak lepas dari berdoa agar majikannya tersebut tidak berkelanjutan untuk bertengkar.


"Maafkan Aku Mas, dia teman kerjaku di kantor, tapi kita sudah dekat seperti saudara," bantah Cindy.


Tangan Haris kemudian hendak melayang ke pipi Cindy, namun dia mengurungkan niatnya, dan berucap istighfar.


***


Tiga jam sudah Haris dan Cindy bertengkar, akhirnya Cindy memasuki kamarnya, dengan air mata tumpah ruah menetes ke pipi.


Haris pun malam itu tidak tidur di kamar dia hanya termangu di ruang tamu.

__ADS_1


__ADS_2