
Bu Heny Ibu dari Haris akhirnya tiba di Surabaya, untuk menemui Adik bungsu dari Haris yang bernama Hana.
Hana sifat dan karakter hampir sama dengan Haris, yaitu pendiam atau tidak banyak kata.
"Han, Ibu yakin rumah tangga Haris ada masalah yang cukup besar dan rumit," Bu Heny membuka obrolan ketika baru sampai di Surabaya.
Hana terdiam kemudian dia menghela napas panjang, seakan tahu sesuatu.
"Kamu jujur bicara sama Ibu, jangan ada yang di tutupi," Ibu Heny terlihat ingin Hana bicara jujur tidak ada yang di tutupi terhadapnya.
Hana terdiam begitu lama,
"Iya, Bu. Aku tahu dari Reza. Ibu kan tahu Haris orangnya tidak pernah berbicara apapun, mau dia di hantam juga mulutnya pasti di kunci rapat," ucap Hana.
Hana kemudian menceritakan semua yang terjadi di antara Haris dan Cindy. Nampak setelah mendengar cerita tersebut Ibu terlihat iba mendengar Anaknya yang di khianati oleh menantunya.
"Kenapa kamu tidak bicara sama Ibu, dari kemarin-kemarin. Coba bicara mungkin Ibu akan dengan cepat menemui Cindy!" nampak dari mukanya Ibu dihingga rasa kecewa dan kesal terhadap sang menantu.
***
Hana tidak bicara kepada Ibunya mungkin alasannya karena takut Ibunya khawatir dan yang paling penting Hana tidak mau Ibunya jadi beban pikiran.
***
Rasa bersalah menghinggapi hati Hana, karena dari kejadian dia berterus terang bicara kepada Ibunya tentang keadaan rumah tangga Haris, Ibu terlihat sedih seperti sedang memikirkan beban pikiran yang sangat dalam.
Tanpa sepengetahuan Hana, Ibu kemudian menelepon Haris. Lalu Ibu mengungkapkan kekesalannya kepada sang menantu.
{"Kamu pisah saja! dari pada kamu tidak di anggap dan di hargai oleh istrimu itu,"}
Ibu terlihat menggebu ketika berucap.
Haris hanya terdiam, dia juga memikirkan nasib Anak-anaknya jika sampai terjadi perpisahan dengan Cindy.
Ibu Heny dari dahulu tidak merestui hubungan Anaknya dengan Cindy. Selain Cindy tidak bisa mengambil hati keluarga dari Haris, dari segi agama Cindy tidak seperti keluarga Haris begitu taat beribadah.
{"Kamu masih muda, sudahlah kamu cari pengganti Cindy!"} Ibu Heny seakan kesal terhadap Cindy. Kemudian Ibunya Haris mendesak Anaknya itu untuk ke Surabaya karena kebetulan jarak antara Solo ke Surabaya hanya emat jam kurang.
Haris hanya terdiam dan tidak menanggapi Ibunya berbicara.
***
Dengan berpikir cukup lama dan Haris pun sangat menghormati Ibunya. Keesokan harinya Haris pun berangkat ke Surabaya untuk menemui Ibunya.
***
__ADS_1
Cukup lama Ibu Heny tidak melihat Anaknya itu, dan ketika mereka kembali bertemu. Ibu sangat sedih di usapnya lembut wajah Anaknya itu.
"Kenapa kamu tidak pernah cerita, masalah kamu ini?" desak Ibu.
Ibu menatap lekat kepada Haris.
Kali ini Haris seakan sedih ketika Ibunya bertanya seperti itu lalu Haris pun meneteskan air mata.
Lama kelamaan Haris pun akhirnya bercerita kepada Ibunya tentang keadaan rumah tangganya.
Terlihat Ibunya Haris begitu geram mendengar cerita dari Anaknya tersebut.
"Bagaimana kalau Ansk-anakmu Ibu bawa saja?" ucap Ibu penuh harap.
"Jangan Bu, Haris masih menghargai Cindy. Kasian dia jika harus di pisahkan sama Anak-anak," Haris masih ada rasa kasihan kepada Cindy meskipun dia telah menyakitinya.
"Ibu saja yang beberapa minggu akan tinggal di rumah kamu," Ibu memberikan sebuah pilihan.
Sungguh sangat berat pilihan yang harus dia pilih. Haris seakan tidak sanggup untuk memenuhinya karena Haris tahu Cindy tidak suka jika mertuanya tinggal bersamanya.
Jangankan untuk tinggal beberapa minggu, mertuanya menginap saja Cindy menghindar.
"Bu, Haris sudah percaya, Cindy tidak akan mengulangi lagi perselingkuhan dengan lelaki lain," Haris berusaha meyakinkan Ibunya itu.
**
Entah mengapa sampai kapan ini terjadi, dalam hati Haris di hinggapi rasa kecewa yang teramat yang mengakibatkan dia pun seakan enggan untuk bercumbu dengan istrinya itu.
Padahal dia sebagai lelaki masih normal tapi karena kejadian kemarin yang mengakibatkan hatinya terluka mengakibatkan rasa kasih kepada istrinya seakan hilang, dan Haris tidak tahu harus memulainya dari mana.
***
Haris pun kembali ke Bandung setelah berbicara panjang lebar dengan Ibunya. Didalam perjalanan menuju Bandung, Haris seakan terngiang-ngiang perkataan Ibunya yang harus menceraikan istrinya itu.
Haris juga memikirkan semua rencana Ibunya yang ingin tinggal di rumah untuk beberapa minggu atau Anak-anaknya akan dibawa oleh Ibunya.
"Sungguh ini pilihan yang sangat berat!" gumam hati Haris.
***
Keesokan harinya Ibunya Haris menelepon Cindy.
Cukup lama Cindy untuk bisa mengangkat telepon dari Ibu mertuanya itu, dan akhirnya Cindy pun mengangkat telepon dari mertuanya itu.
Cukup lama Ibu Heny berbasa-basi kepada Cindy, dan tibalah pembicaraan mengarah ke hal yang tidak mau di dengarkan oleh Cindy yaitu masalah rumah tangganya dengan Haris.
__ADS_1
{"Kamu harus bisa menghormati suamimu, hargai suamimu, jangan kamu sia-siakan. Jangan karena Haris itu diam saja, kamu seenaknya mempermainkan hati Anakku!"} Ibu seakan menahan sesak ketika berucap.
Cindy diam seribu bahasa, dan jantungnya tiba-tiba berdetak lebih cepat.
{"Kalau kamu tidak bisa mengurus Cucuku, biar Ibu bawa semua tinggal di Bekasi!"} ucapnya lagi.
Cindy semakin tersedu ketika Ibunya berkata demikian.
{"Yasudah, Ibu akan tinggal sementara waktu disana!"} Ibu seakan memberikan peringatan.
{"Ta..tapi Bu!"} Cindy seakan takut jika Ibu mertuanya untuk tinggal di rumahnya.
{Ya, Ibu sudah menduga, pasti kamu tidak setuju, jika Ibu tinggal disana!"} Ibu seakan kesal ketika berucap.
{"Bukannya begitu Bu, hanya Cindy tidak mau merepotkan Ibu,"} Cindy berusaha untuk tidak menyinggung perasaan dari Ibu mertuanya itu.
Ibu pun akhirnya menutup sambungan teleponnya.
***
Setelah selesai menerima telepon dari mertuanya itu lalu Cindy duduk di Sofa badannya seakan lemas lunglai.
Dia tidak menyangka akhirnya sang mertua mengetahui perselingkuhannya.
Diam-diam Mbak Eka mendengarkan pembicaraan antara sang majikan dan mertuanya itu.
"Syukurlah kalau Ibu sepuh tahu, biar ada sifat jera!" gumam hati sang ART itu.
**
"Mbak..!"
Tiba-tiba Cindy memanggil Mbak Eka.
Mbak dengan cepat menghampiri sang majikannya itu.
"Mbak, kalau menurut Mbak, jika Ibu sepuh tinggal disini gimana?" tanya Cindy seakan ingin ada pembelaan.
"Tidak jadi masalah, kalau menurut Mbak," Cindy mengernyitkan dahi. Cindy berharap jawaban dari Mbak Eka tidak seperti itu tapi menolaknya karena jika ada mertuanya akan menambah masalah.
Menurut Cindy Ibunya Haris cerewet jadi segala sesuatu nantinya pasti diatur semua oleh sang mertua.
Cindy terdiam dia seakan tidak puas dengan jawaban ART nya itu.
"Bu sepuh kan cerewet Mbak, dia pasti memegang kendali semuanya," Cindy mencoba mempengaruhi ART nya itu.
__ADS_1
"Menurut Mbak, Ibu sepuh baik, cerewet itu karena saking sayangnya kepada Anak dan Cucunya," lagi-lagi Mbak Eka mencoba membela Ibunya Haris.