Pengkhianatan Seorang Istri

Pengkhianatan Seorang Istri
Bab: 6 Rara sakit.


__ADS_3

Badan Rara panas sore itu, Cindy di hinggapi rasa khawatir yang luar biasa lalu dia menelepon Haris suaminya tapi ponselnya tidak aktif kemudian dia menelepon kantor suaminya.


"Pah, ponselmu kenapa tidak aktif, ini aku khawatir anak kita Rara, sakit Pah, kamu segera pulang, kita bawa dia untuk ke dokter," ucap Cindy terbata-bata. Haris terkejut mendengar Rara, Anaknya sakit karena Rara adalah Anak kesayangan dari Haris.


"Iya, Mah, Papa segera pulang," jawabnya, meskipun keadaan sedang ada rapat di perusahaannya.


Sesampai di rumah langsung Haris memboyong Rara ke dalam mobil, dan menidurkan anaknya di kursi belakang,"


_____


"Gimana dok, Anak saya tidak apa-apa kan," Haris di hinggapi rasa khawatir terhadap Anaknya itu.


"Tidak apa-apa Pak, cuma Anak ini butuh istirahat saja," ucap dokter sambil menulis resep yang akan di berikan kepada pasien.


Setelah beres semuanya, lalu Cindy dan Haris sambil menggendong Anaknya itu keluar dari rumah sakit, tanpa di sadari oleh Cindy dari kejauhan Cindy melihat Bram sedang menebus obat di apotek.


"Pah, lebih baik yang menebus obat Papa saja," ucap Cindy.

__ADS_1


"Loh, kenapa. Tadi katanya Mama yang mau nebus resep obatnya," jawab Haris.


"Aku, agak sedikit pusing, biar aku nunggu di mobil bersama Rara, Papa tahu sendiri kan, di apotek ini suka antri penuh," ucapnya.


Tanpa menaruh curiga sedikitpun akhirnya Cindy berlalu bersama Rara ke dalam mobil.


lalu Cindy menekan ponsel dan memijit nomor ponsel tersebut sambil menuliskan pesan.


{"Mas, kamu sakit apa? ini aku sedang berasa di dokter, dimana kamu sekarang berada, tolong topi yang kamu pakai agak tenggelamkan kedalam biar suamiku tidak mengenalimu. karena suamiku sedang menebus resep obat di tempat yang sama,"} lalu pesan tersebut di kirim ke nomor Bram.


Dia takut Haris mengenali Bram meskipun pertemuan baru sekali.


***


Melihat isi pesan dari Cindy, mata Bram lalu melirik ruangan sekitar, dari kejauhan dilihatnya Haris sedang berjalan ke arah apotek dimana Bram berada.


"Aku takut Haris mengenaliku meskipun kita baru bertemu sekali. Walaupun saat itu aku sedang berada di dalam mobil," gumam hatinya. Bram kemudian keluar dari dalam apotek dia tidak mau jika Haris mengenalinya.

__ADS_1


Bram memilih keluar dari dalam apotek itu dia lalu berlalu ke tempat parkir dimana mobilnya di simpan. Bram masuk ke dalam mobil dan menghela napas panjang lalu dia memfokuskan pandangannya ke arah Haris.


___


Setengah jam sudah Haris berada di apotek, setelah Harus keluar apotek lalu Bram memberanikan diri keluar dari mobilnya untuk membeli resep obat.


Di dalam mobil Cindy terdiam seakan khawatir terhadap Bram


"Bram sakit apa ya, ko' dia tidak bicara sama aku jika dia sedang sakit," hatinya tidak karuan, dilihatnya terus ponselnya itu karena Bram tidak memberi kabar, dia sakit apa.


"Mah, kamu kenapa?" tanya Haris ketika melihat istrinya sedang melamun seakan pandangannya kosong.


"Aku mengkhawatirkan keadaan Rara, Pah," Cindy berusaha berbohong kembali.


"Tadi kata dokter tidak apa-apa kan, tinggal istirahat yang banyak nanti juga akan pulih keadaannya," ucap Haris. Cindy pun terdiam kembali sambil mengusap Rara yang sedang tidur tapi pikiran melayang memikirkan Bram.


Sesampai di rumah, Cindy berusaha menelepon Bram namun tidak ada jawaban disana, Cindy di hinggapi rasa khawatir yang teramat kemudian dia mencoba kembali menelepon kekasihnya itu, tapi telepon dari Bram tidak aktif.

__ADS_1


__ADS_2