Pengkhianatan Seorang Istri

Pengkhianatan Seorang Istri
Bab 81 Cindy Marah


__ADS_3

Gisela menyesali dirinya yang sudah melakukan hubungan di luar batas dengan Bram. Dan sampai sekarang Bram tidak menghubunginya sudah hampir dua minggu.


Ting..


Akhirnya pesan muncul dari Bram.


"Maaf, aku sibuk. Jadi enggak bisa pegang ponsel!" begitu entengnya dia berucap. Seakan dia tidak ingat atas kelakuannya, yang di lakukan terhadap pacarnya itu, beberapa minggu yang lalu.


{"Kamu dimana? kenapa tidak ada kabar berita!"} tanya Gisela kesal.


{"Aku sedang di Kalimantan!"} jawabnya serius.


Mendengar kata, Kalimantan Gisela di hinggapi rasa curiga, karena dia takut Bram kembali kepada mantannya yaitu Zhira.


{"Kamu ngapain, disana?"} tanyanya penuh di hinggapi rasa penasaran.


{"Lagi ketemu, klien! sudah ya, aku sibuk. Nanti aku hubungi lagi!"} sambungan telepon pun akhirnya terputus.


Gisela geram sekali terhadap Bram.


"Sialan..! sudah menikmati tubuhku, dia pergi begitu saja. Dasar lelaki kurang ajar!" gumam hatinya.


Karena di hinggapi rasa kesal dan amarah yang memuncak, lalu dia mencoba menghubungi Cindy.


Dia tumpahkan rasa sesalnya kepada sahabatnya itu. Kejadian malam itu di sebuah Hotel. Gisela pun menceritakan dengan penuh emosi dan kesal.


{"Jadi kamu, sudah tidur dengannya?"} Cindy terdengar marah ketika berucap.


Padahal itu bukan hak Cindy, untuk marah.


Tapi karena dia masih cinta dan sayang terhadap Bram, jadi pikirannya di hinggapi rasa marah yang terpendam.


{"Iya, aku diberi obat ke dalam minuman yang buat aku pusing, jadi aku tidak ingat apa-apa saat malam itu,"} Gisela mencoba menjelaskan semuanya.


{"Jujur kepadaku, tapi kamu menikmatinya kan?"} Cindy seakan ingin tahu semuanya.


Gisela hanya terdiam.


Sudah lama dia sendiri, tanpa belaian dari seorang lelaki, dan malam itu antara sadar dan tidak sadar, Gisela menikmati permainan dari Bram yang mampu membuat dia terbang ke awang-awang.


{"Dasar munafik!"} Cindy kembali marah.


{"Kamu masih cinta ya, kamu cemburu kepadaku Cindy? Tapi kamu berusaha menutupinya,"} Gisela tersulut emosi.


***


Akhirnya perselisihan pun pecah, di antara mereka berdua. Dua sahabat yang saling menghargai, dan menyayangi bertengkar karena lelaki yang brengsek

__ADS_1


{"Dasar orang kampung! tidak punya pendirian,"} Cindy mengejek Gisela.


Gisela merasa kesal dan amarahnya memuncak, saat Cindy berbicara seakan merendahkan dirinya.


{"Apa kamu lupa, kamu dulu orang kampung. Penampilan kamu sangat kucel dan tidak rapih. Mending aku, terlihat modis dan banyak lelaki yang suka saat itu,"} sebenarnya Gisela tidak mau berdebat. Cindy seakan mencoba memancing emosinya.


{"Hahahaha...Nanti kalau kamu hamil, kamu akan di tinggalkan lelaki itu. Seperti dulu dia lakukan kepadaku, dia suruh gugurkan,"} Cindy kembali mengejek dan merendahkan Gisela.


{"Iya, kamu di tinggalkan lelaki itu karena kamu ada suami, makannya Bram takut nikahin kamu. Tapi posisi aku saat ini sendiri, kamu ingat itu Cindy!"} Gisela kesal dibuatnya.


{"Aku malas berdebat dengan kamu, pokoknya kamu wanita kurang beruntung. Baru saja tidur, Bram sudah meninggalkanmu."} Cindy seakan memojokkan sahabatnya itu.


{"Pasti Bram memilih aku, karena aku wanita sehat, sedangkan kamu, wanita lumpuh,"}Gisela sebenarnya tidak mau menyinggung perasaan sahabatnya itu. Namun karena Cindy terus menerus menyerang dirinya, akhirnya amarah Gisela seakan tidak terbendung.


***


Karena Cindy seakan tidak mau kalah ketika berdebat dengannya. Spontan Gisela menutup sambungan teleponnya.


"Dasar wanita licik!" gumam hati Gisela.


Gisela dibuat kesal oleh sahabatnya itu. Rencana dia dengan Cindy, untuk membuat rencana menjatuhkan Bram, akhirnya akan dia gugurkan.


"Akan aku kejar, kemanapun kamu Bram!" gumam hatinya.


Mungkin jika dia menggugurkan rencana, yang telah di sepakati bersama Cindy, untuk menghancurkan Bram, tidak jadi dia lakukan. Hati Cindy akan hancur dan tersakiti.


****


Ibunya Gisela selalu membantu keluarga Cindy, dengan cara memberikan sembako tiap bulan.


Cindy mencoba peruntungan ke kota dan akhirnya dia menemukan tambatan hatinya yang bernama Haris.


Hidup Cindy seakan berwarna, dan Cindy pun menjadi sukses hidupnya.


____


Sesudah menikah dan ada kabar Cindy telah sukses, dari sana tidak terdengar lagi kabar berita dari Cindy.


Namun sekarang setelah mereka di pertemukan kembali dengan jalan adanya Bram, ternyata menjadi tidak akur dan terjadi perselisihan di antara mereka.


***


Gisela membuang napas secara perlahan, dia tidak menyangka sahabatnya menjadi kasar dan licik.


Kalau sifat licik menang dari dulu, ada di diri Cindy.


___*****____*****

__ADS_1


"Pacarmu Jerry, berselingkuh dengan wanita lain, aku melihatnya barusan," ucapan Cindy sewaktu dulu selalu terngiang di kepala Gisela.


Saat itu padahal Cindy, hanya membohongi Gisela, mengakibatkan hubungan Gisela dengan Jerry menjadi putus.


___*****____*****


Gisela selalu sabar, menghadapi sikap Cindy seperti itu.


Ting..


Tiba-tiba pesan masuk di layar ponsel Gisela.


{"Cindy, berteriak keras, dia seakan depresi, banyak yang di pikirkan,"} tulis pesan dari Clara.


Gisela terkejut mendengar kabar berita itu,


"Mungkinkah akibat tadi, kita berselisih paham, dan akhirnya emosi dia meningkat?" gumam hati Gisela, hatinya idak karuan.


{"Sekarang gimana, kabarnya?} tanya Gisela.


{"Sudah tenang, dan dia tertidur pulas,"} Clara, seakan ingin menanyakan sesuatu kepada Gisela.


{"Memang, tadi aku berselisih paham dengannya, suara dia keras dan kasar. Aku tidak suka! makannya aku kembali menyerang dia."} Gisela mencoba menerangkan semuanya kepada Clara.


{"Besok mungkin aku akan mengantarkan dia pulang ke rumah adiknya,"} ucap Clara.


Clara pun seakan kesal, dengan sikap temannya itu. Sedang sakit tapi tidak bisa meredam emosinya.


Cindy tipe wanita yang ingin menang sendiri, merasa benar.


Clara sebenarnya sudah terlalu sayang, kepada sahabatnya itu. Cindy minta untuk pulang pun, Clara selalu melarangnya, begitu pun dengan orang tua Clara, sangat menyayangi Cindy seperti ke anaknya sendiri.


{"Aku prihatin dan juga di hinggapi rasa khawatir, jika Cindy pulang kembali ke rumah Cintya adiknya, akan terjadi perselisihan. Karena Bagas, suami dari Cintya tidak menyukainya,"} Clara seakan begitu tahu semua tentang pribadi Cindy.


{"Ya, mestinya dia sadar diri, banyak yang menyayangi dia. Tapi dia menyia-nyiakan itu semua. Coba kalau dia sikapnya ramah dan tidak licik, pasti semua orang akan datang padanya,"} Gisela sangat menyayangkan sifat Cindy dari dulu tidak berubah.


{"Besok, kalau aku antar ke rumah adiknya, apa tidak akan jadi masalah?"} tanya Gisela kepada Clara.


Dia menawarkan kebaikan kepada sahabatnya itu.


{"Jangan!"} Clara langsung menyambar jawaban.


Di hati Gisela tidak ada sifat jahat dan dendam. Meskipun baru saja terjadi pertengkaran di antara mereka.


Tapi Gisela seakan iba setelah mendengar cerita tentang keadaan Cindy saat ini.


Begitu miris terdengarnya.

__ADS_1


Mungkin dalam hati Gisela tidak peduli dengan cemoohan yang nanti akan di lontarkan oleh Cindy, yang penting niat dia ingin menolong.


Tapi jika Clara menolaknya, apa mau dikata. karena Clara sangat tahu keadaan kondisi Cindy saat ini.


__ADS_2