Pengkhianatan Seorang Istri

Pengkhianatan Seorang Istri
Bab: 18 Cemburu


__ADS_3

{"Nak, Zhira akan berkunjung datang ke rumah, barusan dia menelepon Ibu,} pesan chat muncul di ponsel Bram. Zhira adalah mantan istri dari Bram yang sudah lama meninggalkan Bram, dan proses perceraian pun belum di selesaikan oleh kedua pasangan tersebut. Karena rasa cemburu yang mendalam akhirnya Zhira keluar dari rumah mertuanya itu, dan Haris pun sebenarnya menginginkan perceraian karena setelah sekian lama menjalin rumah tangga belum juga di berikan momongan.


"Pesan dari siapa Mas?" tanya Cindy penuh curiga. Rasa cemburu Cindy sangat besar terhadap Bram kekasih gelapnya itu. Lalu Bram membuang napas kasar, dan dia memperlihatkan isi pesan chat dari Ibunya tersebut. Terlihat raut muka Cindy cemberut dan dengan cepat memalingkan mukanya.


"Hai, kenapa kamu, Sayang!" Bram tertawa terkekeh. Cindy lalu menggelengkan kepalanya.


"Kamu cemburu, ya?" ucap Bram, menatap lekat. Cindy hanya terdiam seribu bahasa, lalu dia memainkan ponselnya dan dia menekan nomor. Yang dia hubungi adalah Haris sang suami. Namun ketika dia hendak menekan nomor tersebut dengan cepat Bram mengambil ponsel tersebut. Lalu Cindy matanya melotot.

__ADS_1


"Kenapa kamu merampas ponselku?" Cindy berusaha menarik ponselnya dari genggaman Bram.


"Aku juga cemburu," Haris berbisik lekat di telinga Cindy. Nampak terlihat mukanya merah padam, Cindy seakan malu dengan kelakuannya sendiri. Mereka bagaikan remaja yang sedang di mabuk cinta. Akhirnya Bram menggenggam erat tangan Cindy, dan tersenyum renyah sambil mencubit gemas pipi Cindy.


{"Apa yang sedang aku lakukan ini, Aku begitu berdosa, tapi entah kenapa Aku gak bisa untuk melewati ini semua,"} gumam hati Cindy, entah kenapa jantungnya berdetak begitu cepat dan bayangan suami serta Anak-anaknya tiba-tiba muncul.


"Gimana kalau besok aja, pulangnya?" Bram mencoba membujuk Cindy. Nampak terlihat Bram ingin selalu bersama Cindy lalu dengan cepat Cindy menolaknya karena dia berpikir Haris suaminya akan pulang dan Rara, Anaknya lagi sakit.

__ADS_1


Setengah jam sudah Haris menelepon Cindy, dan nampak Bram asik memainkan ponselnya terlihat sangat sibuk, dan Bram pun membalas pesan dari Ibunya tersebut.


"Zhira akan tiba di rumah besok," ucap Bram sambil menghela napas panjang. Cindy kemudian melepaskan genggaman Bram. Melihat kelakuan Cindy seperti Anak kecil sontak Bram memeluk Cindy, dia seakan tahu hati Cindy yang sedang dihinggapi rasa cemburu yang teramat.


"Sebaiknya kamu selesaikan dahulu urusanmu dengan Zhira, Mas," Cindy sangat sinis ketika berucap. Bram hanya terdiam dalam benaknya dihinggapi rasa serba salah. Dia sebenarnya sangat mencintai Zhira dan kedua orangtuanya tidak menginginkan Bram berpisah dengan Zhira, tapi karena sampai saat ini tidak di berikan momongan bagi keduanya maka Bram melakukan hal yang seharusnya dia jaga dalam membina sebuah hubungan, yaitu tidak mengecewakan pasangan atau berselingkuh.


Cindy sudah mulai terperangkap kenyamanan hubungan terlarang itu bersama Bram, mungkin ada pepatah cinta itu buta dan akan mengalahkan semuanya.

__ADS_1


***


Setelah beres acara yang di adakan di kantor mereka segera mengemas barang-barang yang dibawa, lalu Bram bersama Cindy bergegas untuk meninggalkan acara tersebut. Dan mungkin saat ini hubungan terlarang mereka sudah tercium oleh teman-teman kantor karena sudah tidak ada rasa canggung sedikitpun diantara mereka itu.


__ADS_2