Pengkhianatan Seorang Istri

Pengkhianatan Seorang Istri
Bab: 133 Bram Terpuruk


__ADS_3

Bram gelisah 😭


Bram dadanya terasa sesak ketika mengingat obrolan yang dia dengar tadi pagi, yang di ucapkan oleh kedua orang tuanya.


Tentang masalah usahanya yang mengalami kebangkrutan, dan dia juga mendengar kabar Zhira akan menikah.


Hatinya begitu tersayat dan pilu.


Mungkin dihatinya masih ada rasa cinta dari diri Bram, terhadap sang mantan.


Bram terlihat menangis, dia kini sudah tidak sempurna baik dari fisik maupun keadaan masalah finansial.


Teringat masa lalu dia yang begitu membanggakan dirinya. Dia terlalu menyombongkan ketampanan dengan cara berganti wanita, dan dia pikir semua bisa dia beli dengan uang.


Baginya uang adalah segala-galanya.


Bram membuang napas kasar.


___


Tiba-tiba Ibu datang.


Sang Ibu lalu datang menghampiri, karena pintu tidak tertutup. Dengan perlahan dia berjalan mendekati Bram, sang anak.


Ibu lalu duduk di pinggir anaknya tersebut, dia mengusap lembut rambut kepala sang anak.


"Nak, jika kamu melakukan dosa maka segeralah bertaubat," ucap sang Ibu. Seakan ada air mata yang akan tertumpah disana.


Bram pandangannya tertunduk, dia merasa tidak ada punya gairah hidup kembali, rasa sesal kian menggelayuti pikirannya.


Penyesalan dia terhadap masalah percintaan yang hanya mempermainkan perasaan wanita, dan penyesalan dalam dunia bisnisnya karena gagal.


Bram memeluk sang Ibu, lalu dia menumpahkan isi hatinya dan memohon maaf terhadap sang Ibu.


___


Bapak datang menghampiri.


"Maafkan Bapak ya," tiba-tiba sang Bapak datang dan menatap satu persatu orang yang dia sayangi itu.


Tidak ada kata terucap dari anak dan istrinya itu, hanya suara tangisan yang terdengar pilu menyayat hati dari kedua orang tersebut.


Semua menangis seakan penuh sesal terlihat dari wajah mereka.


______

__ADS_1


🥰 Zhira Menikah 🥰


Hari bahagia yang dinantikan oleh Zhira dan Wisnu pun akhirnya tiba, mereka menikah. Nampak Zhira sangat cantik sekali dengan gaun pengantin berwarna nude.


Tampilannya terlihat anggun sekali dan cantik. dengan polesan warna make-up yang rapih dan sederhana.


Nampak beberapa tamu undangan hadir dan teman dari kedua mempelai pun terlihat memadati ruangan.


___


Friska nampak tertawa lebar bersama kedua anak Haris. Melihat keakraban yang terjalin antara anak-anaknya dengan sang Istri, Haris nampak bahagia sekali.


Haris berpikir ada pengganti Cindy, yaitu Friska yang lebih membuat nyaman sang anak dan dia sendiri.


Apalagi Rara, dia begitu manja terhadap Friska dan akrab.


"Kata Papa Haris, Rara sama Reza mulai bulan depan sekolahnya pindah ya, ke Bandung. Jadi Rara sama Reza nanti tinggal sama Mami Friska dan Kak Celia (anaknya Friska)." ucap Friska menatap anak-anak Haris satu persatu.


Sang anak menganggukkan kepalanya dan terseyum sumringah.


___


Kemudian Friska mendekati sang suami.


Haris menghela napas secara perlahan.


"Sayang, aku tidak tahu harus bilang apa sama kamu. Terima kasih ya, sudah membuat aku merasa nyaman juga anak-anak," nampak mata Haris berkaca-kaca, dia sangat bahagia sekali, dengan kehadiran sang istri yang begitu peduli dan perhatian.


jika dibandingkan dengan Cindy, mungkin jauh berbeda cara berpikir dan rasa perhatiannya yang diberikan selama ini oleh Friska.


Mungkin ini adalah buah kesabaran Haris, yang waktu dulu ketika berumah tangga dengan Cindy, dia terlalu sabar menghadapi sang istri yang berselingkuh terus, dan tidak perhatian terhadap dirinya maupun anak-anaknya.


________


________


❤️ Lima bulan kemudian ❤️


Friska melahirkan


"Alhamdulillah anak kita seorang perempuan, dan terlahir dengan selamat, Sayang," ucap Haris. Lalu Haris menggendong anak tersebut secara perlahan dan hati-hati. Nampak terlihat mata Haris berkaca-kaca.


"Cantik, bayinya. Mirip Tante Zhira," ucap Zhira, mencoba menggoda Friska.


"Enak saja, seperti aku Maminya," Friska mendelik.

__ADS_1


"Sudah, sudah, mukanya seperti keluarga kalian. Tidak seperti keluargaku," Haris tertawa lebar, otomatis semua keluarga yang sedang menengok Friska tertawa terbahak.


"Aku juga mau kasih selamat kepada Zhira," Haris melirik ke arah Zhira.


Zhira tersipu malu, dia seakan tahu apa yang akan dikatakan oleh Haris.


Friska terlihat dihinggapi rasa penasaran begitupun dengan anggota keluarga yang sedang kumpul berada di sana.


Kemudian Haris menatap Wisnu.


"Zhira dan Wisnu akan segera diberikan momongan," ucap Haris.


Sontak Friska tersenyum lebar.


"Beneran..!" tanya Friska terlihat antusias.


Zhira menganggukkan kepalanya.


"Iya," ucapnya tersipu malu.


"Aduh, aku senang loh, dengarnya," Friska matanya berkaca-kaca karena Zhira dari dulu ingin mempunyai anak.


Friska merasa kasihan terhadap Zhira karena dulu Bram menceraikan Zhira, dengan alasan Zhira tidak bisa hamil. Tapi sekarang Zhira hamil itu merupakan suatu mukjizat.


Wisnu memeluk istrinya itu, dia matanya berkaca-kaca nampak terlihat disana ada rasa haru dan bahagia.


_____


_____



TAMAT -



Taubat sejati bukan hanya berhenti dari berbuat maksiat, namun berbalik menuju kebaikan dan berusaha dengan sungguh-sungguh untuk tetap berada di jalan kebaikan.


Terima kasih yang sudah membaca Novelku & Like-nya. Semoga semua diberikan kesehatan dan dilancarkan semua urusannya.


Aamiin 🤲🙏🥰🥰🥰


Baca juga Novel terbaruku berjudul:


*Pernikahan Dua Hati*

__ADS_1


__ADS_2