Pengkhianatan Seorang Istri

Pengkhianatan Seorang Istri
Bab: 13 Seperti Sepi.


__ADS_3

Hari itu Cindy tidak bekerja dia seakan menyesali dirinya sendiri, Cindy berdiam diri di kamar, Haris pun sang suami tidak menegurnya sama sekali.


"Mah, makan dulu kata Papa," Rara tiba-tiba datang kedalam kamar sambil menatap lekat kepada Mamanya itu. Cindy tersenyum melihat Rara datang ke kamarnya.


"Kamu cantik sekali Nak," ucap Cindy tersenyum kepada Anaknya itu sambil mengusap rambut Rara yang terurai panjang.


"Ayo, Mah," Rara menarik tangan Mamanya. Cindy hanya terdiam dan entah mengapa pikirannya dihantui wajah Bram kekasih gelapnya itu. Cindy sengaja mematikan ponselnya agar Bram tidak bisa menghubunginya karena dia sedang berada di rumah, jika dia mengaktifkan ponselnya dia takut jika tiba-tiba Bram menelepon dan di ketahui oleh suami atau Anaknya.


"Iya, Iya, Nak, nanti Mama menyusul ya," ucapnya lirih.

__ADS_1


"Kenapa, Mah?" tanya Anaknya itu dihinggapi rasa penasaran. Rara Anak meskipun usianya masih kecil tapi pikirannya begitu dewasa, dia seakan tahu situasi keadaan yang sedang terjadi di keluarganya. Cindy pun mencoba menahan air mata yang akan terjatuh dia tidak mau air matanya menetes di hadapan putrinya, meskipun dia tahu apa yang dia lakukan itu sifat yang tidak terpuji dengan cara mengkhianati suaminya tapi entah kenapa rasa untuk mencintai lelaki lain begitu dalam yang dia rasakan.


"Rara...!" teriakan Haris membuyarkan lamunan Cindy. lalu Cindy dengan sigap menyuruh Rara agar menemui Papanya itu. Kemudian Rara mencium pipi sang Mama. Mendapat perlakuan seperti itu Cindy berkaca-kaca seakan dia dihantui rasa bersalah dan rasa yang sangat besar untuk menyayangi dan mencintai Anaknya itu.


Setelah Rara keluar dari kamar Cindy, lalu Rara memeluk Papanya dan mencium pipi Papanya itu.


"Pah, Mama kenapa? seperti sedang sedih," Rara berucap sangat pelan, lekat ke kuping Haris. Mendengar ucapan Anaknya itu Haris hanya terdiam dan menghela napas dan membuang napas kasar.


"Kakakmu, sudah pergi dari pagi tadi, dia ada cara camping di sekolahnya," ucap Haris ketika mendapati Anaknya itu yang matanya menatap lekat ke kamar Kakaknya.

__ADS_1


Rara pun dan Haris makan tanpa ditemani Cindy, setelah makan mereka bercengkrama ngobrol seakan tidak peduli dengan Cindy yang mengurung diri di kamarnya.


____


Siang itu Rara dan Haris tertidur di depan layar televisi ruangan depan, Cindy keluar dari kamarnya lalu dia menatap suami dan Anaknya itu, dan Cindy hanya menghela napas dan tersenyum.


{"Suami dan Anakku, kamu orang yang sabar," } gumam hati Cindy. Dia merasa sepi di rumah itu seakan tidak ada kenyamanan yang dia dapat. Keakraban yang terjadi antara Haris dan Anak-anaknya seakan sirna. Haris yang penyayang seakan tidak ada lagi di hadapannya. Anak-anak yang menghormatinya dan manja seakan tidak dia temukan lagi.


Cindy pun berlalu ke kamarnya lagi dia menatap ponselnya, dia ingin sekali menelepon sang kekasih gelapnya.

__ADS_1


{"Mengapa rasa ini begitu sangat dalam terhadap Bram, dan entah mengapa aku tidak bisa melupakan lelaki ini,"} Cindy seakan ragu untuk mengaktifkan kembali ponselnya. Dia dihinggapi rasa rindu dan takut, rindu ingin mendengar suara Bram, takut karena Haris nanti mengetahui perselingkuhannya.


Bayangan Bram terus menggelayuti dirinya, senyuman dan lesung pipi yang membuat Cindy tidak bisa melupakannya, terutama perhatian dan sifat romantisnya yang membuat Cindy tergila-gila terhadap sosok Bram.


__ADS_2