Pengkhianatan Seorang Istri

Pengkhianatan Seorang Istri
Bab: 16 Dilema.


__ADS_3

Sesampai di puncak Cindy membereskan pakaian yang dia bawa ke dalam lemari, disana Cindy satu kamar bersama Clara sahabatnya itu.


Tok...Tok...Tok..


Lalu pintu pun ada yang mengetuk, setelah dibuka ternyata Bram yang datang, sontak muka Cindy sumringah dan Clara tersipu malu ketika melihat keakraban mereka yang seakan sudah tidak ada jarak lagi.


"Aku keluar dulu ya?" ucap Clara. Tapi dengan cepat Cindy menarik tangan Clara pertanda dia jangan keluar dari kamar. Clara pun hanya tertawa terkekeh.


"Aku takut, masa aku ditinggal berduaan didalam kamar," Cindy terlihat penuh basa-basi. Clara pun tertawa terbahak bersama Bram. Kemudian mereka merencanakan untuk keluar nanti malam setelah acara kantor selesai. Cindy terlihat begitu bahagia ketika Bram merencanakan acara spesial untuknya. Cindy sudah menduga pasti akan ada hadiah lagi yang akan diberikan untuknya dari Bram.


Hampir satu jam Bram berada dikamar tersebut kemudian Bram pamitan untuk kembali ke kamarnya dan tiba-tiba Bram mengecup kening Cindy, Clara sahabat dari Cindy langsung membalikkan badannya dia terasa malu melihat pasangan tersebut karena Cindy sudah mempunyai suami.

__ADS_1


Cindy terlihat malu oleh Clara ketika Bram telah berlalu dari hadapannya. Mukanya merah padam.


"Kenapa Cindy, cuek aja, saya sahabat kamu sudah mengenalmu lama," sindir Clara.


Cindy mengeluarkan parfum dari dalam tasnya, kemudian dia memberikannya kepada Clara sahabatnya itu.


"Ini nyogok ya?" Clara tertawa terbahak.


" Apaan, sih kamu," Cindy terlihat gugup.


"Jangan aneh-aneh, kalau ngomong!"

__ADS_1


Cindy dengan cepat menutup mulut sahabatnya itu.


"Becanda, Sayang," Clara memeluk Cindy. Dalam hati Cindy dihantui rasa takut sebenarnya. Takut jika perselingkuhan dirinya dengan Bram akan terbongkar sahabatnya itu. Tapi dia sangat yakin kepada sahabatnya itu karena Clara orang yang setia terhadap teman tidak mungkin dia membuka perselingkuhannya dengan Bram, karena Clara pun dulu pernah selingkuh dengan lelaki lain dan yang menutupi semuanya adalah Cindy sahabatnya itu.


****


Acara kantor pun sudah selesai sekitar pukul sembilan lalu mereka bertiga keluar dari ruangan acara yaitu ke sebuah Kafe, disana ada life musik dengan musik yang sendu dan romantis seakan menambah suasana hangat diantara pasangan yang sedang di mabuk asmara.


"Ini untuk kamu," kemudian Bram mengeluarkan kotak berwarna pink muda, kemudian Cindy membuka isi kotak tersebut dan betapa terkejutnya karena didalam kotak tersebut ada sebuah cin-cin. Cindy tersenyum ketika melihat isi kotak tersebut tapi matanya berkaca-kaca.


{"Aku tidak pernah di perlakukan seromantis ini oleh suamiku, tapi entah kenapa bersama kekasih gelap ku, yaitu Bram aku di perlakukan sangat spesial. Andai saja Haris memperlakukan aku seperti ini mungkin aku tidak akan berselingkuh,"} gumam hati kecil Cindy. Tak terasa air mata dari pelupuk matanya menetes. Air mata rasa gembira sekaligus merasa berdosa terhadap Haris karena dia telah mengkhianati dan mengecewakan mahligai rumah tangga.

__ADS_1


"Kamu kenapa nangis?" Bram menggenggam erat jemari Cindy, namun dengan cepat Cindy melepaskannya, entah mengapa bayangan Rara sang Anak, dan Haris suaminya hinggap saat itu. Cindy menghela napas dan membuang napas kasar. Dia merasa sangat bersalah dan menyia-nyiakan waktu percuma hanya untuk kekasih gelapnya.


Bram tersenyum renyah dan lesung pipinya seakan menyejukkan pandangan, panah asmara seketika itu seakan meluluh-lantakkan otak, dan pikirannya. Pikiran Cindy terasa kacau dan dihantui rasa salah dan penuh cinta. Salah terhadap Haris dan Cinta kepada lelaki yang kini dekat berada dihadapannya.


__ADS_2