Pengkhianatan Seorang Istri

Pengkhianatan Seorang Istri
Bab 97 Bram kesal.


__ADS_3

Friska dan Zhira akhirnya tertawa lepas, setelah Bram, pergi dari hadapan mereka.


Sementara Bram setelah keluar dari Mall yang cukup besar di Kota Bandung itu. Dia nampak kecewa dan kesal dengan perlakuan Zhira, sang mantan.


"Aku di permalukan, awas ya! Kalau aku tidak suka dengan Friska, mungkin sudah aku pukul si Zhira," dadanya bergemuruh.


Tujuan dia ke Bandung hanya untuk bertemu dengan Friska, tidak ada lagi hal yang lain. Tapi, setelah Zhira menghancurkan semuanya dia seakan geram dibuatnya.


*****


Di dalam mobil.


Beberapa saat kemudian, Gisela menelepon.


"Mas, aku di Restoran, kamu dimana?" tanya Gisela.


Melihat pesan dari Gisela, Bram seakan tidak mau membalasnya, karena dia, lagi di hinggapi kesal yang teramat kepada Zhira.


"Paling, minta duit lagi!" gumamnya.


Bram menatap layar ponsel.


Dia menghela napas panjang


*****


Bim! bim!...


Suara bunyi klakson terdengar berbunyi berkali-kali, di belakang mobil Bram.


Bram terlihat sedang melamun, dia terkejut. Mobil dari belakang sedang menunggu dia untuk melaju, sedangkan Bram di pikirkan dengan lamunannya.


"Shitttt, Sial!" decak Bram.


Dia menoleh ke belakang dari arah kelaksonnya, banyak mobil yang sudah menunggu dari arah belakangnya.


Dia pun melajukan kembali mobilnya, ke arah Mall daerah Cihampelas Bandung.


Dia ingin mengisi dulu perutnya yang terdengar keroncongan.


"Jus strawberry!" Bram melambaikan tangan ke arah pelayan Kafe.


Terlihat di dalam Kafe ada wanita cantik dengan warna rambut merah burgundy. Warna tersebut memberikan kesan edgy. tapi tetap menampilkan sisi tenang wanita.


Bram menatap wanita tersebut, terlihat sangat memesona. Pandangan Bram, seakan tidak bosan melihat wanita tersebut.


Wanita tersebut sedang memainkan ponselnya, dia tersenyum sendiri.


Tiba-tiba teman-temannya datang, mereka bersalaman satu sama lainnya.


Semua temannya terlihat modis dari cara berpakaian, dan cara bicara pun terlihat gaul.


"Lo, udah tampil belum?" tanya temannya, kepada wanita tersebut.


"Baru malam, gue tampil!" ucap wanita tersebut.

__ADS_1


*****


Di lantai bawah sedang di adakan fashion show, kebetulan wanita tersebut adalah seorang foto model.


Dia memakai sepatu high heels, kira-kira tujuh centi. padahal wanita tersebut sudah tinggi.


Bram nampak asik menikmati obrolan wanita tersebut bersama teman-temannya.


"Gue, ganti baju dulu, ya!" ucap temannya, Temannya, kira-kira lima orang. Kemudian mereka berlalu meninggalkan wanita itu.


Kini wanita tersebut duduk sendiri lagi.


Karena di hinggapi rasa penasaran kepada wanita tersebut, lalu Bram menghampirinya.


"Boleh duduk disini!" Bram tersenyum manis kepada wanita tersebut.


Wanita tersebut hanya melempar senyum, pertanda dia mempersilahkan Bram, untuk duduk bersamanya.


"Sendiri saja? Ouh ya, kenalkan saya Bram," Bram mengulurkan tangannya.


"Iya sendiri, teman-temanku baru saja beres fashion show, dan giliranku baru nanti malam, Ouh ya, aku Gita!" jawabnya.


Ternyata wanita cantik itu bernama Gita, terlihat modis dan keren. Wanita ini begitu cuek dan ketika Bram, memandang pun dia seakan biasa saja. Padahal Bram, lelaki yang ganteng dan penampilannya pun terlihat keren.


"Asli Bandung ya?" tanya Bram lagi.


Gita hanya menganggukkan kepalanya.


"Bikin penasaran nih cewek!" gumam hati Bram.


{"Iya, Pah, sebentar lagi Gita pulang. Tapi acara fashion show belum di mulai. Suruh si Bibi yang jagain Dion!"} ucapnya kesal.


{"Kamu ya, mentingin diri sendiri, sementara anakmu tidak kau urus, di tinggalkan!"} suara seorang paruh baya, terdengar membentaknya."


{Ya, nanti selesai acara, Gita akan segera cepat pulang!"} jawabnya, sambil menutup sambungan teleponnya. Dia terlihat cemberut.


Bram mengernyitkan dahi, seakan penasaran. Apa yang terjadi terhadap wanita tersebut, wanita itu menjadi cemberut tidak riang lagi.


"Maaf, lagi ada masalah ya!" Bram menampakkan senyum terbaiknya. Dia mencoba ingin mendapatkan simpati dari wanita itu. Sang wanita hanya mengangguk kesal.


"Maaf, ada apa?" tanya Bram.


"Anakku tidak ada yang jaga di rumah, sedangkan aku harus kerja. Sementara Mama dan Papa, gak mau jagain. Padahal di rumah ada Bibi, yang bantu." Gita menggerutu.


"Ya,udah kalau acara kamu selesai, kamu cepat pulang saja!" ucap Bram.


"Gita...!"


kemudian seorang lelaki melambaikan tangan, kepada Gita. Pertanda acara Fashion show akan segera di mulai.


"Maaf, acara Fashion show segera di mulai, sampai jumpa! Aku harus segera tampil. " Gita berlalu dari hadapan Bram.


"Tunggu..!"


Bram belum sempat menanyakan nomor telepon dari Gita. Akhirnya dia mengikuti Gita, kemana wanita itu melangkah.

__ADS_1


*****


Di atas panggung.


Badannya berlenggak-lenggok, sangat memesona mata memandang. Kali ini Gita menggunakan pakaian santai. Dia lagi memperagakan kaos merk terkenal dan sepatu kets.


Tatapan matanya sedikit jutek, namun mampu menghipnotis para pengunjung yang hadir di acara tersebut.


Tepukan riuh pun membahana, di area tersebut. Para model sangat cantik dan keren, mereka pun terlihat muda dan lincah.


*****


Tidak terasa acara pun selesai.


Bram berada di luar pintu acara, sengaja dia ingin bertemu kembali dengan sosok Gita. karena wajahnya yang cantik dan terlihat cuek membuat penasaran kaum Adam.


"Gita, besok jangan lupa, acara di PVJ (Paris Van Java) pukul sembilan pagi ya. Kita besok ada Fashion show untuk iklan celana jeans. Kamu tepat waktu datangnya," ucap lelaki paruh baya itu. Mungkin dia yang punya management model tersebut. Karena lelaki itu nampak mengatur semua acara pertunjukan.


"Iya, iya, aku harus segera pulang. ini Papa dan Mamaku dari tadi terus menelepon!" terkesan sibuk sedang membereskan baju, yang telah dia peragakan barusan.


"Loh, pulangnya nanti sekitar satu jam lagi. Aku mau beresin baju dulu. Katanya kamu mau ikut numpang ke mobilku," ucap lelaki itu.


"Aku pakai Taksi saja!" ucapnya.


Gita berlalu, setelah bersalaman dengan semua Crew atau Team yang ada disana.


*****


"Sial..!" aplikasinya eror, gumam hatinya.


Gita mau pesen mobil online.


Jika dia menunggu Taksi diluar yang lewat pasti lama. Sedangkan Taksi yang nongkrong di depan Mall jarang ada, kalau sudah malam.


Bram nampak memperhatikan wanita itu. Akhirnya Bram, mengerti maksud dari wanita itu. Mungkin dia sedang perlu bantuan.


"Gita..." Bram tersenyum.


"Kamu..! masih disini?" tanya Gita di hinggapi rasa heran.


Karena Bram, ternyata masih berada di Mall, dia menduga sudah pergi.


"Ya, tadi aku melihat kamu fashion show, kamu sungguh memesona penonton," goda Bram.


"Hmmm..." jawabnya, sambil terus lekat matanya ke layar ponsel.


"Mau pulang ya, boleh ku antar? kebetulan aku mau pulang juga. Jangan khawatir aku lelaki baik ko," Bram tersenyum ramah sekali kepada Gita.


Gita menatap lekat kepada Bram, dia takut juga kalau tiba-tiba di culik atau lelaki yang baru saja dia kenal berbuat jahat.


Drettt.. Drettt..


Sambungan telepon dari Papanya terus berbunyi. Mungkin Papanya Gita, sudah tidak sabar menunggu anaknya kembali pulang.


lalu Gita mencoba mengangkat telepon tersebut.

__ADS_1


"Pah, tunggu...!" jawabnya terlihat kesal.


__ADS_2