
"Ra, Mamanya kemana?" tanya sang tetangga depan rumah yang sedang membeli sayuran, ke Bapak penjual sayur yang lewat depan rumah.
Rara sedang berdiri depan pagar, melihat lalu lalang orang yang sedang melewati jalan komplek.
Kebetulan hari itu hari sabtu, jadi sang tetangga tahunya Cindy libur kerja, jika setiap hari sabtu.
"Lembur kerja!" Rara tersenyum tipis, kepada Bu Retno, nama sang tetangga tersebut.
"Sini, main!" Bu Retno mengajak Rara untuk mampir ke rumahnya. Namun Rara menggelengkan kepala.
"Sudah makan belum? makan yu di rumah Ibu!" Bu Retno kembali mengajak Rara.
Lagi-lagi Rara menggelengkan kepalanya.
***
Akhirnya Bu Retno memasuki rumahnya, dia membawa beberapa bungkus kue, dan makanan ringan lainnya untuk diberikan kepada Rara.
Namun setelah keluar dari rumahnya, Bu Retno terkejut karena Rara sudah tidak ada disana.
Kemudian Bu Retno pun memanggil Rara di pintu pagar, dan kebetulan pintu pagar sedikit terbuka jadi Bu Retno membuka pintu itu.
Nampak Rara sedang duduk di teras sedang memainkan ponselnya main game.
"Ra, ini makanan. Ayo, di ambil!" Bu Retno tersenyum lebar kepada Rara, dan mengusap lembut rambutnya.
"Terima kasih," ucap Rara sambil tersenyum renyah.
"Kak Reza, kemana?" tanyanya Lagi.
"Keluar bentar, lagi beli jus!" jawab Rara.
Kemudian Reza datang,
"Tuh Kakaknya datang!" ucap Mbak Retno sambil tersenyum ke Reza.
"Apa itu!" telunjuk Reza mengarah ke bungkusan yang diberikan eh Bu Retno.
"Di kasih sama Ibu!" ucap Rara tersenyum.
Reza pun mengucapkan terima kasih kepada Bu Retno, dan Bu Retno pun pamit dari hadapan mereka.
***
Tiba di rumahnya Bu Retno di tanya oleh suaminya.
"Bu, darimana?" Pak Suryo suami dari Bu Retno menatap istrinya itu.
"Itu loh Pak, Anaknya Bu Cindy tadi diluar sendiri, lalu Ibu tanya olehku katanya Bu Cindy nya sedang lembur kerja. Yasudah, Ibu kasih makanan!" ucapnya.
"Ya, Bu Cindy depan rumah kita itu pulangnya selalu malam. Dia kerjanya di bagian apa ya, terlihat sibuk!" Pak Suryo seakan dihinggapi rasa penasaran.
"Kepo!" telunjuk Bu Retno menempel di kening suaminya.
Pak Suryo cengengesan tertawa.
***
Malam itu tepat pukul tujuh malam, nampak Cindy belum juga pulang dari tempat kerjanya.
Tiba-tiba ponsel Rara berbunyi, Haris sang Papa meneleponnya.
{"Ra, lagi ngapain, Mama ada?"} tanya Haris.
__ADS_1
{"Kerja, lembur!"} jawabnya.
Sontak jawaban Rara membuat Haris kesal terhadap Cindy, kemudian Haris menutup teleponnya.
Haris menelepon Cindy,
{"Mama dimana! ini kan hari sabtu. Aku bilang jangan lembur kerja!"} terdengar suara Bram oleh Haris, karena saat itu Cindy sedang bersama Bram.
{"Iya, ini perjalanan menuju pulang!"} jawabnya sangat pelan.
Bram berdehem,
{"Itu ada suara laki-laki, siapa?"} tanya Haris penuh curiga.
{"Nggak ada!"} Cindy terdengar kesal.
{"Kamu jangan bohongi Papa!"} Haris berkata penuh dengan rasa emosi.
Tanpa berucap apapun langsung Cindy menutup teleponnya.
{"Telepon, dari siapa?"} tanya Bram.
{"Haris!"} Cindy seakan kesal.
{"Jadi kita nggak jadi nih!"} rencana mereka mau pergi, dan pulang keesokan harinya.
Cindy menggelengkan kepala.
Bram pun cemberut,
Melihat Bram cemberut langsung Cindy memeluknya, Bram mencoba berontak dan melepaskan pelukan Cindy.
Cindy lalu menelepon Anaknya Reza,
{"Kak, Mama nggak pulang malam ini, nggak apa-apa kan, besok pagi baru pulang. Ada acara ngedadak di kantor!"} Cindy mencoba meyakinkan Anaknya itu.
Mendengar Cindy menelepon Anaknya, dan dia ijin pamit tidak pulang malam itu, spontan muka Bram berseri.
"Asik, kita jadi pergi!" ucap Bram tersenyum lebar.
Mereka pun menikmati malam berdua kembali.
***
Pagi sekali Cindy pulang ke rumah sekitar pukul enam, sang tetangga Bu Retno mengintip dari jendela rumahnya.
"Pah, itu lihat Bu Cindy baru datang, mungkin dari kemarin dia baru kembali ke rumahnya. Kasian ya, Anak-anaknya, mana ART nya lagi pulang kampung." Pak Suryo pun dengan cepat melihat Cindy dari arah jendela.
"Tuh kan, Bapak bilang apa! Bu Cindy orang sibuk, pulangnya tidak tepat waktu!" jawab Pak Suryo.
***
Cindy memasukkan mobil sedannya kedalam rumahnya, lalu dia dengan cepat masuk ke dalam kamarnya.
"Mama!" tiba-tiba Rara keluar dari dalam kamarnya.
"Ya, Sayang, Mama tidur bentar ya!" Cindy terlihat lelah.
Rara pun sangat kesal dibuatnya, atas perlakuan Mamanya itu yang tidak sama sekali memperhatikannya.
***
Rara kemudian menelepon Haris.
__ADS_1
{"Pah, Mama baru pulang!"} bicaranya nampak menyimpan rasa marah.
{"Sekarang mana?"} Haris seakan ingin bicara dengan istrinya itu.
{"Tidur, Pah!"} jawab Rara.
***
Haris di hinggapi rasa kesal dan kecewa yang teramat kepada istrinya itu.
{"Apa aku harus pulang ke Bogor dahulu?"} gumam hari Haris.
Haris nampak seperti orang bingung, karena jika dia pulang ke Bogor, pekerjaan di Bandung masih banyak yang harus di selesaikan.
Haris pun mengurungkan niatnya itu.
"Kenapa, Bos?" tiba-tiba Wisnu datang keruangan Haris.
Lalu Haris menceritakan semua yang terjadi keadaan di rumahnya.
"Nggak apa-apa, pulang saja. biar aku yang menyelesaikan semua pekerjaan ini," jawab Wisnu.
Haris cukup lama berpikir kemudian dia menelepon Mbak Eka.
{"Mbak, gimana keadaan Ibunya sehat?"} tanya Haris.
{"Alhamdulillah sudah baikan, Pak!"} Haris sedikit lega hatinya.
{Mbak, gimana kalau pulang ke Bogor saja, kasian Anak-anak tidak ada yang nunggu. Cindy katanya pulang selalu telat!"} Haris begitu berharap kepada ART nya itu.
Dengan bujukan yang begitu memelas akhirnya Mbak Eka luluh juga. Mbak Eka pun akan pulang sore ini ke Bogor.
***
Mbak Eka pun tiba di rumah, nampak keadaan rumah sangat sepi. Sebelum membuka pintu pagar Mbak Eka ada yang memanggil.
"Mbak, baru pulang dari kampung?" ternyata Bu Retno tetangga depan rumah yang tengah menunggu Bapak tukang sayur.
"Iya, Bu!' Mbak Eka tersenyum lebar.
"Kasian loh, nggak ada Mbak, Rara kesepian. Mamanya sibuk ya? kemarin saja pulang subuh!" Mbak Eka terkejut mendengar kabar tersebut.
Mbak Eka pun tidak mau jadi bahan gosip Bu Retno, karena jika sudah datang Bapak tukang sayur, pasti para tetangga kumpul.
Kalau mengetahui keadaan rumah tangga yang terjadi di tempat sang majikan sedang tidak baik, pasti akan rame jadi bahan omongan tetangga.
Mbak Eka berpamitan untuk masuk ke dalam rumah, dan tersenyum tipis kepada Bu Retno.
***
Nampak terlihat Rara sedang duduk di ruang depan, matanya lekat ke layar Televisi.
"Rara!" Mbak Eka berteriak.
Mendengar suara Mbak Eka, sontak mata Rara menengok ke arah suara itu. Rara berlari dan memeluk erat, bibirnya tersenyum lebar.
Cindy keluar di dalam kamarnya,
"Mbak, kenapa sudah pulang lagi, terus kenapa tidak minta di jemput. Ibu sudah sehat di kampung?" Cindy bertanya dengan berbagai pertanyaan.
"Alhamdulillah sudah," Mbak Eka mengusap lembut rambut anak majikannya itu.
Lalu dia mengeluarkan oleh-oleh yang dibawanya di kampung.
__ADS_1
Melihat raut muka Anaknya tersenyum lebar, Cindy nampak mengelus dada.
"Rasanya, rasa nyaman yang di dapatkan oleh Rara bukan dari aku, tapi dari Mbak Eka!" dalam hati Cindy di hinggapi rasa sesal.