Rahasia Meri

Rahasia Meri
RM 10


__ADS_3

Setelah Meri yang menghilang banyak kejadian yang tidak terduga seperti kebakaran kantor polisi pusat dan menghanguskan semua bukti dan data penting. Setelah dua hari kemudian kebakaran terjadi di pengadilan pusat dimana Jornat berkerja. Saat kecelakaan Jornat yang ada di kantor sedang mencari barang bukti juga mengalami luka bakar dan di bawa ke rumah sakit. Tapi dengan semua kejadian yang menerima keduanya barang bukti yang selalu menjadi andalan Izam untuk memperkirakan Bela sudah hilang.


Semua kesalahan dilarikan kepada Meri yang bukan pelaku pembunuhan. Karena Meri yang sudah menghilang dan dinyatakan sudah meninggal oleh kedua orang tua angkatnya hanya bisa terdiam. Sampai waktunya keluarga Sari dan Izam bersama dengan yang lain tidak tahu keberadaan Meri. Dai sudah berubah dengan kedudukan yang berbeda tanpa mereka sadari. Sampai waktu mempertemukan semuanya.


~ ~ ~ ~ ~ ~ ~~ ~  ~ ~ ~ ~~


Meri yang berada di markas Elang Hitam yang sudah tiga hari belum siuman karena benturan di kepalanya. Sampai Tora yang mencari informasi mendapatkan hasil yang bagus kalau pelaku dari semua kejadian yang terjadi adalah ulah dari kedua orang tua angkatnya. Tora yang mendapatkan informasi itu juga mendapatkan informasi yang lain kalau kantor polisi dimana Meri ditangkap mengalami kebakaran.


Tora yang merasa curiga langsung mencari tahu penyebab terbakarnya kantor polisi pusat. Setalah dua hari Tora mencari tahu dia mendapatkan kabar lain pengadilan pusat juga mengalami hal yang sama.


“Sebenarnya apa yang terjadi disini, kebakaran berturut-turut,”ucap Tora.


Erik yang sedang lewat di ruang Tora melihat dia sedang kesal. Erik yang penasaran langsung mendatangi Tora.”Apa yang membuat kamu pusing?,”kata Erik.


“Kenapa kamu disini bukannya kamu harus menjada Meri,”ucap Tora yang masih membaca data yang di kirim.


“Sudah ada Erika yang berjaga, aku juga tidak bisa berlama-lama disini. Karena besok aku harus mulai bekerja lagi karena cuti sudah habis,”ucap Erik.


“Ohh ya aku lupa kalau kamu sedang kerja di sekolahan Meri,”kata Tora.


“Apa kamu dapat informasi yang baru soal kebakaran kantor polisi dan pengadilan,”Kata Tora lagi.


“Untuk apa kamu ingin tahu, apa ini ada kaitannya dengan Meri,”ucap Erik.


“Kurasa iya, karena sangat aneh saja,”kata Tora.


Erik yang berpikir dengan apa yang diucapkan oleh Tora teringat satu hal yang membuat dia ingin tahu.”Apa kamu sudah tahu siapa dalang dari kecelakaan yang menimpa Meri?,”kata Erik.


“Sudah tapi sebagian,”ucap Tora.


“Siapa yang melakukannya,”kata Erik.


“Bukan kamu sudah tahu siapa dalang dari semua ini, tapi ada lagi yang disembunyikan darai keluarga tersebut,”ucap Tora.


“Apa yang kamu maksudkan adalah keluarga Bram yang melakukannya. Tapi bagaimana mereka bisa melakukannya siapa yang mereka suruh,”kata Erik sambil berpikir.


“Itu dia yang masih diselidiki,”ucap Tora.

__ADS_1


“Di tambah lagi kejadian yang menimpa kantor polisi pusat dan pengadilan juga sangat aneh,”kata Tora.


“Aneh bagaimana?,”kata Erik. “Apa kamu tidak tahu kalau Izam ingin mencabut tuduhan atas Meri kalau Meri bukan dalang dari pembunuhan tersebut,”kata Tora.


“Kalau yang itu aku tahu, tapi apa anehnya,”kata Erik.


“Otak kamu dimana sebenarnya,”ucap Tora yang memegang kepalanya. “Tentu saja di kepala,”ucap Erik sampai ponselnya berbunyi.


“Siapa sih yang menelepon ganggu saja?,”ucap Erik yang kesal. Erik melihat ke layar ponsel dan melihat Johan murid di sekolahan.”Kenapa dia menelepon,”ucap Erik yang mengangkat teleponnya.


“Pak guru Erik sekarang ada dimana kenapa empat hari ini tidak kelihatan,”ucap John.


“Kenapa kamu menelepon bapak malam-malam,”ucap Erik dengan santai. “Itu pak saya ingin tahu kebenaran dari Meri. Apa benar dia membunuh Jesika?,”kata John.


“Kenapa kamu bertanya kepada bapak, bukan kepada wali kelas kamu,”ucap John.


“Soal itu karena semua pada sibuk pak dan kurasa bapak kenal dengan Meri makanya saya tanya ke pak Erik,”kata John.


“Bapak tidak tahu,”ucap Erik yang tidak ingin memberitahukan kepada John.


“ Belum berumur 20 tahun bisa kamu tawar menawar dengan bapak,”ucap Erik yang tidak percaya.


“Bapak tidak tahu siapa pelaku dari kebakaran di kantor polisi dan pengadilan tersebut diakibatkan oleh orang bawah,”kata John.


“Apa maksud kamu orang bawah?,”kata Erik.


“Jika bapak ingin tahu kasih tahu kami Meri masih hidup apa sudah mati. Kenapa dia dituduh sebagai pembunuh Jesika. Jika bapak kasih tahu aku juga akan memberikan foto yang kami ambil saat kejadian,”kata John yang menutup telepon.


Setelah John menutup telepon dia memberikan pesan. Jika bapak mau kasih tahu beritahu saya ya pak isi pesannya. “Hai Tora, apa kejadian kebakaran yang terjadi diakibatkan orang bawah bukan,”kata Erik yang melihat ke arah Tora.


Tora yang mendengar langsung bertanya kepada Erik,”Dari mana kamu tahu kalau ciri-ciri yang ditemukan dari orang bawah.”


“Jadi itu benar orang bawah pelakunya,”kata Erik. ‘Itu benar tapi masih belum pasti. Tapi bagaimana kamu tahu kalau mereka adalah orang bawah, sementara aku belum menjelaskannya,”kata Tora.


“Soal itu muridku yang memberitahukanku, katanya dia mengambil foto saat kejadian,”ucap Erik. “Apa, siapa murid kamu itu?,”kata Tora sambil berdiri karena terkejut.


“Tapi dia juga ingin informasi tentang Meri,”kata Erik.

__ADS_1


“Ya udah kasih tahu saja dia,”kata Tora. “Kamu ingin aku kena marah oleh Meri saat dia bangun,”ucap Erik.


“Kalau informasi kecil saja tidak masalah bukan,”kata Tora sambil tersenyum.


“Besok aku akan tanyakan kepada muridku,”kata Erik.”Besok aku ikut,”ucap  Tora.


“Bagaimana kamu bisa ikut aku ingin bicara dengan dia saat disekolahan,”kata Erik.


“Tenang saja aku akan menjadi asisten kamu selama dua hari,”kata Tora.


“Aku tidak percaya dengan kamu,”ucap Erik yang berjalan keluar ruangan. Tapi dihentikan oleh Tora,”Siapa murid kamu itu, beritahu aku.”


“Kenapa kamu ingin tahu siapa dia,”kata Erik yang tidak ingin memberitahukannya.


“Mungkin saja dia bisa bekerja sama dengan kita. Asalkan dia bisa tutup mulut,”ucap Tora.


“Kamu ingin menyeret dua siswa SMA hanya untuk keinginan kamu,”ucap Erik dengan tajam.


“Tidaklah aku hanya ingin tahu saja siapa murid yang pintar itu saja, kok. Kenapa kamu menatapku tajam seperti itu,”kata Tora.


“Dia adalah John dua anak kembar John dan Jesi,”ucap Erik. “Tapi kamu jangan mencari masalah dengan kedua anak itu. Kamu tahukan kalau kita itu harus dirahasiakan,”ucap Erik.


“Tenang saja aku masih ingin rahasia yang harus disembunyikan,”kata Tora.


Erik yang pergi meninggalkan Tora menuju ruang Meri yang bersama dengan Erika.”Bagaimana kabarnya kak, apa dia sudah siuman?,”kata Erik dari belakang.


“Belum, kenapa kamu datang ke sini. Apa terjadi sesuatu?,”kata Erika.


“Tidak ada hanya ingin melihat Meri karena besok aku harus masuk kerja,”kata Erik.


“Kamu cutinya sudah habis,”ucap Erika. “Bagimana sih kakak, aku cuti Cuma empat hari saja. Besok aku harus kembali,”kata Erik.


“Bagaimana perkembangan penyelidikan soal kasus Meri,”kata Erika. “Untuk soal itu, pelaku adalah keluarga angkat Meri Kediaman Sari. Untuk pelaku untuk menyabotase masih dicari, mungkin saja ini ada kaitannya dengan orang bawah,”kata Erik.


“Orang bawah, tapi siapa yang berani membayar mereka jika itu keluarga Sari tidak mungkin karena koneksi kemampuan mereka hanya standar saja,”kata Erika.


“Itu juga yang masih dicari tahu oleh Tora,”kata Erik. “Aku akan keluar sekarang, jaga Meri yang kak Erika,”ucap Erik yang berjalan keluar.

__ADS_1


__ADS_2