Rahasia Meri

Rahasia Meri
RM 15


__ADS_3

Ahmad yang merasa kalau identitas Meri sangat berbeda dengan apa yang dia temukan. Setelah dia bertemu dengan Tora, Ahmad baru yakin kalau Meri menyembunyikan idenitasnya. Ahmad yang tahu akan itu membuat dia semangat dan mencari tahu siapa Meri. Rahasia apa yang dia sembunyikan, tapi kenapa dia bisa ada di kontrakan yang sederhana jika dia mengenal kedua tamu yang datang barusan.


“Kenapa kamu masih disini,”ucap Meri yang melihat ke arah Ahmad.


“Kenapa, apa aku tidak boleh untuk tetap tinggal disini,”kata Ahmad.


“Bukannya kamu sudah tidak ada urusan lagi, untuk apa tetap tinggal disini. Aku juga butuh privasiku sendiri,”kata Meri.


“Jika kamu butuh privasi kenapa mereka berdua masih disini,”kata Ahmad.


“Mereka akan pergi setelah urusna mereka selesai,”ucap Meri.


Ahmad yang tidak tahu hubungan mereka berdua membuat dia harus meninggalkan tempat dia duduk. Karena urusannya sudah selesai, tapi sebelum dia pergi dia memberikan kartu identitasnya di atas meja.


“Jika kamu butuh bantuanku, kamu bisa menghubungiku lewat kartu nama itu,”kata Ahmad yang berjalan ke arah pintu. “Terima kasih, tapi ku rasa aku tidak membutuhkan kartu nama itu,”ucap Meri dengan santai sambil tersenyum.


Ahmad yang telah pergi meninggalkan kontrakan Meri bersama dengan bawahannya. Tora dan Erik yang masih di dalam rumah Meri masih menatapnya.


“Kenapa dia bisa ada disini, bisa kamu jelaskan?,”kata Tora.


“Kamu mengintrograsiku,”ucap Meri dengan tajam.


“Siapa yang ingin mengintograsi kamu, kami datang ke sini ingin memberikan hasil yang kamu cari,”kata Tora.


“Bagaimana sudah selesai penyelidikannya,”kata Meri.


“Sudah,”ucap Tora.”Mana data yang sudah kamu kumpulkan,”kata Meri. Tora memberikan data yang sudah dikumpulkannya kepada Meri. Meri membaca data yang diberikan dengan seksama setelah beberapa jam telah berlalu Meri menghela nafas.


Meri berdiri dan mengambil minuman di kultas bersama dengan puding yang dia beli.”Nyamannya,”ucap Meri.


“Bagaimana dengan temanku Jesi, John dan Tea apa mereka baik-baik saja di sekolahan,”ucap Meri.


“Mereka baik saja hanya saja setelah kamu pergi Tea selalu diganggu oleh Bela. Untuk Jesi dan John sudah pindah sekolah diluar negeri karena ayahnya,”ucap Erik.

__ADS_1


“Jadi ayah Jesi dan John sudah kembali,”kata Meri.


“Apa kamu mengenal ayah Jesi dan John, Meri,”ucap Erik.


“Tentu saja aku mengenalnya, dia orangnya sangat keras kepala Jesi dan John yang tidak ingin ikut tercerumus dalam bisnis yang dikelola ayahnya. Tapi harus mengikui perintah ayahnya karena tidak ada penerus untuk dua perusahaan yang dimilikinya,”Kata Meri.


“Aku dengar kalau Bela bertunangan dengan seorang ceo. Apa itu benar?,”kata Meri. “Itu banar, tapi sayangnya pertunangannya dibatalkan karena dia tidak ingin dengan anak cacat,”kata Erik.


“Anak cacat, apa maksud kamu,”kata Meri.


“Kamu tidak tahu perusahaan Jaya Indah. Orang yang kamu temui barusan adalah adik dari tunangan Bela,”kata Tora.


“Maksud kamu, Bela bertunangan dengan Ilyas Rendra Putra. Tapi pertunangan itu dibatalkan oleh pihak Bram karena dia tidak ingin Bela menikah dengan orang cacat. Itu maksud kamu,”kata Meri.


“Tepat,”ucap mereka berdua.


Meri hanya menganggukan kepalanya. “Apa semua laporan sudah selesai, jika sudah kalian boleh kembali. Jika ada apa-apa aku akan menghubungi kalian,”kata Meri.


“Apa hubungan kamu dengan Ahmad?,”kata Tora. “Dia aku hanya kebetulan menyelamatkan adiknya yang tidak sengaja aku temui di lorong jalan biasa aku lewati saat kembali dari part time. Apa ada masalah,”kata Meri.


“Kamu tahu tidak kalau dia adalah Bos mafia dari organisasi tersembunyi. Dia orang yang berbahaya,”kata Tora.


“Aku tidak tahu, yang aku tahu dia adalah keluarga Rendra itu saja,”ucap Meri yang berakting.


“Kamu tidak usah berbohong. Jelas sekali kalau kamu mengetahuinya,”kata Erik. Meri hanya tersenyum dan terlintas satau peristiwa yang membuat dia ingin tahu.


“Ohhh ya satu lagi. Tapi organisasi kalajengki menyerang Ilham waktu itu. Apa yang sedang terjadi dengan keluarga Rendra dengan organisasi kalajengki tidak akur,”kata Meri.


“Apa maksud kamu Ilham anak terakhir dari keluarga Rendra diserang oleh organisasi kalajengking,”kata Tora.


“Iya karena pada waktu itu ilham yang sedang terluka dan tidak lama kemudian organisasi kalajengking mencari seorang. Aku hanya menebak saja kalau yang dicaro adalah ilham,”kata Meri.


“Kurasa ada rahasia yang disembunyikan. Aku akan mencari tahu dulu soal yang itu, tapi untuk soal orang tua kamu kami masih belum mendapatkan hasil apa-apa seperti mereka sembunyi darai sesuatu,”kata Tora.

__ADS_1


“Aku bisa menuggu soal yang itu,”kata Meri.


Selesai perbincangan Erik dan Tora kembali ke markas. Meri yang melihat mereka kembali merasakan kalau ada yang mengawasi pergerakannya. “Aku tebak pasti itu Ahmad yang mengawasi setelah melihat Tora,”kata Meri.


“Biarkan sajalah,”ucap Meri yang masuk kedalam dan mulai menyiapkan untuk besok pagi. Setelah satu jam berlalu semua keperluan untuk besok telah selesai. Meri kembali kemara dan beristirahat, di malam yang indah dan damai Meri tertidur.


Malam menjelang pagi Meri terbangun karena suara tembakan yang tidak jauh dari kontrakannya. Meri yang ingin tidurk kembali membuka mata dan menghidupkan komputer di kamarnya. Meri melihat ke layar komputer dan melihat cctv yang sudah terpasang oleh keamanan daerah. Sampai dia melihat organisasi kalajengking dengan anak buah Ahmad yang sedang beradu tembak.


“Sebenarnya apa yang terjadi dengan mereka?,”kata Meri yang melihat ke arah jalan. Mobil hitam yang didalamnya terdapat seorang setelah memperbesar layarnya dia melihat seorang yang tidak asing.


“Seperti pernah melihat orang itu, tapi siapa ya?,”kata Meri yang terus mengamati sampai dia melihat truk melaju darai dua arah menuju mobi hitam. “Tapi kenapa mobil itu tidak bergerak, apa ada masalah,”ucap Meri.


Meri yang tidak tahu hatinya tergerak karena ingin tahu dan mengambil jaket hitam dan masker hitam dia menutupi wajahnya dan segera pergi ke arah mobil hitam. Meri yang melihat dua truk melaju dengan cepat dia mengetuk pintu dan memberitahukan penumpang tersebut kalau mereka dalam bahaya tapi tidak ada respon. Meri yang mulai gelisah membuka kaca mobil dengan paksa dan melihat ornag yang ada dalam mobil tidak bisa bergerak dengan penuh luka. Dua orang yang didepan juga sudah tertembak dibagian kepala. Meri yang sudah membuka pintunya membantu penumpang dibelakangnya yang masih bernyawa dan membawa dia menjauh dari mobil.


Sampai kedua truk saling bertabrakan tidak lama Meri pergi dia mendengar suara tembakan darai organisasi kalajengking dan anak buah Ahmad. Meri menghela nafas setelah anak buah Ahmad dalam kondisi terluka.


“Berhenti kamu,”ucap organisasi kalajengking. Meri yang malas hanya menatap dengan tajam an hendak berjalan. Tapi organisasi kalajengking menodongkan pistol kepada Meri.


“Lepaskan orang yang kamu bawa,”kata oraganisasi kelajengki.


Meri yang malas hanya membuat satu gerakan dan mengarahkan pistol kearah lima organisasi kalajengking di depannya dengan santai.


“Sampai jumpa,”kata Meri yang sudah melontarkan pistol sebelum mereka. Semua musuh sudah jatuh ke tanah, sampai Ahamd datang.


“Kamu terlambat,”kata Meri yang tahu kalau Ahamd akan datang karena keributan yang terjadi.


“Kak Ilyas,”ucap Ahmad. Meri melihat ke Ahmad dan kemudian melihat ke arah orang yang dibawa oleh Meri.


“Kamu kenal dengan dia,”ucap Meri.”Dia kakakku,”kata Ahmad.”Jika seperti itu, bawalah dia berobat,”kata Meri yang memberikan Ilyas kepada Ahmad.


“Kamu yang bereskan ya,”ucap Meri sambil pergi.


“Tunggu siapa kamu sebenarnya,”kata Ahmad yang tidak mengenali Meri karena dia menutupi wajahnya.

__ADS_1


__ADS_2