
Leo yang masih mencai kain pendukung melihat sekitar smapai mata Leo tertuju pada satu kain yang membuat Leo tertarik. Leo berjalan ke arah kain yang polos cerah dan sangat cocok di dampingkan dengan kain utama yang dengan berbagai pola.”Apa kamu menemukannya?,”ucap Meri.”Iya,”ucap Leo.
Setelah melihat panjang dan lebar kain Leo membeli dengan ukuran kain 4 meter untuk dia bawa. Barang yang dicarai telah didapatkan mereka berdua menuju kasir. Untuk melihat berapa pengeluaran kain yang mereka beli. Setelah mendapatkan nota belanja mereka membayar kain yang mereka beli.
Karena dari pihak kampus memberikan uang 200. 000 ribu. Uang dipakai menghabiskan 90.000 masih ada 110.000 untuk Leo. Sedangkan Meri yang menghabiskan uang 75.000 dan masih ada uang sisa 125.000.
Selesai dengan belanja kain mereka pergi ke toka lain untuk mencari hiasan baju untuk memperindah pakaian mereka yang sesuai dengan model. Meri yang melihat ke segala arah tidak menemukan Jesi dan John.”Dimana si kembar Leo?,”kata Meri.
“Mereka sedang mencari makan,”kata Leo. Setelah mereka berjalan jauh darai toko mereka berdua melihat Jesi dan John yang sedang asik makan di kedai dekat jalan.”Kita makan disana bagaimana?,”ucap Leo ke arah Jesi dan John.
“Boleh ayo kesana,”kata Meri. Meri dan Leo menghampiri Jesi dan John yang sudah makan lebih dahulu. Sampai John melihat mereka berdua datang ke arah mereka.”Apa kalian sudah selesai dengan kainnya?,”kata John.
“Sudah,”ucap Meri yang duduk dan diikuti oleh Leo. Pelayan datang membawa menu makanannya. Setelah Meri memilih dan Leo juga sudah memesan makanannya mereka berempat mengobrol satu sama lain sampai. John melihat darai jauh,”Bukan Itu Bela yang Meri.”
“Apa?,”ucap Meri yang menoleh ke arah John melihat.
“Sedang apa dia disana?,”kata Jesi.
“Bukan itu Aji ya,”kata John.”Iya, kurasa mereka sedang berbelanja bukan mereka baru saja menikah,”ucap Meir yang ingat sesuatu.
“Kenapa kamu Meri,”kata Leo.”Kurasa aku melupakan sesuatu,”kata Meri.
“Apa yang kamu lupakan sampai pucat seperti itu,”kata Jesi.
__ADS_1
“Karena baru saja aku ingat kalau aku mendapatkan undangan dari Bela tapi aku lupa kalau tanggalnay sudha berlalu. Dan aku baru saja ingat sekarang,”kata Meri yang merasa frustasi.
“Bukannya itu bagus kenapa kamu khawatir,”kata Jesi.”Iya,”kata John.
“Untuk apa kamu datang jika kamu sedang sibuk menjalankan kegiatan studi kamu,”kata Leo.
“Itu benar,”kata Meri yang merasa lega setelah mendengar ucapan mereka bertiga.
“Kita lanjut atau besok lagi perjalanannya,”kata John.
“Kita lanjutan besok saja. Hari ini aku dan Leo ada agenda yang harus diselesaikan,”kata Meri menjelakan dengan singkat.
Selasai dengan makan siang mereka kembali ke mobil dan mulai melanjutkan perjalanan mereka menuju rumah Meri di kediaman Sarca. Di perjalanan yang membutuhkan waktu kira-kira dua jam perjalanan dengan kondisi baik. Tapi tidak terduga saat mereka hendak sampai di rumah mereka berpapasan dengan mobil Jaksen yang sedang akan pergi ke kantot.”Bukan tadi mobil Jaksen,”ucap John.
“Iya mungkin saja kakak ada urusan yang harus di selesaikan dikantor. Karena ada masalah yang terjadi beberapa hari ini,”ucap Meri.
Sampai di rumah Meri dan Leokeluar tapi Jesi dan John tidak keluar. Karena mereka langsung akan bali karena ada beberapa tugas kampus yang mereka harus kerjakan. Setelah John dan Jesi berpamitan mereka mulai menyalakan mobilnya dan melanju meninggalkan kediaman Sarca. Leo dan Meri yang menuju ruang kerja dimana barang masih di tempatkan di tempat yang sama.
“Kita mulai persiapannya,”ucap Meri yang meletakan tas dan barang bawaanya.
Leo yang sudah meletakan barang bawaannya mulai menyiapkan barang yang dibutuhkan sampai pakaian yang akan di lelang. Selesai menyiapkan barang Leo mulai merapikan tempat yang akan di jadikan temat pertunjukkan. Tapi Meri menghentikannya karena ada tempat lain dari ruangan yang akan dijadikan tempat untuk lelang oleh Meri.
Leo yang sudah membawa pakaian yang akan di lelang dengan barang asesoris yang lain mengikuti Meir.”Kemana kita akan pergi Meri,”ucap Leo yang tidak tahu.
__ADS_1
“Nnati kamu juga akan tahu kemana kita akan pergi,”kata Meri berjalan didepan. Leo yang mengikuti dari belakang sampai di satu ruangan yang luas dan bersih dan perlengkapan untuk siaran juga sudah di siapkan oleh Meri.
“Kita akan melakukannya di sini,”ucap Meri. “Disini,”ucap Leo yang terkejut.
Meri yang mentapa ke arah Leo yang sedang terkejut. Sampai semua persiapan selesai dan barang sudha dibawa. Mereka mulai lelang online dengan harha satu pakaian pertama adalah dengan harga 1 juta dan harga bisa naik dengan jumlah pengunjung yang ingin membeli pakaian yang di lelang.
Meri dan Leo yang memantau lewat layar komputer dan laptop yang terpasang. Di mana mereka menuggu sampai baju di pertama ini terjual dengan harga lelang 16 juta. Leo yang sudah mulai mengemasi pakaian yang akan di antarkan lewat anak buah Meri yang sudah berjaga.
“Apa kamu sudah selesai mengemasinya Leo,”kata Meri yang masih melihat ke layat laptop.”Sudah,”ucap Leo. Selesai memberikan kepada anak buah Meri Leo kembali ke tempat duduk dan mulai melelang pakaian ke dua.
Pakaian kedua dijual harga pertama 1.5 juta naik 500 ribu dari yang pertama. Meri yang memberikan harga tersebut sampai tidak lama kemudian mereka mendapatkan hasil yang memuaskan dengan terjual 20 juta untuk pakaian kedua.
Selesai dengan pakaian pertama dan kedua Meri dan Leo mulai menjual pakaian ketiga dan keempat yang dihargai dengan jumlah 20 juta untuk tahap awal. Leo yang melihatnya langsung melihat ke arah Meri.”Apa tidak terlalu mahal Meri dengan jumlah yang ditawarkan 20 juta,”akat Leo.
“Tidak,”ucap Meri dengan santai.”Apa kamu yakin ada yang akan menawar jika kita menjual harga awal 20 juta,”kata Leo yang sedikit ragu.”Kamu tenang saja,”kata Meri yang percaya diri.
Leo menghela nafas dan mulai melihat siapa saja yang akan menawar sampai ada satu orang menawar pakian ke empat dengan harga 25 juta dan ada yang menawar pakaian ketiga dengan harga 30 juta. Tapi pada akhirnya harga yang paling tinggi untuk kedua pakaian tersebut adalah 100 juta untuk pakaian keempat dan pakaian ke tiga dengan harga 75 juta.
Leo yang melihatnya sangat terkejut tapi tatapan Meri masih santai dan tersenyum sata mereka saling bertatapan satu sama lain.”Bagaimana hasilnya, memuaskan bukan,”kata Meri.
Mereka melanjutkan ke pakaian kelima untuk di lelang. Harga yang ditawarkan oleh Meri adalah 25 juta untuk harga awal.Leo yang mendengarnya sudha terbiasa dengan harga yang diberikan oleh Meri setelah melihat pakaian ketiga dan keempat.
“Kamu tidak terkejut lagi Leo,”ucap Meri. Leo menghela nafas dan melihat Meri dengan wajah biasa. Tapi Meri yang melihat Leo hanya bisa tertawa. Sampai di pakaian kelima yang sudah terjual dengan harga 200 juta mereka beristirahat.
__ADS_1
“Kita istirahta dulu,”ucap Meri.”Kita akan melakukannya berapa kali Meri untuk lelang ini,”ucap Leo.
“Terbagi menjadi tiga tahapan tahap pertama sudah selesai dan kita akan lanjut ke tahap kedua nanti setelah kita beristirahat,”ucap Meri.