
Meri dan Leo yang melihat jam tangannya kerena sudah waktunya istirahat mereka berdua meninggalkan pekerjaaan. Leo yang ingin kembali ditahan oleh Meri yang meminta dia untuk menuggu. Leo hanya menuggu sampai Meri datang membawa tas besar. Leo yang tidak tahu hanya menatap ke arah Meri.
“Makanan untuk kamu dan keluarga kamu,”ucap Meri. “Tapi ini terlalu banyak Meri,”kata Leo yang ragu untuk mengambilnya.”Ambil saja,”ucap Jaksen yang hendak keluar karena ada pertemuan. Leo hanya bisa menerima kebaikan Meri dan langsung pulang. Tapi saat hendak pulang Leo di tawarkan tumpangan oleh Jaksen.
Leo yang juga tidak bisa menolah hanya bisa masuk ke dalam mobil dan mereka pergi. Saat mereka pergi bersama Jaksen mengintograsi Leo yang ada dalam mobilnya. Menayakan kenapa orang seperti dia bisa berteman dengan Meri sampai dia menayakan kondisi keluarganya. Setelah Jaksen menayakan semuanya dan sudah sampai di kotrakan Leo keluar.
“Kamu boleh berteman dengan Meri. Tapi jika kamu menghianatinya kamu tahu akibatnya bukan,”ucap Jaksen setelah dia pergi.
~ ~ ~ ~~ ~ ~ ~
Izam yang saat itu pergi ke ruang kesehatan bersama dengan temannya bertemu dengan Meri. Tapi Meri yang tidak ingat dengan Izam hanya menatap izam saat di ruang kesehatan. Izam yang juga tidak ingat wajah Meri pagi itu hanya masuk ke dalam ruang kesehatan dan mengobati luka memar yang ada di wajahnya.
“Kalian kenapa lagi ini,”ucap Erika yang melihat mereka berdua.
“Apa yang kami lakukan ini bukan karena ingin ya bu Erika,”kata teman Izam.
“Kamu berantem masalah apa lagi kali ini,”kata Erika.”Itu bu soal tunangan Izam,”kata temannya yang menjawab.
Izam yang tidak ingin berkata hanya bisa terdiam mendengar mereka berkata.”Tadi itu siapa bu Erika,”ucap Izam karena dari tadi Izam hanya memikirkan gadis yang baru saja keluar.
“Maksud kamu anak jurusan desain tadi,”kata Erika.”Iya, ibu mengenal dia,”kata Izam.
__ADS_1
“Ibu tidak mengenal dia karena baru dia datang katanya terdorong oleh orang saat di kerumunan tadi pagi,”kata Erika yang menjelaskan.
Teman Izam hanya menatap ke arah Izam yang duduk.”Kenapa kamu menatapku,”ucap Izam.
“Kurasa ini ulah kamu gadis tadi terluka,”ucap temannya.”Apa yang kalian bicarakan?,”kata Erika.
“Ini bu tadi ibu berkata kalau dia terluka karena dorongan bukan saat kerumunan. Nah kerumunan itu disebabkan oleh ini bu,”ucap temannya yang menunjuk ke arah Izam.
”Aku tahu kalau aku salah. Tapi kamu juga harus membela teman kamu ini yang sudah dicampakan oleh tunangannya dong,”kata Izam.
Setelah Izam di obati mereka berdua masih tetap di ruang kesehatan sampai kelas selesai. Karena Izam yang masih emosian tidak di izinkan oleh temannya untuk mengikuti kelas. Nanti akan menjadi masalah kalau Izam berulah lagi.
Selesai dengan kegiatan kampus Izam segera pergi untuk bertemu dengan Tarkam yang hari itu sudah ada janjian untuk bertemu. Izam yang sudah mengubah penampilannya bertemu di lokasi yang sudah dijanjikan. Tarkam yang kembali dari bisnisnya membuat janji dengan Izam yang beberapa hari lalu datang ke perusahaan untuk meminta bantuan.
Karena tidak tahu kenapa usaha yang dia dirikan mengalami kerugian oleh pihak lain. Izam yang sudah mencari tahu sebab kegagalan usahanya menemukan sedikit petunjuk kalau ada orang lain yang ingin menghancurkan keluarga KartaAdi..
Izam merasa tidak memiliki musuh sampai Jesika ada. Tapi saat Jesika tidak ada banyak sekali hal yang aneh terjadi membuat Izam tidak tahu yang mana orang yang bisa dipercaya sampai tidak bisa dipercaya.
Tapi sampai di titik terendah mereka yang selalu dekat dengan Izam berlahan mulai menghindari karena ke bangkrutan perusahaan KartaAdi. Izam yang selalu mendapatkan masalah setelah perusahaannya bangkrut, keluarga KartaAdi yang juga mengalami pemunduran sampai pertunangan di batalkan oleh satu pihak wanita. Semua yang awalnya dekat dan memujinya sekarang sudah hilang saat semuanya tidak ada.
Izam yang tidak tahu harus meminta tolong kepada siapa datang rekannya yang sudah pensiun untuk meminta bantuan di perusahan dia kerja. Izam awalnya tidak percaya sampai dia datang ke perusahaan yang baru saja berkembang.
__ADS_1
Izam ingin meminta bantun tetapi hasilnya nihil sampai pimpinan mereka untuk datang hari esok untuk bertemu dengan Tarkam. Izam yang sudah datang pagi itu tapi mendapatkan kabar kalau pertemuan di adakan di negara X di hotel bintang 5. Mendengar itu Izam merasa kalau dia dipermainkan, tapi demi membangkitkan keluarga KartaAdi dia harus melakukannya.
Sekarang adalah hari dimana dia di janjika Izam yang dimana dia sudah menuggu lama di tempat pertemuan tapi tidak ada yang mendatanginya. Tarkam yang baru ingat langsung menuju hotel bintang 5 dimana Izam masih menuggu.”Maaf menuggu lama,”kata Tarkam yang baru saja datang.
Izam yang melihat langsung berdiri dan menatap ke arah Tarkam yang ada disampingnya.”Tidak masalah, silakan duduk,”ucap Izam.
Tarkam langsung duduk dan melihat Izam yang sudah putus asa.”Perkenalkan namaku Tarkam yang akan membantu anda. Dan maaf aku baru saja datang, karena di pertemuan pertama saya lupa dan harus kembali ke negara saya bersama adik saya. Yang kedua hari ini aku terlambat karena ada urusan yang harus saya selesaikan sampai datang terlambat,”kata Tarkam menjelaskan.
“Tidak masalah saya juga baru saja sampai di sini,”kata Izam.
Izam yang tidak tahu kalau Tarkam orangnya ramah dan baik. Sampai Tarkam berkata,”Kamu ingin berkerja sama dengan perusahaan kami. Apa alasannya?.”
Izam yang mengatakan apa yang dia inginkan dengan kerja sama ini. Sampai Izam berkata kalau dia akan melakukan apa saja untuk bisa bangkit dari kemunduran yang di alami oleh keluarga KartaAdi. Tarkam yang sudah mendengar alasan Izam ingin kerja sama adalah untuk membantu rekan dia yang ada dimedan pertempuran dan untuk membangkitkan keluarga KartaAdi.
Tarkam yang sudah tahu semua itu hanya bisa berkata,”Aku bisa membantu tapi kamu harus melakukan satu hal untuku.” Izam yang tidak tahu apa yang ingin dikatakan oleh Tarkam membuat dia sedikit ragu.
“Tenang saja ini mudah untuk kamu,”kata Tarkam.
Izam yang masih tidak tahu hanya bisa menuggu Tarkam bicara. Tarkam yang masih terdiam sampai dia mengeluatkan beberapa data dan diberikan kepada Izam.”Itu data nama yang harus kamu selidiki,”ucap Tarkam.
Izam yang menerima dan membaca datanya setelah dia membaca dan melihat dengan seksama Izam menatap ke arah Tarkam.”Apa anda ingin membangun semua bisnis baru?,”ucap Izam setelah melihat datang yang diberikan.
__ADS_1
“Itu baner karena aku bukan akhli dalam bisnis makanya aku minta bantuan kamu untuk menyelidiki daftar nama itu,”kata Tarkam.
“Itu sangat mudah. Tapi bagaimana dengan rekanku yang ada di medan pertempuran,”kata Izam yang tidak mudah menerima begitu saja.