
Tora yang sudah membalas pesan dari Erik hanya bisa melihat persiapan dari anak buahnya. Hingga dia tidak mendapatkan pesan balasan dari Erik. Tora yang sudah mempersiapkan semua hanya bisa berangkat menuju medan perang dimana mereka akan bertemu rekan baru. Tapi tanpa Tora sadari ada musuh yang sudah siap untuk menghancurkan kedua tentara gabungan tersebut. Akankah Tora dan rekan yang baru tersebut bisa selamat dari gejola musuh yang datang tiba-tiba.
Perjalanan yang sudah disiapkan Tora dan rekan yang lain akan berangkat waktu itu. Tapi tidak di sangka Tarkam yang datang ke markas saat mereka hendak pergi.
“Kalian akan berangkat sekarang?,”kata Tarkam yang keluar dari mobil.
“Tarkam, kenapa kamu datang ke sini?,”ucap Tora.
“Aku hanya ingin melihat perkembangan kalian saja. Sekalian bawa orang ini ikut serta dalam epedisi kamu pergi ke medan perang,”kata Tarkam. Tora yang tidak tahu siapa orang yang dibawa oleh Tarkam tapi darai postur tubuh yang diperlihatkan orang yang di bawa Tarkam adalah anak buahnya.
“Apa ada alasan lain kamu datang ke sini selain orang yang kamu bawa itu,”kata Tora.
Tarkam hanya tersenyum kepada Tora kalau dia datang tidak hanya meminta anak buahnya ikut dalam rencana tapi dia juga membawa barang. Barang yang sudah disiapkan oleh tim khusus dari perusahaan M, jika nanti terjadi sesuatu yang tidak terduga.
Tora yang melihat merasa terkejut dengan apa yang diberikan oleh Tarkam sampai dia berkata apa itu. Tapi tidak ada respon yang diberikan kepada Tarkam hanya satu yang diperlihatkan wajah senyum dingin dan hati-hati. Tora yang sudah melihat itu hanya bisa menutup mulutnya dan menerima barang diberikan kepada Tarkam.
“Kami akan berangkat,”ucap Tora yang naik ke dalam mobil bersama anak buah Tarkam yang ada dua orang ikut dalam misi.
Tarkam yang masih di tempat melihat mereka semua pergi semantara anak buahnya yang datang memberitahukan kalau musuh mulai bergerak. Tarkam yang sudah mendengar kabar itu dari anak buahnya yang mengawasi keluarga Brata dan kedua keluarga tersembunyi.
“Siapa dari ketiga keluarga tersebut yang mulai menyerang?,”kata Tarkam dengan pikiran tenang.
“Kelurga Black dan keluarga Brata,”kata anak buah Tarkam.
__ADS_1
“Dua keluarga ini dari awal menyembunyikan sesuatu tidak aku sangka kalau mereka bekerja sama,”kata Tarkam yang sudah tahu jawabannya.
“Bagaimana pergerakkan keluarga Kyoshi,”kata Tarkam.
Anak buah Tarkam hanya menggelengkan kepalanya karena masih belum ada informasi yang masuk dari mata-mata yang di kiri. Tarkam merasa ada yang ganjil dengan ucapan anak buahnya membuat dia menyuruh salah satu anggota khusus untuk datang membantu.
Tapi respon anak buahnya tidak seperti biasanya membuat Tarkam melihat ke arahya.”Apa yang kamu sembunyikan, jika kamu mencoba untuk membelok kamu tahukan akibatnya,”kata Tarkam dengan dingin.
Anak buahnya hanya terdiam sampai detik dia ingin membuka pulut ada peluru yang menghantam kelapa anak buah itu di depan mata Tarkam. Tarkam yang masih tenang melihat ke arah dimana peluruh itu datang.”Tidak aku sangka di tempat ini juga sudah ada mata-mata,”kata Tarkam yang melihat ke arah datangnya peluru.
“Dia tidak terkejut habat juga dia,”ucap musuh yang bersembunyi.
Musuh yang sudah selesai dengan tugasnya langsung pergi dengan menyuruh semua anggotannya pergi melapor ke atasan mereka. Tarkam yang melihat hanya bisa terdiam sampai anak buah yang masih di tempat datang.
“Bereskan mayat ini,”kata Tarkam yang menghubungi Meri. Meri yang saat itu sedang ada di kampus mendapatkan telepok dari kakaknya.
“Ada apa kak?,”kata Meri lewat telepon. “Apa kamu baik saja?,”kata Tarkam.
“Aku baik tapi dari ucapan kakak, ada kabar buruk yang datang ya,”kata Meri yang menebak apa yang sedang terjadi.
Tarkam yang mendengar kata adiknya hanya bisa menghela nafas dan berkata kalua ada mata-mata di dalam markas. Setelah Tarkam berkata seperti itu Meri hanya tersenyum dengan balasan mereka masuk perangkap. Tarkam yang tidak tahu maksud dari ucapannya hanya bisa bertanya.
“Siapa yang kamu maksud masuk perangkap?,”kata Tarkam.
__ADS_1
“Musuhlah masak kita,”ucap Meri.
“Nanti jika semuanya sudah terkeumpul kakak akan tahu apa maksudnya,”kata Meri.
“Markas akan tetap diposisinya untuk sekarang jangan berulah biarkan mereka datang ke tempat yang tidak seharusnya mereka injak kakinya,”kata Meri dengan santai.
“Aku tidak tahu apa yang kamu lakukan. Tapi jika kamu sudah merencanakannya aku hanya akan mengikutinya saja,”kata Tarkam.
“Ada lagi tidak, jika tidak ada aku ingin masuk kelas,”kata Meri.”Tidak,”ucap Tarkam yang mematikan teleponnya.
Meri yang berjalan menuju kelas bertemu dengan Jesi bersama dengan temannya. Tapi saat Meri mendekat ada yang sikap aneh yang diberikan oleh Jesi. Sikap seperti di hinoptis oleh seorang, Meri yang sudah memiliki pengetahuan medis mengetahui itu. Tapi siapa orang yang melakukannya dan untuk apa. Meri yang diam-diam mengikuti Jesi bersama dengan tamannya sampai di tempat yang sepi dia melihat satu orang yang tidak asing.
“Rika,”kata Meri yang masih bersembunyi.”Tapi kenapa dia bisa ada di sana dan siapa orang yang dibelakang Rika,”kata Meri sambil berpikir.
Mata Meri yang terus mengawasi mereka sampai dia melihat John yang menghampiri Jesi. Tapi tidak tahu kenapa ada perkelahian di antara Jesi dan John sedangkan mereka hanya tertawa menonton saja. Meri yang ingin membantu hanya bisa terdiam sampai dia menemukan kain di tasnya untuk menutupi wajahnya.
Setelah Meri mengubah penampilannya dia dengan diam-diam membantu John dengan memberikan obat kepada Jesi yang sedang dalam pengaruh. Setelah Jesi kembali orang yang ada dibelakang Rika mulai menyerang mereka bertiga.
Jesi yang belum pulih mendapatkan pukulan fatal. Hingga John membantu Jesi berdiri. Meri melihat mereka menyerang hingga gilirannya datang. Meri menghindar dan memulia menyerang balik tanpa ada yang melihat celah yang dia buat. Meri mulai membuat mereka runtuh satu persatu, sampai lawan yang kuat datang menghentikan pergerakkan Meri.
“Hebat juga kamu bisa mengalahkan 10 orang dengan sendirinya,”kata Musuh yang datang menghentikan pukulan Meri. Meri yang merasa ada yang ganjil langsung dengan sekecap mundur.
“Tidak aku sangka kamu tahu cara bertarung,”kata musuh.”Aku tidak menyangka pimpinan dari semua pimpinan datang ke tempat ini,”kata Meri setelah melihat tanda di tangan musuhnya lambang kalajengking.
__ADS_1
“Apa kita saling mengenal sampai kamu berkata seperti itu,”ucap pimpinan kalajengking ketua pertama Andre kakak dari Jack. Sampai Meri mendapatkan serangan tiba-tiba dari musuh yang bersembunyi. Tapi Meri yang tahu akan ada yang datang bisa menghindar dengan mudah. Tapi tanpa ada yang tahu Andre juga menyerang Meri di saat peluru datang.
Meri menghindar ke belakang sampai dia tidak bisa bergerak. Karena sudah tidak ada celah untuk dia pergi. Meri yang tahu akan kondisi saat itu hanya bisa maju menghadapi Andre yang ada didepannya.