
Setelah Meri dan Ilyas pergi dari temppat parkir dan menuju ke kontrakan. Di perjalanan menuju kontrakan Ilyas berkata,”Untuk beberapa hari ke depan aku tidak bisa berkunjung ke kontrakan kamu. Aku ada tugas di luar daerah, kamu tidak apa-apakan.”
Meri yang tidak tahu kenapa dia mengatakan itu hanya bisa berkata,”Tidak apa-apa tapi kamu harus menjaga tubuh kamu. Jika kamu merindukan aku, kamu bisa menghubungiku.”
Sampai di dekat kontrakan Meri dan ilyas keluar dari mobil Meri yang membantu Ilyas naik tangga dengan merangkulnya tangan Ilyas yang memengan pembatas tangga naik perlahan bersama dengan Meri. Sampai di lantai dua mereka menuju pintu Meri membuka pintunya dan masuk bersama dengan Ilyas. Setelah sampai di dalam Meri meletakan Ilyas di dekat meja.”Kita sudah sampai,”ucap Meri.
Pak sopir yang membawa barang belanjaannya dan meletakan di meja di dekat dapur.”Terima kasih pak. Apa bapak mau ikut makan malam bersama kami,”ucap Meri yang menawarkan.
“Tidak nona tuan saya akan pergi ke luar makan di luar saja,”ucap pak sopir.”Baiklah jika itu keinginan anda. Terima kasih telah membantu membawa barang belanjaannya,”kata Meri.
Pak sopir langsung turun dan pergi mencari tempat makan yang ada didekat kontrakan Meri. Ilyas yang melihat Meri memilah bahan makanan hanya bisa diam. Sampai Meri berkata,”Apa kamu mau berjalan Ilyas?.”
Ilyas yang mendengarnya hanya terdiam sampai dia berkata,”Apa kamu tidak suka denganku yang cacat?.”
“Tidak bukan itu maksud aku. Jika kamu mau aku bisa membantu kamu merawat kaki kamu. Jika kamu tidak bereatan. Sejujurnya aku dapat cerita yang menarik dari kedua adik kamu kemarin. Tapi kamu jangan marah dengan mereka ya, mereka melakukan itu karena khawatir dengan kamu,”kata Meri sambil memasak.
“Apa yang mereka bicarakan tentangku,”ucap Ilyas mencari tahu.
“Mereka bicara tentang kamu yang sakit hati karena Bela,”ucap Meri yang tersenyum bahagia sambil menatap matanya. Ilyas yang melihat merasa kalau Meri berbeda dengan wanita yang lain. Dia tidak perduli dengan ucapan orang tapi membuat hati Ilyas senang.
“Kamu suka melihat aku menderita ya,”ucap Ilyas yang tidak percaya kalau dia memalingkan wajah saat melihat mata Meri.
“Habis cerita yang diberikan oleh kedua adik kamu sangat menari. Kamu yang beritu tangguh bisa terpengaruh oleh wanita yang membuat kamu jatuh sampai kamu tidak bisa melupakannya,”kata Meri.
“Apa kamu juga akan melaukan hal yang sama denganku Meri,”kata Ilyas yang merasa murung.
__ADS_1
“Untuk apa aku menyakiti kamu, kamu yang sudah tersakiti. Aku tidak akan menambah rasa sakit yang kamu miliki. Apa lagi rasa sakit kamu belum pulih seutuhnya,”kata Meri.
Meri yang tahu masa lalu Ilyas hanya bisa memberikan sedikit ruang sampai waktunya tiba. Karena dia tidak tahu apa yang akan terjadi jika dia bisa berdiri lagi. Karena masih ada yang menyukainya di luar sana. “Semoga ini adalah pilihan untuk terakhir kalianya,”ucap Meri yang menyembunyikan semua kebenaran yang ada.
Meri yang sudah mulai memasak sampai pintu bersuara kalau ada tamu yang datang Meri yang berjalan dan membuka pintunya melihat Ahmad dan llhan.”Kak ipar apa kak Ilyas ada di sini,”ucap Ilham.
“Dia ada di dalam,masuklah,”kata Meri yang berjalan menuju dapur lagi. Ahmad yang menurup pintu sedangkan Ilham yang duduk didekat kakaknya.”Kenapa kalian datang ke sini?,”ucap Ilyas.
“Aku ingin numpang makan saja,”kata Ahmad.”Bukan kakak besok akan ada perjalanan bisnis,”kata Ilham.
“Itu benar,”ucap Ilyas.
Meri yang menyelesaikan masakan dan Ilham yang datang membantu meletakan makanan yang sudah disiapkan oleh Meri.”Ayo kita makan,”ucap Ahmad.
Mereka yang makan bersama dengan suasana yang tidak bisanya sampai Meri merasakan kalau kehangatan ini tidak akan berjalan lama.”Berapa lama lagi ini akan berlanjut?,”ucap Meri dalam hati.
Meri yang mendekat ke arah Ilyas,”Boleh aku melihatnya sebentar. Aku tidak akan memaksa, tapi nanti ada balasannya untuk kalian bertiha, bolehkan.”
“Kenapa harus ada balasannya bukan kamu kakak ipar kami, harusnya gratis dong. Masak harus bayar juga,”ucap Ilham.
“Kamu kira di dunia ini ada yang gratis,”ucap Meri yang tesenyum setelah mendepatkan ijin dari Ilyas. Meri yang membuka celananya sampai hanya adala ****** *****. Meri yang melihat Ilyas malu membuat Meri ingin mengganggunya.”Kalian berdua cepat sana pergi jika tidak ada lagi kerjaan,”ucap Ilyas yang marah kepada mereka berdua.
Meri hanya bisa menahan tawa sampai di menyentuh kaki Ilyas membuat dia terkejut.”Apa yang ingin kamu lakukan?,”ucap Ilyas sambil menahan tangan Meri yang menyentuh kakinya.
“Apa yang aku lakukan tentu saja memeriksa kaki kamu. Apa lagi,”ucap Meri yang begitu bingung dengan sikap Ilyas.
__ADS_1
“Apa harus disentuh ya?,”ucap Ilyas dengan nada rendang.”Tentu saja, jika tidak disentuh mana aku tahu apa yang terjadi dengan kaki kamu,”ucap Meri yang melanjutkan merabah kaki Ilyas untuk memastikan kondisi kakinya benar tidak apa-apa.
Setelah 30 menit telah berlalu Meri yang sudah tahu gejalanya pergi keluar dimana Ahmad dan Ilham yang menuggu hasilnya.”Kalian boleh masuk,”ucap Meri.
“Dari mana kamu tahu kalau kami ada di luar,”ucap Ilham.
“Aku tidak ingin menjelaskan apa-apa soal yang itu. Tapi kalian sudah ada di sini aku akan mengatakannnya kalua kaki kamu Ilyas bisa sembuh dengan beberapa obat yang aku sebuatkan. Tanaman hitam yang bisa melumpuhkan dan tanaman kristal putih yang ada di padang es. Kedua tanaman ini bisa membuat obat penawar dari racun syaraf yang sudah kamu dapatkan tanpa harus operasi. Tapi jika kalian tidak bisa menemukan kedua tanaman ini bisa melakukan dengan operasi,”kata Meri dengan jelas.
“Tapi jika kita melakukan operasi mungkin butuh waktu yang lama kamu bisa berjalan karena kondisi tubuh kamu yang belum stabil,”kata Meri.
Erika yang datang bersama dengan Erik yang mendengar ucapan Meri memberikan usul.”Jika kalian mau aku bantu, kedua tanaman itu ada di pelelangan bawah tanah sekatang. Jika kalian bisa bersaing dengan mereka yang ingin memrebutnya,”kata Erik.
Ahmad yang sudah mendengarnya berdiri dan berjalan keluar sampai di depan pintu dia berkata,”Aku akan mendapatkannya hari ini.”
Ahmad yang langsung pergi menuju ke pelelangan sementara Erik menatap ke Erika saudara kembarnya dengan bingung masuk ke dalam sambil menarik saudaranya masuk ke kamar Meri. Erika yang tahu kenapa Erika berkata seperti itu membuat Erik bertanya kepada dia.
Sampai di dalam kamar Meri mereka yang masuk ke dalam ruang bawah tanah dan berbicara.”Kak kenapa kamu berkata seperti itu tadi bukan kita memiliki kedua tanaman itu?,”ucap Erik.
“Itu permintaan Meri,”kata Erika.
“Maksud kamu apa?.”kata Erik yang bingung.”Lihat ini,”ucap Erika yang memberikan data terbaru yang masuk. Erika yang membaca baru tahu kalau tunangan asli dari Ilyas yang mendukung keluarga Rendra yang runtuh sudah akan kembali ke negara x. Erik yang tidak tahu akan itu hanya bisa melihat ke arah kakaknya.
“Jadi bagaimana dengan pertunangan Meri dengan Ilyas,”kata Erik.
“Mungkin akan batal karena ada surat pendahulu mereka dan mereka juga adalah teman kecil yang selalu di sukai Ilyas. Agar tidak memiliki utang budi mereka bertiga Meri malakukan agar mereka mencari sendiri dengan uangnya yang mereka miliki. Kita hanya bisa membantu di balik layar saja,”kata Erika.
__ADS_1
“Tapi kenapa?,”ucap Erik.