Rahasia Meri

Rahasia Meri
RM 45


__ADS_3

Meri yang ingin melihat ke arah tangki dihentikan oleh anak buah Ilyas yang ada disampingnya.


“Nona anda mau kemana, jika anda kesana anda dalam bahaya. Jangan pergi ke sana,”ucap anak buah Ilyas.


Meri yang tidak perduli dia harus melihat di dalam tangki tersebuat ada korban atau tidak. Untuk mengetahuinya dia harus ke arah sana.


“Aku akan baik saja kamu tidak usah khawatir,”ucap Meri yang berjalan kearah tangki. Anak buah Ilyas yang ingin selalu bersama dengan nonanya. Tapi Meri yang mencium bau minya yang sudah menyebar membuat dia akan terbatas dalam bergerak jika ada orang disampingnya. Oleh sebab itu Meri berkata kepada anak buah Ilyas untuk tetap di tempat yang aman sampai dia keluar dari zona tangki.


Tapi anak buah Ilyas masih keras kepala dan tetap ingin ikut dengan Meri. Sampai Meri berkata,”Kamu akan menjadi bebanku jika tangki nanti meledak.” Anak buah Ilyas kemudian terdiam sampai dia melihat nonanya menuju tangki. Anak buah Ilyas yang tidak bisa membantu nonanya merasa kalau dirinya masih belum kuat untuk menjaga tuan dan nonanya dalam bahaya.


Yang membuat dia akan berubah setelah kondisi ini selesai. Meri yang sudah masuk ke dalam zona minyak melihat ke dalam mobil tangki dari belakang sampai mobil yang ditabrak. Meri yang melihat dengan seksama sampai dia merasakan kalau ada korban di mobil yang ditabrak oleh tangki.”Bayi,”ucap Meri yang tercenga melihatnya. Meri yang membuka pintu mobil dan menyelamatkan kedua orang di bagian belakang.


Meri yang melihat seperti mengenal salah satu penumpang,”Bukan dia bos preman itu ya,”ucap Meri yang sudah membuka pintu dan menyelamatkan penumpang dibelakang. Tapi sampai satu penumpang berkata,”Tolong selamatkan putraku.”


“Aku akan menyelamatkan kalian, jadi tidak usah khawatir,”ucap Meri sampai dia mencium bau terbakar di tangki minyak. Meri yang menoleh ke arah tangki dan sekelilingnya.


“Itu mustahil,”ucap Bos preman. Meri menghela nafas dan menatatap ke arah lain setelah mengeluarkan satu orang yang memeluk bayi sambil menangis. Meri yang melihat bos preman yang dalam kondisi tercepit kursi depan membuat dia mencari barang yang bisa membantunya.


Tapi percikan api itu sudah mulai bereaksi dan membuat dia harus melakukan cari lain. Anak buah Ilyas yang mulai khawatir dengan nonanya karena dia masih belum keluar dari zona minyak. Samapi dia mendapatkan kabar kalau semua orang sudah di evakuasi.


“Dimana nona?,”ucap anak buah Ahmad.

__ADS_1


“Dia ada di dalam sana?,”kata anak buah Ilyas.


“Apa?,”ucap anak buah Ahmad yang terkejut.


“Kenapa kamu tidak menghalanginya atau ikut dengan nona,”kata anak buah Ahamd.


“Dia melarangku karena akan menjadi beban,”ucap anak buah ilyas yang merasa bersalah. Dengan kondisi bingung mereka yang ingin masuk kedalam zona minyak hingga mereka mencium bau terbakar. Membuat mereka berdua urungkan untuk masuk, tapi dia arah lain dari langit dia melihat halikopter yang tepat di atas tangki. Meri yang tahu kalau dia adalah Delta dan anak buahnya yang melakukan penyelamatan. Meri yang sudah mengeluarkan semua penumpang termasuk ke yang ada dalam mobil tangki membawa mereka naik halipkopter. Setalah semua sudah dibawa naik halipkopter pergi dari tangki dan terjadi ledakan Meri yang di dekatnya terjun ke dalam air. Sementara kedua anak tersebuat yang melihat halipkoter setelah ledakan. Merasa lega kalau Meri sudah aman bersama dengan para korban. Sampai mereka berdua keluar dari zona kecelakaan, dimana halipkopter hanya membawa korban saja.


“Dimana Meri,”ucap Ilyas yang datang. Kedua orang tersebut hanya terdiam sampai Tora datang.


“Dia terjun bebas ke dalam air karena ledakan,”ucap Tora dengan santai. Tapi ilyas dan kakek dan nenek yang terkejut langsung menyuruh anak buah mereka yang ada untuk menyusuri danau. Tapi Tora yang melihat kegelisahan mereka hanya bisa berkata,”Tidak usah di cari dia akan baik saja. karena Erika sudah membawa kapal untuk membantu Meri.”


Meri yang terjun ke dalam air saat ledakan menyelam di dasar air yang dingin dan dia melihat sesosk putih berjalan sampai Meri tidak ingin melihatnya. Meri yang naik ke dalam permukaan dan melihat kapal yang sudah menuggu dia datang.


“Kau baik hanya saja apa dua hari lalu terjadi bunuh diri di tempat ini,”ucap Meri. Erika yang mendengar kata itu hanya terdiam sampai dia berkata,”Ayo kita menuju daratan.”


Meri yang melihat sikap Erika hanya bisa menebak kalau apa yang dia lihat ada hantu gentayangan.”Biaikan sajalah,”ucap Meri yang menggigil karena kedinginan.


Meri yang sudah masuk ke dalam kabil kapal dimana Meri mengganti pakainannya yang kering dan meminum segelas teh hangat sampai di pinggiran tepi. Meri keluar dan melihat banyak orang, Meri yang masih memakai penutup wajah berjalan ke arah kerumunan sampai Ilyas datang dengan tatapan gelisah


Meri menghampirinya dan jongkok didepan kursi roda Ilya.”Maaf membuat kamu khawatir,aku baik saja. Kita pergi sekarang,”ucap Meri yang langsung berdiri.

__ADS_1


Meri dan Ilyas pergi dari tempat kecelakan sampai para wartawan bertanya siapa wnaita yang di temui oleh Ilyas. Ilham yang ada disana hanya bisa berkata kalau dia ada kekasih Ilyas dan apa yang terjadi ini murni membantu kecelakaan karena mereka melewati jalur yang sama.


Karena kasihan pihak keluarga Rendra ingin membantu korban kecelakaan karena jangkauan yang dan komunikasi yang juah. Setelah Ilham menyampaikan informasinya mereka semua kembali ke kediaman Rendra. Dimana mereka sudah ditunggu oleh keluarga Brata dan keluarga Bram.


“Kak apa kamu baik saja,”ucap Bela yang menghampiri.”Maaf dik nanti yang kita bicara aku harus mandi,”ucap Meri yang langsung menuju ke kamar di lantai dua.


Meri yang sudah masuk ke dalam kamar mandi melepaskan pakaian yang dia kenakan dan menyelakan air hangat untuk mengurangi dingin tubuh karena terjun dari jalan. Meri yang masih menikmati air hangat hingga dia mendapatkan suara langkah kaki menuju kamar Meri. Meri yang telah memakai pakaian dan berganti pakan membuka pintu kamar untuk keluar. Tapi di depan pintu dia bertemu Bela yang ingin masuk ke dalam kamar Meri.


“Dik kenapa kamu di depan kamarku, ada apa?,”ucap Meri yang memlihat di depannya.


“Aku hanya ingin bertemu kakak,”ucap Bela yang polos.


“Bagaimana jika kita bicara di bawah?,”kata Meri yang keluar dan merangkul adiknya setelah dia menutup pintunya.


Meri dan Bela yang menuju ke lantai bawah melihat mereka semua sudah berkumpul. Tapi anehnya Meir melihat Aji,”Dik kenapa tunangan kamu disini?.”


Meri yang polos dan lemah bertanya kepada adiknya untuk apa Aji datang.”Dia menemaniku ke sini, ini soal kandunganku,”kata Bela.


“Kandungan kamu apa maksudnya?,”kata Meri yang akting.


“Bukan kakak tahu saat keluarga Brata datang. Kalau aku mengandung anak Aji,”ucap Bela yang dengan senyum licik.

__ADS_1


“Aku tidak tahu, kemarin aku hanya menebak kamu saja. karena perut kamu semakin besar apa lagi di samping kamu ada Aji,”kata Meri. Sampai mereka dihadapan mereka semua. Erik yang sudah datang membawa hasilnya siap untuk menyampaikan tes DNA mereka bertiga.


__ADS_2